Tinggalkan Ketergantungan Petrokimia, Chandra Asri Bangun Gurita Bisnis: Dari Listrik, Kapal, Hingga SPBU Esso
Senin, 02 Nov 2026, 17:40 WIBJAKARTA â PT. Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) (IDX: TPIA), perusahaan industri terkemuka di Asia Tenggara, terus memperkuat transformasi bisnis melalui pengembangan tiga pilar usaha terintegrasi, yakni Energi dan Kimia, Infrastruktur Terintegrasi, serta Solusi Mobilitas.
Strategi ini menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam memperluas skala usaha, memperkuat fundamental bisnis, sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan.
Transformasi tersebut tercermin dari ekspansi portofolio bisnis dan peningkatan kapasitas produksi Chandra Asri Group dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga 2026, kapasitas produksi perusahaan telah mencapai 17,6 juta ton, meningkat signifikan dibandingkan sekitar 4,4 juta ton pada 2023â2024. Kapasitas tersebut ditargetkan kembali meningkat menjadi sekitar 21 juta ton pada 2027, seiring pengembangan sejumlah fasilitas strategis, termasuk Condensate Splitter Unit.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat PT Chandra Asri Pacific Tbk, Suryandi, mengatakan pengembangan tiga pilar bisnis merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk membangun portofolio usaha yang semakin terdiversifikasi dan terintegrasi.
Chandra Asri saat ini sudah mendiversifikasi usahanya bukan cuma di petrokimia, tapi juga menyangkut energi. Lalu kemudian ada infrastruktur. "Infrastruktur apa saja? Ada listrik, air, tangki, kapal, dan warehouse. Kenapa? Karena apa yang tadi saya sampaikan tersebut, itu semua bisa menjadi stream revenue yang baru yang lebih sustain. Petrokimia itu selalu siklikal. Begitu harga minyak naik tinggi, dengan ada gangguan supply and demand, marjin tipis. Bagaimana supaya kinerja Chandra Asri secara grup itu tetap positif,â ujar Suryandi dalam Diskusi Forwin dengan tema âTransformasi Chandra Asri: Memperkuat Daya Saing Industri, Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutanâ di Jakarta Selatan, Senin (2/11/2026).
Suryandi menjelaskan, pada pilar Energi dan Kimia, Chandra Asri terus memperkuat posisi melalui pengembangan fasilitas petrokimia di Indonesia serta ekspansi bisnis di Singapura. Akuisisi aset kilang dan petrokimia milik Shell pada 2025, yang kini beroperasi melalui Aster, menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas skala usaha dan kapabilitas perusahaan di sektor energi dan kimia.Â
Di Indonesia, pengembangan fasilitas Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) menjadi salah satu proyek strategis perusahaan. Dengan nilai investasi sekitar Rp15 triliun, proyek tersebut telah mencapai progres pembangunan 85% per November 2026 dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027.
Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas produksi 400 ribu ton per tahun caustic soda dan 500 ribu ton per tahun ethylene dichloride (EDC), yang akan mendukung kebutuhan berbagai sektor industri, termasuk pengolahan alumina, nikel, konstruksi, serta produk kebutuhan rumah tangga.
Pengembangan CA-EDC juga diperkuat melalui kemitraan strategis dengan Danantara dan Indonesia Investment Authority (INA) sebagai pemegang saham dalam proyek tersebut. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat mendukung penguatan industri kimia dasar nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta memperkuat rantai pasok industri hilir Indonesia.
Sementara itu, pilar Infrastruktur Terintegrasi dikembangkan untuk mendukung kebutuhan operasional bisnis inti sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru. Portofolio infrastruktur Chandra Asri mencakup penyediaan listrik, air, tangki penyimpanan, kapal, pergudangan, hingga layanan logistik.
Pada 2026, perusahaan memperkuat kapabilitas logistik melalui pengoperasian dua kapal kimia, Novah dan Boreas, yang masing-masing memiliki kapasitas 9.000 DWT. Chandra Asri juga mengembangkan layanan di sektor offshore melalui kapal Elara Dalimbar 1. Secara keseluruhan, perusahaan kini mengoperasikan 15 kapal untuk mendukung pengangkutan gas, kimia cair, dan kebutuhan offshore.
Selain itu, perusahaan telah memperoleh konsesi pelabuhan kimia cair bersama KSOP Kelas I Banten serta meresmikan tiga tangki penyimpanan bitumen dengan total kapasitas 15.000 meter kubik. Berbagai pengembangan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat ekosistem infrastruktur dan logistik yang terintegrasi untuk mendukung kebutuhan industri nasional.
