Garuda Datang ke Arab Tak Boleh dengan Rasa Takut
Jumat, 30 Okt 2026, 00:00 WIBPelatih ingin membangun tim yang mampu bersaing sekarang, dan mempunyai pondasi kuat untuk masa depan. Kedua tujuan itu dapat berjalan bersama bila proses pembinaan dirancang dengan baik.
Pelaksanaan Piala Asia 2027 tinggal âmenghitung hari,â artinya sangat dekat. Dari gelar FIFA Asean Cup 2026 John Herdman harus membawa timnas menuju panggung Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Dia dituntut membawa Timnas Indonesia melampaui pencapaian sebelumnya. Pelatih asal Inggris itu ingin memperkuat identitas permainan Skuad Garuda, meningkatkan kualitas skuad, dan membangun tim yang mampu bersaing dengan Jepang, Qatar, serta Thailand. Untuk mengetahui persiapan Timnas menuju Arab Saudi wartawan Koran Jakarta, Beni Mudesta berkesempatan mewawancarai Pelatih Timnas Sepak Bola Indonesia, John Herdman, dalam beberapa kesempatan. Berikut petikannya:
Setelah menjuarai FIFA Asean Cup 2026, bagaimana kesiapan Timnas Indonesia menghadapi Piala Asia 2027?
Gelar FIFA Asean Cup merupakan pencapaian penting. Kami telah melewati pertandingan yang menuntut ketahanan fisik, konsentrasi, dan kemampuan menghadapi tekanan. Pengalaman tersebut memberikan kepercayaan diri kepada para pemain.
Namun, kemenangan tidak berarti pekerjaan sudah selesai. Kami harus mengevaluasi yang berjalan baik dan yang perlu diperbaiki. Piala Asia menghadirkan tantangan berbeda karena kami akan menghadapi tim dengan pengalaman internasional, kualitas individual, dan organisasi permainan yang lebih tinggi.
Modal terpenting dari keberhasilan sebelumnya bukan sekadar trofi, melainkan pengalaman kolektif. Kami ingin membawa kepercayaan diri itu ke Arab Saudi sekaligus meningkatkan standar permainan agar mampu bersaing di level Asia.
Indonesia akan menghadapi Jepang, Qatar, dan Thailand di Grup F. Seberapa berat tantangan tersebut?
Setiap tim mempunyai karakter berbeda. Jepang memiliki tradisi kuat, kualitas teknik, serta kemampuan memanfaatkan ruang. Qatar berpengalaman dalam kompetisi continental. Sedangkan Thailand merupakan rival regional yang memahami karakter permainan Indonesia.
Kami tidak bisa menyiapkan pendekatan yang sama untuk semua pertandingan. Kami harus mempelajari kekuatan dan kelemahan setiap lawan, kemudian menyesuaikan strategi dengan karakter pemain yang tersedia.
Kami harus realistis terhadap tantangan yang dihadapi, tetapi tidak boleh datang dengan rasa takut. Indonesia mungkin bukan unggulan, tetapi tim yang terorganisasi, disiplin, dan berani mengambil keputusan tepat tetap bisa menyulitkan lawan yang lebih kuat. Kami datang tidak hanya untuk menyaksikan tim lain bermain. Kami datang untuk berkompetisi.
Apa target realistis Indonesia di Piala Asia 2027?
Target awal yang masuk akal adalah berusaha lolos dari fase grup. Sasaran yang jelas penting agar pemain memahami yang sedang diperjuangkan. Namun, menetapkan target bukan berarti membatasi ambisi. Jika ingin melangkah ke fase gugur, kami harus memperbaiki organisasi pertahanan, meningkatkan efektivitas serangan, dan menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.
Indonesia juga harus mampu menghadapi berbagai situasi. Ada pertandingan ketika kami menguasai bola, tetapi kesulitan menciptakan peluang. Ada pula pertandingan ketika lawan mendominasi, sehingga kami harus bertahan lebih disiplin.
