Bongkar Penyimpangan 20 Ton Beras SPHP di Pasuruan, Mentan/Kepala Bapanas Amran: Tindak Tegas!

Sabtu, 31 Okt 2026, 12:05 WIB

PASURUAN –Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman mengapresiasi gerak cepat Polres Pasuruan membongkar penyimpangan 20 ton beras SPHP di Beji, Pasuruan, Jawa Timur.

Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan 4 tersangka dan 20 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dikemas ulang dengan karung polos untuk dijual kembali dengan harga mahal.

Ket. Foto: Polres Pasuruan membongkar penyimpangan 20 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Beji, Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (30/10). Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan 4 tersangka dan 20 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dikemas ulang dengan karung polos untuk dijual kembali dengan harga mahal — Sumber: istimewa

“Saya apresiasi masyarakat yang berani lapor dan polisi yang langsung bergerak. Negara harus hadir lindungi hak rakyat. Jangan biarkan beras untuk rakyat disalahgunakan pencari untung,” tegas Amran.

“Beras SPHP itu untuk masyarakat. Tidak boleh dioplos, dikemas ulang, apalagi dijual cari untung dengan merugikan rakyat. Kalau ada pelanggaran, tindak tegas!”

Bermula dari Laporan Warga

Kasus bermula dari laporan warga soal aktivitas bongkar muat mencurigakan di sebuah rumah di Lingkungan Bakalan RT 02/RW 01, Desa Pagak, Beji, Pasuruan. Satreskrim Polres Pasuruan menggerebek lokasi Kamis (29/10/2026) pukul 18.30 WIB.

Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono menjelaskan, 20 ton beras SPHP itu dibeli dari Gudang Bulog Kebonagung, Malang, lalu dibawa ke Beji untuk dikemas ulang.

“Ada informasi masyarakat soal bongkar muat beras mencurigakan. Setelah diselidiki, benar ada dugaan pengemasan ulang beras SPHP,” ungkap Irawan, Jumat (30/10/2026).

Modusnya: kemasan asli SPHP 5 kg dibuka, isinya dipindah ke karung polos hijau 50 kg, lalu dijual Rp14.000 – Rp15.000 per kg.

Empat tersangka yang ditahan: I.H. (Beji, Pasuruan), F. (Baron, Nganjuk), S.Y. (Patianrowo, Nganjuk), dan M. (Mojogedang, Karanganyar).

Barang bukti: 1.900 sak beras SPHP, 14 sak karung polos, 1 truk, 1 pikap Mitsubishi Colt, mesin jahit karung, ratusan karung kosong, 508 kemasan bekas SPHP, dan 1 HP.

Para tersangka dijerat Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) UU No.8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau Pasal 139 jo Pasal 84 ayat (1) UU No.18/2012 tentang Pangan.

Pengawasan Diperketat

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Brigjen Pol. Hermawan mengapresiasi Polres Pasuruan.

“Ini bukti pentingnya sinergi pemerintah, aparat, dan masyarakat mengawal program pangan. Kami pastikan beras SPHP sampai ke masyarakat sesuai peruntukan,” ujar Hermawan.

Bapanas akan memperkuat koordinasi dengan Satgas Pangan Polri dan pemda untuk mengawasi distribusi SPHP, mulai dari penyaluran, kemasan, hingga potensi penyimpangan perdagangan.

Masyarakat diminta aktif melapor jika menemukan beras oplosan, harga tidak wajar, atau penyimpangan SPHP lainnya melalui Lapor Pak Amran 0811 1312 312.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.