Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Minta Pemerintah Evaluasi Distribusi BBM

📅 Rabu, 21 Okt 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Distribusi BBM
Ket. Krisis Energi

Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Dewi Juliani meminta pemerintah daerah (pemda), Pertamina, dan instansi terkait memperkuat koordinasi untuk mengidentifikasi hambatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta menindaklanjuti indikasi pelanggaran berdasarkan bukti.

Menurut dia, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh BBM dengan mudah dan mengantisipasi antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

"BBM harus tersalurkan secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai peruntukannya demi kepentingan masyarakat," kata Dewi dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa (20/10).

Seperti dikutip dari Antara, legislator dari Daerah Pemilihan Riau I itu menyoroti antrean kendaraan yang masih terjadi di sejumlah SPBU di Provinsi Riau, meskipun kuota BBM disebut telah terpenuhi.

Karena itu, Dewi menilai perlu ada evaluasi menyeluruh untuk memastikan alokasi BBM benar-benar tersalurkan secara optimal hingga ke SPBU. Evaluasi juga perlu mengidentifikasi faktor yang menyebabkan masyarakat masih kesulitan memperoleh BBM.

Ia menekankan pentingnya pengawasan distribusi, perbaikan mekanisme penyaluran, dan koordinasi antarpihak agar BBM tersedia serta tersalurkan sesuai peruntukannya.

Menurut Dewi, penambahan kuota harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar meningkatkan alokasi tanpa menyelesaikan persoalan di lapangan.

"Bukan sekadar menambah angka alokasi tanpa menyelesaikan persoalan antrean," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia memastikan cadangan BBM nasional dalam kondisi aman di tengah ketidakpastian global.

"Saya dapat pastikan bahwa cadangan nasional kita untuk Pertalite itu 16 sampai 18 hari. Untuk yang RON 92, RON 95, RON 98 itu di atas 20 hari semua. Termasuk solar kita semua di atas 20 hari," kata Bahlil dalam pernyataan pers seusai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10).

Bahlil menjelaskan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) telah mencapai kisaran 105–106 dollar AS per barel. Sementara itu, rata-rata harga ICP sejak Januari hingga Oktober 2026 berada di kisaran 91–92 dollar AS per barel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...

Alexandra Eala Akhiri Tren Buruk

39 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Alexandra Eala Akhiri Tren ...

Bayern Versus Arsenal, Laga Para Juara

54 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Bayern Versus Arsenal, Laga...
Megapolitan
Pembahasan Anggaran Jangan ...
Megapolitan
Karir Jakarta Sediakan 12.0...

Mantap, Pemain Voli Putri Yogyakarta Jadi Model

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Mantap, Pemain Voli Putri Y...
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.