Musim Hujan Tiba, BPBD Garut Siaga Hadapi Ancaman Bencana yang Mengintai

Jumat, 30 Okt 2026, 00:18 WIB

GARUT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman potensi bencana hidrometeorologi saat musim hujan yang saat ini telah tiba dan turun di sejumlah daerah dan dilaporkan sudah menimbulkan banjir.

"BPBD Garut terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim hujan, terutama di wilayah yang berdasarkan kejadian sebelumnya cukup rawan mengalami banjir dan tanah longsor," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh di Garut, Kamis.

Ket. Foto: Sejumlah petugas membersihkan sampah yang menyumbat di saluran air pascabanjir yang terjadi di Desa Balewangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (27/10). — Sumber: Antara foto/HO BPBD Garut

Ia menuturkan, berdasarkan informasi BMKG saat ini wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Garut berada dalam masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

BMKG, kata dia, memprakirakan musim hujan akhir tahun 2026 dan awal 2027 cenderung lebih singkat dari kondisi normal dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada Februari 2027.

Ia menyampaikan, sebagai langkah antisipasi BPBD Kabupaten Garut secara aktif merekap data intensitas curah hujan yang dilaporkan oleh jajaran di setiap kewilayahan untuk menjadi bahan pemantauan mendeteksi dini potensi bencana.

"Kami juga terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta berkoordinasi dengan aparat kewilayahan dan instansi terkait agar potensi ancaman dapat segera ditindaklanjuti," katanya.

Ia menyampaikan, adanya potensi hujan yang saat ini sudah turun sejak beberapa hari lalu menjadi perhatian jajarannya untuk mengingatkan masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan bahaya longsor dan banjir.

Ia mengimbau masyarakat untuk rutin membersihkan saluran drainase dari sampah agar tidak terjadi penyumbatan yang dapat menimbulkan terjadinya banjir saat turun hujan.

"Kami mengajak masyarakat untuk rutin membersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing, tidak membuang sampah ke sungai, serta memastikan saluran air tidak tersumbat," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor agar menghindari daerah tebing maupun jurang yang memiliki potensi terjadinya longsor saat musim hujan.

"Apabila terdapat tanda-tanda potensi longsor, seperti retakan tanah atau lereng yang jenuh air segera menjauhi lokasi berbahaya dan melaporkannya kepada aparat setempat," katanya.

Sebelumnya, hujan yang sudah mulai turun di Garut menyebabkan banjir akibat luapan air dari drainase yang tersumbat di Desa Balewangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Selasa (27/10).

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.