BPOM Ungkap Besarnya Potensi Ekonomi Obat Tradisional Indonesia

Rabu, 04 Nov 2026, 15:05 WIB

JAKARTA – Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebut potensi ekonomi obat tradisional Indonesia mencapai sekitar USD20 miliar (sekitar Rp362,98 triliun). Potensi tersebut didukung kekayaan sumber daya alam yang belum dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan obat berbahan alam.

Taruna mengatakan Indonesia memiliki sekitar 31.000 jenis tumbuhan yang berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan pengobatan. Pemanfaatan tumbuhan tersebut telah berlangsung secara turun-temurun selama ribuan tahun, mulai dari daun, batang, hingga akar.

Ket. Foto: Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar — Sumber: RRI/Sasa Haniyah

“31.000 jenis tumbuhan yang berpotensi yang bisa digunakan secara turun-temurun sudah ribuan tahun untuk kepentingan pengobatan. Ada yang diambil dari daunnya, ada yang diambil dari batangnya, ada yang diambil dari akarnya,” ujar dia usai Capacity Building and Workshop on Risk-Based Sampling (RBS) for Post-Market Control of Traditional Medicines and Health Supplements di Kantor BPOM, Jakarta, Selasa (3/11).

Menurut dia, Indonesia memiliki lebih dari 27.000 nomor izin edar produk obat tradisional, obat berbahan alam, dan suplemen kesehatan. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi pengembangan produk herbal di tengah kekayaan sumber daya alam nasional.

Ia menyebut potensi ekonomi global untuk produk wellness, suplemen, dan bahan alam mencapai USD606 miliar. Sementara itu, potensi ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai USD20 miliar atau sekitar Rp362,98 triliun.

“Di Indonesia, berdasarkan hitungan-hitungan yang kita telah lakukan itu cukup besar nilai ekonominya, sekitar USD20 miliar, dikali Rp18.000. Namun, yang kita punya data kemarin khusus di Indonesia cuma sekitar mendekati Rp6 triliun, itu data ekonominya dari bahan alam, ” ucap dia.

Namun, Taruna mengatakan data ekonomi bahan alam Indonesia yang tersedia saat ini baru mendekati Rp6 triliun. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan potensi ekonomi obat tradisional dan suplemen masih belum dimanfaatkan secara maksimal.

Taruna berharap produk obat tradisional dan suplemen Indonesia tidak hanya diminati masyarakat domestik, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor. Ia menegaskan pengawasan keamanan dan kualitas menjadi penting untuk mendukung pengembangan produk berbahan alam Indonesia.

“Kita pastikan keamanannya sehingga kita juga berharap kita nanti menjadi salah satu yang terdepan. Untuk berhubungan dengan pengawasan obat tradisional, obat berbahan alam dan suplemen di dunia,” kata Taruna. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.