Pemkot Yogyakarta Jamin Penanganan 116 Korban Kericuhan Malioboro

Jumat, 30 Okt 2026, 10:30 WIB

YOGYAKARTA — Sebanyak 116 orang tercatat menjadi korban dalam kericuhan saat aksi unjuk rasa di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Rabu (28/10). Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan seluruh korban memperoleh pelayanan medis, termasuk menyiapkan skema pembiayaan bagi mereka yang biaya perawatannya belum ditanggung sistem jaminan kesehatan.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan hal tersebut saat menjenguk korban yang masih menjalani perawatan di RS Bethesda, Kamis (29/10). Pemkot, menurut dia, telah memantau penanganan korban sejak peristiwa terjadi serta berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengetahui lokasi mereka dirawat.

Ket. Foto: Salah satu korban kericuhan di Kawasan Malioboro — Sumber: Dok. Pemkot Yogyakarta

“Sejak tadi malam kita sudah memantau terus peristiwa demi peristiwa, kejadian demi kejadian. Kami juga komunikasi dengan Pak Kapolres, menanyakan mereka dirawat di mana saja, ada permasalahan atau kesulitan dalam perawatannya tidak,” ungkap Hasto.

Berdasarkan data yang diterima Hasto hingga Kamis, sebanyak 116 korban telah mendapatkan penanganan medis, baik melalui rawat jalan maupun rawat inap. Dari jumlah tersebut, 13 orang masih dirawat di RS Bethesda, RS Panti Rapih, dan RS Bhayangkara.

Hasto menegaskan tidak boleh ada korban yang mengalami kesulitan memperoleh layanan kesehatan. Koordinasi dengan jajaran pemerintah daerah dilakukan untuk memastikan kebutuhan perawatan mereka terpenuhi.

“Kami ingin memastikan bahwa semua terlayani dengan baik. Jangan sampai ada yang, istilahnya, terlantar. Mereka ini menjadi korban dan sudah berjuang bekerja untuk kepentingan keamanan, ketertiban masyarakat, dan kita semua,” tegasnya.

Pemkot juga akan memetakan pembiayaan perawatan setiap korban. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta diminta mengidentifikasi biaya yang telah ditanggung melalui sistem jaminan kesehatan maupun yang belum memperoleh perlindungan pembiayaan.

“Kepala Dinas Kesehatan saya minta untuk memilah mana yang sudah tercover oleh sistem yang ada dan mana yang belum. Kalau belum tercover, kita harus bertanggung jawab. Tidak semua bisa dicover dengan sistem yang ada, sehingga harus kita carikan cara agar bisa tercover,” jelasnya.

Salah seorang korban yang dirawat di RS Bethesda adalah Abdulah Iskandar (25). Berdasarkan keterangan yang diterima Hasto, Abdulah diduga menjadi korban salah sasaran ketika situasi di kawasan Malioboro memanas.

Abdulah menuturkan dirinya berada di depan sebuah pusat perbelanjaan setelah pulang bekerja. Ia datang untuk menemui temannya yang bekerja di pusat perbelanjaan tersebut sebelum tiba-tiba mengalami pemukulan.

“Saya pulang kerja mau melihat, karena teman saya kerja di situ. Tiba-tiba dari belakang langsung dipukul. Enggak tahu pakai benda apa, pokoknya sampai sini sobek,” tuturnya.

Abdulah mengaku tidak mengetahui orang yang pertama kali memukulnya. Setelah itu, menurut dia, sejumlah orang lainnya turut melakukan pemukulan hingga dirinya terluka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Saat kejadian, Abdulah mengaku masih dalam kondisi sadar. Namun, suasana yang sangat ramai membuatnya kesulitan memahami situasi yang berlangsung. Ia juga melihat lemparan batu dan kembang api di sekitar lokasi.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.