Pencapaian Indonesia di Piala Asia 2023, ketika berhasil mencapai fase gugur, menjadi pengalaman penting. Namun, sejarah tidak otomatis terulang. Kami harus membangun performa yang layak untuk mencapai hasil serupa atau lebih baik.
Identitas permainan seperti apa yang ingin dibangun?
Kami ingin membangun tim yang agresif, terorganisasi, dan mampu beradaptasi. Agresif bukan berarti selalu menyerang tanpa mempertimbangkan risiko. Kami harus mempunyai tujuan yang jelas ketika menguasai bola maupun saat berusaha merebutnya kembali.
Dalam menyerang, pemain harus memahami kapan mempertahankan penguasaan bola, mempercepat permainan, atau menyerang ruang di belakang pertahanan lawan. Dalam bertahan, seluruh pemain harus mengetahui tanggung jawabnya. Penyerang merupakan bagian pertama dari pertahanan. Sedangkan pemain belakang harus mampu menjaga organisasi dan komunikasi.
Kami juga harus fleksibel. Ada pertandingan ketika kami bisa menekan lebih tinggi, tetapi ada pula situasi yang mengharuskan kami bertahan lebih kompak dan memanfaatkan ruang melalui transisi. Identitas bukan sekadar formasi di papan taktik. Identitas adalah cara seluruh pemain mengambil keputusan secara konsisten.
Coach akan mengandalkan formasi tiga atau empat bek?
Formasi harus menjadi alat untuk membantu pemain menjalankan rencana permainan, bukan tujuan akhir. Sistem tiga bek dapat memberikan perlindungan tambahan dan memungkinkan bek sayap bergerak lebih tinggi. Sementara itu, empat bek bisa membantu menjaga keseimbangan lini tengah dan memberikan fleksibilitas dalam melakukan tekanan.
Keputusan bergantung pada karakter pemain, kondisi lawan, dan situasi pertandingan. Kami ingin pemain memahami beberapa sistem agar tidak kebingungan ketika harus menyesuaikan posisi. Yang lebih penting daripada angka dalam formasi adalah jarak antarpemain, hubungan antarlini, dan kemampuan bergerak sebagai satu kesatuan.

ANTARA/BAYU PRATAMA S
Seberapa penting tekanan tinggi dan transisi bertahan?
Tekanan tinggi bisa menjadi senjata efektif apabila dilakukan secara kolektif. Jika seorang penyerang menekan sendirian, lawan hanya perlu melewati satu pemain untuk menemukan ruang. Karena itu, kami harus mempunyai pemicu tekanan yang jelas dan memahami kapan harus menutup jalur umpan.
Kami juga harus memperhitungkan risiko ketika tekanan pertama berhasil dilewati lawan. Lini pertahanan harus siap menghadapi ruang yang terbuka di belakang. Transisi bertahan sama pentingnya. Ketika kehilangan bola, pemain harus segera menentukan apakah situasinya memungkinkan untuk merebut bola kembali atau mengharuskan mereka membangun struktur pertahanan.
Kami tidak boleh membiarkan sebagian pemain mengejar bola sementara yang lain mundur tanpa koordinasi. Struktur ketika menyerang juga menentukan kemampuan bertahan. Posisi yang baik akan membantu kami mengendalikan situasi setelah kehilangan bola.
Apakah Indonesia perlu lebih berani menguasai bola ketika menghadapi tim kuat?
Penguasaan bola harus mempunyai tujuan. Kami tidak ingin mempertahankan bola hanya demi statistik, tetapi juga tidak ingin selalu menyerahkannya kepada lawan. Kemampuan mengedarkan bola secara efektif dapat membantu mengurangi tekanan. Namun, penguasaan bola yang tidak progresif juga menjadi masalah. Kami harus mampu mengubahnya menjadi penetrasi, menciptakan keunggulan posisi, atau memaksa lawan meninggalkan ruang.
