UPH Latih Anak Kampung Nelayan Cilincing Bikin Video Jurnalistik
Kamis, 29 Okt 2026, 19:50 WIBJAKARTA - Program Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM) Universitas Pelita Harapan (UPH) menggelar workshop jurnalistik digital bagi 40â50 anak di Kampung Nelayan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital sekaligus membekali anak-anak dengan keterampilan mengolah cerita tentang kehidupan masyarakat pesisir melalui media audiovisual.
Berkolaborasi dengan Jurnalis Cilik, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghadirkan pemateri profesional dari media nasional dan lokal. Para peserta mendapatkan pengenalan jurnalistik melalui praktik storytelling, videografi, produksi video, penyuntingan, hingga pemutaran dan evaluasi hasil karya.
Workshop berlangsung pukul 09.00â12.00 WIB dengan fokus pada pengembangan kreativitas dan kemampuan anak dalam menyampaikan informasi secara menarik. Melalui pendampingan para pemateri, peserta belajar menggali ide cerita, merekam gambar, mengolah video, serta menyusun kisah berdasarkan pengalaman dan lingkungan mereka sehari-hari.
Dosen pendamping kegiatan, Dr. Santi Delliana, S.Sos., M.I.Kom., menjelaskan bahwa jurnalistik bukan sekadar kemampuan teknis dalam menghasilkan konten. Menurutnya, proses jurnalistik juga membutuhkan kemauan untuk mendengarkan, mengamati, dan memahami pengalaman masyarakat yang menjadi sumber cerita.
âKami tidak hanya ingin mengajarkan cara membuat video. Lewat kegiatan ini, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM) UPH belajar bahwa jurnalistik dimulai dari kemauan untuk mendengar dan melihat dengan sungguh-sungguh. Anak-anak di Kampung Nelayan Cilincing punya banyak cerita tentang laut, keluarga, dan keseharian mereka, tetapi cerita-cerita itu jarang muncul di media. Dengan bekal storytelling, teknik dasar perekaman, dan editing, kami berharap mereka dapat menceritakan kampung mereka dengan suara mereka sendiri. Bagi mahasiswa, ini kesempatan untuk membawa ilmu dari ruang kelas ke tengah masyarakat dan melihat langsung manfaatnya,â ujar Santi.
Pendiri Jurnalis Cilik, Syamsudin Ilyas, menyampaikan bahwa para peserta menyambut positif pelaksanaan workshop tersebut. Kegiatan ini menjadi pengalaman pertama bagi mereka untuk mengenal jurnalistik digital, terutama proses pembuatan dan penyuntingan video.
Menurut Syamsudin, pengenalan keterampilan jurnalistik sejak dini dapat membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menyampaikan gagasan melalui media digital. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar agar semakin banyak anak memperoleh pengalaman belajar jurnalistik secara langsung.
Melalui praktik yang diberikan, anak-anak didorong untuk melihat lingkungan sekitar sebagai sumber ide cerita yang dapat diolah menjadi karya audiovisual. Kehidupan keluarga nelayan, aktivitas di pesisir, dan pengalaman sehari-hari menjadi bagian dari potensi cerita yang dapat mereka sampaikan kepada khalayak lebih luas.
Workshop ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal tahapan produksi konten secara lebih terstruktur. Mulai dari menentukan ide, merekam gambar, menyunting video, hingga mengevaluasi hasil akhir, setiap proses menjadi bagian dari pembelajaran untuk menghasilkan cerita yang informatif dan menarik.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan tim pelaksana yang terdiri atas Angel sebagai ketua tim, Santi Delliana sebagai anggota dosen, serta Frisca, Rade Situti, dan Tiffani Yulita sebagai anggota mahasiswa. Kolaborasi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa MIKOM UPH untuk menerapkan pengetahuan komunikasi yang diperoleh di bangku kuliah dalam kegiatan edukasi bersama masyarakat.
Melalui keterlibatan langsung, mahasiswa tidak hanya membagikan pengetahuan tentang jurnalistik digital, tetapi juga belajar memahami kebutuhan dan karakteristik peserta. Interaksi tersebut mempertemukan pendekatan akademis dengan praktik komunikasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir.
MIKOM UPH berharap workshop ini dapat membantu meningkatkan literasi digital anak-anak sekaligus membangun kepercayaan diri mereka dalam menyampaikan ide dan pengalaman. Kemampuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak untuk memanfaatkan media digital secara kreatif dan produktif.
Selain memberikan manfaat bagi peserta, kegiatan ini diharapkan memperkuat kolaborasi edukatif antara perguruan tinggi, praktisi media, dan masyarakat. Keberlanjutan program serupa dapat membuka lebih banyak ruang bagi anak-anak untuk belajar jurnalistik, mengembangkan keterampilan bercerita, serta memperkenalkan kehidupan komunitas mereka melalui karya yang dibuat sendiri.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
California Dikepung Kebakaran Hutan, Wilayah Selatan Berlakukan Evakuasi Darurat
-
Tradisi nadran nelayan Cilincing Jakarta
-
Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat untuk Pulihkan Anak Korban Kekerasan Ekstremisme di DIY
-
Sembilan Gol Indonesia Hiasi Laga Kontra Bangladesh
-
Langkah Strategis Komdigi Mendapat Sorotan Akademisi UI dalam Forum Global di Moskow
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.