Harga Beras Naik di Zona 2 dan 3, Bapanas Perintahkan Bulog Gaspol Salurkan SPHP & Bantuan Pangan

Sabtu, 07 Nov 2026, 20:30 WIB

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memerintahkan pemerintah daerah, Satgas Pangan Polri di 38 provinsi, dan Perum Bulog untuk mempercepat penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan beras. Perintah ini dikeluarkan setelah harga beras premium dan medium naik di Zona 2 dan Zona 3.

Permintaan itu disampaikan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Brigjen Pol. Hermawan dalam rapat koordinasi bersama Pemda dan Satgas Pangan se-Indonesia di Jakarta, Kamis (6/11/2026).

Ket. Foto: Badan Pangan Nasional (Bapanas) memerintahkan pemerintah daerah, Satgas Pangan Polri di 38 provinsi, dan Perum Bulog untuk mempercepat penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan beras. Perintah ini dikeluarkan setelah harga beras premium dan medium naik di Zona 2 dan Zona 3 — Sumber: istimewa

"Harga beras premium dan medium di Zona 2 dan Zona 3 semuanya naik, sedangkan di Zona 1 cenderung aman. Karena itu, saya meminta rekan-rekan di daerah untuk mengantisipasinya," kata Hermawan.

Stok Bulog Melimpah, Jangan Ditahan

Menurut Hermawan, pemerintah punya modal kuat untuk intervensi. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog diproyeksikan tembus 3,8 juta ton hingga 4 juta ton sampai akhir 2026, jauh di atas 3 juta ton.

"Stok Bulog sampai akhir tahun kemungkinan besar bisa 3,8 juta ton, bahkan 4 juta ton. Beras itu sekarang terus mengalir, baik untuk SPHP maupun bantuan pangan. Karena itu, segera percepat penyaluran SPHP dan bantuan pangan yang sudah ditugaskan ke Bulog," ujar Hermawan.

Ia menjelaskan logikanya sederhana: kalau beras SPHP dan bantuan pangan cepat sampai ke masyarakat, kebutuhan rumah tangga untuk 1-2 minggu ke depan sudah terpenuhi. Belanja di pasar berkurang, harga otomatis turun.

"Karena belanja berkurang, otomatis harga pasti turun berkat masifnya beras SPHP dan bantuan pangan. Jadi tolong pemerintah daerah mengecek dan memastikan penyalurannya segera sampai ke masyarakat dan ke pasar-pasar," tegasnya.

Realisasi SPHP Sudah 77,6%

Untuk menahan gejolak harga, Bapanas sudah memberi penugasan tambahan SPHP:

- Penugasan pertama: 828 ribu ton sejak Maret, sudah 100% direalisasikan Bulog sampai minggu keempat September.

- Penugasan tambahan: 200 ribu ton yang diterbitkan akhir September dan pertengahan Oktober. Sampai 5 November sudah terealisasi 155,3 ribu ton atau 77,6%.

- Bantuan pangan beras: Periode Oktober-Desember ditargetkan mulai salur November ini, sesuai keputusan pemerintah untuk menyalurkan kembali bantuan pangan di triwulan terakhir 2026.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan stok pangan nasional aman.

"Beras harus terus dijaga kestabilannya. Kondisi global saat ini siaga waspada, namun Indonesia insya Allah aman. Pangan kita kuat, apalagi stok beras tertinggi sepanjang sejarah. Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, salurkan stok untuk kepentingan masyarakat melalui SPHP, bantuan pangan, dan program lainnya," kata Amran.

Inflasi Beras Melandai

Data BPS menunjukkan beras tidak lagi jadi penyumbang besar inflasi. Inflasi pangan bulanan (volatile food) melandai ke 0,77% pada Oktober, dari 1,46% pada September.

Inflasi beras bulanan Oktober hanya 0,08%, turun drastis dari 0,80% pada September yang merupakan angka tertinggi sepanjang 2026.

Per 5 November, rata-rata harga beras premium nasional Rp 16.214/kg dan medium Rp 13.715/kg. Harga premium naik tipis 0,09% dibanding sebulan lalu, sedangkan medium justru turun 0,08%.

Produksi Tetap Terjaga

Produksi beras Januari-Agustus 2026 mencapai 25,28 juta ton, naik tipis 0,07% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 25,26 juta ton. Pemerintah terus

mendorong petani meningkatkan produktivitas.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.