Pada pilar Solusi Mobilitas, Chandra Asri memperluas kehadiran melalui jaringan SPBU Esso dan bisnis distribusi otomotif Cycle & Carriage di Singapura. Pengembangan bisnis ini memungkinkan perusahaan membangun ekosistem mobilitas yang saling terhubung, mulai dari penyediaan bahan bakar hingga layanan distribusi kendaraan. Diversifikasi tersebut juga memperluas basis pendapatan perusahaan di luar sektor petrokimia yang memiliki karakter siklus industri.
Untuk mendukung operasional ketiga pilar bisnis, Chandra Asri turut mengembangkan PT Chandra Asri Central Solusi sebagai pusat layanan bersama atau shared services. Entitas ini menyediakan layanan terintegrasi untuk kebutuhan grup, meliputi keuangan, sumber daya manusia, pengadaan, layanan pelanggan, operasional pelanggan, serta teknologi informasi. Saat ini, Chandra Asri Central Solusi telah mempekerjakan hampir 200 orang dan ditargetkan dapat menampung sekitar 300 tenaga kerja.
Suryandi menambahkan, penguatan ketiga pilar bisnis tersebut didukung oleh empat arah transformasi perusahaan, yaitu memperkuat fundamental bisnis serta memperkuat pertumbuhan di Indonesia, menjalankan ekspansi strategis, mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, serta memastikan ketersediaan bahan baku bagi industri hilir.Â
Pendapatan meningkat
Strategi diversifikasi dan ekspansi tersebut turut tercermin pada kinerja keuangan perusahaan. Hingga sembilan bulan pertama 2026, Chandra Asri membukukan pendapatan sekitar US$8,2 miliar, meningkat dari sekitar US$5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA juga meningkat menjadi hampir US$1 miliar, dibandingkan posisi negatif US$32 juta pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar US$395 juta, berbalik dari rugi US$153 juta.
Perbandingan kinerja tersebut telah memperhitungkan penyesuaian atas pencatatan negative goodwill sekitar US$1,7 miliar yang timbul satu kali dari transaksi akuisisi aset Shell pada 2025, sehingga memberikan gambaran yang lebih sebanding terhadap perkembangan operasional perusahaan.
Di samping pengembangan bisnis, Chandra Asri juga terus memperkuat kontribusi sosial dan lingkungan. Perusahaan menargetkan penyerapan hingga 1.000 tenaga kerja baru secara bertahap sampai 2028, seiring pengembangan CA-EDC, shared services, dan ekspansi bisnis lainnya. Perusahaan juga mendukung pengembangan kompetensi tenaga kerja melalui Politeknik Industri Petrokimia Banten, pemberdayaan 20 UMKM, serta program beasiswa yang telah menjangkau lebih dari 1.000 penerima manfaat.
Dalam aspek keberlanjutan, Chandra Asri menjalankan berbagai inisiatif efisiensi energi, pemanfaatan energi baru terbarukan, ekonomi sirkular, dan pengelolaan limbah. Perusahaan menargetkan penurunan emisi sebesar 31,89% pada 2030 dibandingkan baseline 2018. Hingga saat ini, intensitas emisi perusahaan telah menurun 14,6% dibandingkan baseline tersebut.
Suryandi menegaskan, pengembangan tiga pilar bisnis merupakan bagian dari transformasi Chandra Asri untuk memperkuat fundamental perusahaan, menjalankan ekspansi strategis, mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, serta memenuhi kebutuhan bahan baku industri hilir di Indonesia.
- Industri Petrokimia
- Chandra Asri
- Ekspansi Usaha
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Ditargetkan Bisa Kurangi 30 Persen Sampah Masuk ke TPA Winongo, Ini yang Dilakukan Pemkot Madiun
-
Awal Tahun Langsung Ngebut! Sektor Digital Sumbang Rp4,48 Triliun ke Penerimaan Pajak
-
Geopolitik Memanas, Industri Petrokimia Masuk “Survival Mode”
-
Anggota DPR: Protes Negara Tetangga terkait Asap Karhutla Perlu Disikapi Bijaksana, Jangan Defensif!
-
Industri Petrokimia Alami Tekanan, Inaplas Dorong Diversifikasi Bahan Baku untuk Kemandirian
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.