Pemain harus memahami kapan memainkan umpan pendek, memindahkan bola ke sisi berlawanan, atau mengirimkannya ke depan. Jika ada peluang untuk membuat progres, mereka harus berani mengambil keputusan dengan tetap memperhitungkan risiko.
Bagaimana pendekatan menghadapi Jepang, Qatar, dan Thailand?
Melawan Jepang, kami harus memperhatikan kecepatan sirkulasi bola, pergerakan antarlini, dan kemampuan mereka menciptakan keunggulan jumlah pemain. Kami juga harus menemukan ruang yang dapat dimanfaatkan dan bersiap menghadapi periode ketika mereka mendominasi penguasaan bola.
Qatar menuntut perhatian terhadap penggunaan ruang, pengaturan tempo, dan kemampuan lini depan menciptakan peluang. Kami harus menjaga jarak antarlini agar lawan tidak leluasa menerima bola di area berbahaya. Ketika mendapatkan kesempatan menyerang, kami harus memanfaatkan ruang dengan cepat karena peluang melawan tim terorganisasi tidak selalu datang berkali-kali.
Sementara itu, pertandingan melawan Thailand mempunyai konteks rivalitas regional. Namun, kami tidak boleh terlalu terikat pada sejarah pertemuan. Kami harus mempelajari kondisi terkini, karakter pemain, dan pendekatan taktik mereka. Hasil pertemuan sebelumnya bisa memberikan kepercayaan diri, tetapi tidak menjamin hasil yang sama. Setiap pertandingan membutuhkan persiapan baru.
Apa yang harus diperbaiki agar Indonesia lebih efektif mencetak gol?
Efektivitas mencetak gol tidak hanya bergantung pada kemampuan penyerang menyelesaikan peluang. Proses yang mendahului peluang juga sangat penting. Kami harus meningkatkan kualitas umpan terakhir, pergerakan tanpa bola, dan kemampuan menciptakan keunggulan di sekitar kotak penalti. Penyerang perlu memahami kapan bergerak ke tiang dekat, menyerang ruang di antara bek tengah, atau mempertahankan posisi untuk memberikan pilihan umpan dari lini kedua.
Pemain sayap juga harus mampu membaca situasi. Mereka tidak selalu perlu menggiring bola melewati lawan. Pergerakan sederhana untuk menarik bek terkadang cukup membuka ruang bagi rekan setim. Kami akan mengevaluasi kualitas peluang, bukan hanya jumlahnya. Tujuan akhirnya adalah mengubah penguasaan bola menjadi ancaman nyata.
Bagaimana menentukan komposisi pemain untuk Piala Asia 2027?
Seleksi harus didasarkan pada kebutuhan tim dan performa pemain. Kami akan mempertimbangkan kemampuan teknis, kondisi fisik, pemahaman taktik, konsistensi di klub, dan kemampuan beradaptasi dengan tuntutan sepak bola internasional. Nama besar tidak otomatis menjamin tempat di skuad. Pemain yang belum banyak mendapat perhatian publik tetap mempunyai kesempatan apabila menunjukkan kualitas dan memenuhi kebutuhan tim.
Kami juga harus mempertimbangkan keseimbangan posisi. Tim membutuhkan bek yang bisa menghadapi berbagai situasi, gelandang dengan karakter berbeda, serta penyerang yang memberikan variasi pilihan. Pemain cadangan pun harus mempunyai peran jelas karena mereka dapat menentukan hasil melalui pergantian pemain. Kami ingin membangun persaingan sehat. Setiap pemain harus mengetahui bahwa performanya dinilai secara objektif dan kesempatan selalu terbuka selama mereka memenuhi standar.
Bagaimana menyeimbangkan peran pemain diaspora, pemain liga domestik, dan pemain muda?
Terpenting adalah kualitas dan kontribusi terhadap tim. Pemain yang berkarier di luar negeri mungkin membawa pengalaman berbeda, tetapi pengalaman tersebut harus diterjemahkan menjadi kontribusi nyata di lapangan. Pada saat yang sama, kami harus membuka ruang bagi pemain yang berkembang di kompetisi domestik. Kami tidak boleh membuat kesimpulan hanya berdasarkan nama liga. Menit bermain, kualitas lawan, peran di klub, dan perkembangan performa harus menjadi pertimbangan.
Pemain muda juga mempunyai kesempatan, selama mereka siap secara teknis, matang dalam mengambil keputusan, dan mampu menghadapi tekanan. Mereka membutuhkan dukungan dari pemain berpengalaman serta kesempatan bermain secara bertahap. Kami ingin membangun tim yang mampu bersaing sekarang sekaligus mempunyai fondasi untuk masa depan. Kedua tujuan itu dapat berjalan bersama apabila proses pembinaan dirancang dengan baik.
Bagaimana menghadapi tekanan publik dan ekspektasi suporter?
Dukungan suporter merupakan salah satu kekuatan besar sepak bola Indonesia. Kami menyadari bahwa tim nasional memiliki hubungan emosional yang kuat dengan masyarakat. Namun, tekanan harus dikelola agar tidak mengganggu pengambilan keputusan. Pemain tidak dapat mengendalikan semua komentar publik, tetapi mereka dapat mengendalikan persiapan, sikap, komunikasi, dan usaha di lapangan.
Saya ingin pemain bangga mengenakan seragam Indonesia tanpa merasa harus menyelesaikan seluruh persoalan sepak bola nasional sendirian. Tanggung jawab mereka adalah menjalankan tugas sebaik mungkin dengan profesionalisme dan komitmen.
Cara mengukur keberhasilan di Piala Asia 2027 dan menjaga ambisi menuju Piala Dunia 2030?
Hasil akhir tetap menjadi bagian utama penilaian karena kami bermain untuk memenangkan pertandingan dan mencapai target. Namun, kami juga harus melihat kualitas prosesnya: identitas permainan, kemampuan menjalankan rencana taktik, efektivitas serangan, dan konsistensi pertahanan. Evaluasi harus didasarkan pada bukti, termasuk rekaman pertandingan, data fisik, dan pengamatan staf pelatih. Yang terpenting, hasil evaluasi harus diterjemahkan menjadi perbaikan dalam latihan.
Piala Asia 2027 menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan Indonesia menghadapi lawan kuat di tingkat kontinental. Pengalaman itu dapat membantu kami memahami yang harus ditingkatkan untuk menghadapi kualifikasi Piala Dunia berikutnya. Namun, kami tidak boleh mengorbankan persiapan turnamen saat ini demi memikirkan terlalu jauh ke depan. Fokus terdekat adalah membangun skuad yang siap bertanding, meningkatkan kualitas permainan, dan mencapai target di Piala Asia. Perjalanan menuju Piala Dunia membutuhkan konsistensi dalam pembinaan pemain, kualitas kompetisi, dan kesiapan tim nasional.
Pesan untuk suporter Indonesia menjelang Piala Asia?
Dukungan suporter sangat berarti bagi para pemain. Kami menyadari besarnya harapan masyarakat dan tanggung jawab yang datang bersama seragam merah putih. Kami akan berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin dan ingin para pemain tampil dengan keberanian, disiplin, serta komitmen untuk mewakili negara.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Redaktur Pelaksana
Berita Terkait:
-
Indosat Perkuat Jaringan Jakarta Raya Jelang Nataru 2025/2026
-
Sir Francis Drake dan Awal Terungkapnya Pesisir Selatan Jawa di Peta Eropa
-
Wagub Rano Sambut Delegasi Busan di Balai Kota, Bahas Masa Depan Industri Film Jakarta
-
Sudin Lingkungan Hidup tutup TPS Gang Macan Duri Kepa Jakbar
-
Indosat Andalkan AI untuk Jaga Kualitas Jaringan Sepanjang Nataru 2025/2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.