BNPB Siaga Antisipasi Titik Api Baru di Pulau Sumatera dan Kalimantan

Kamis, 29 Okt 2026, 03:17 WIB

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiagakan personel dan peralatan di sejumlah wilayah untuk mengantisipasi munculnya titik api baru di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.

“Tentu tetap kami siagakan, baik itu personel maupun peralatan yang ada di kabupaten/kota di mana wilayah terbakar terjadi,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers yang diikuti secara daring dari Jakarta, Rabu (28/10).

Ket. Foto: Tangkapan layar - Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan paparan dalam konferensi pers yang diikuti secara daring dari Jakarta, Rabu (28/10/2026). — Sumber: Antara

Lebih lanjut, Berton menyampaikan bahwa personel yang disiagakan itu tersebar di sejumlah provinsi, antara lain Kalimantan Tengah sebanyak 16.387 personel, Kalimantan Barat 14.458 personel, Sumatera Selatan 12.287 personel, dan Kalimantan Selatan 7.927 personel.

Selain personel, peralatan penanganan karhutla juga tetap disiagakan BNPB melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, serta satuan tugas di tingkat kabupaten dan kota.

Kemudian, Berton menyatakan kesiapsiagaan BNPB tersebut tetap dipertahankan, meskipun titik api di sejumlah wilayah dilaporkan menurun. Langkah itu, kata dia, dilakukan untuk memastikan personel dan peralatan tetap tersedia apabila kebakaran kembali muncul.

Terkait penanganan melalui jalur udara, BNPB juga menyiagakan 61 armada yang terdiri atas 24 armada untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca serta 37 armada untuk pengeboman air atau water bombing.

Operasi modifikasi cuaca juga dilakukan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan guna mendukung pembasahan lahan serta mengurangi potensi meluasnya kebakaran.

Saat ini, Berton menyampaikan pihaknya mencatat per 28 Oktober luas lahan yang terbakar di empat provinsi mencapai 359 hektare. “Kami secara rinci bisa menyampaikan Kalimantan Tengah 10 hektare, Kalimantan Selatan 75 hektare, Kalimantan Barat 12 hektare, dan Sumatera Selatan sebesar 262 hektare,” kata dia.

Malaysia dan Singapura

Terpisah,Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Indonesia mendengar perhatian dan kritik Malaysia serta Singapura terkait kabut asap lintas batas akibat karhutla. “Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan, kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji,” kata Dasco dalam pidato peringatan 98 Tahun Sumpah Pemuda di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.

Dasco mengatakan DPR RI menghargai perhatian negara-negara tetangga tanpa harus menerima setiap penilaian yang disampaikan. Menurut dia, hal terpenting ialah melindungi warga terdampak, memperkuat pencegahan dan penegakan hukum, serta memulihkan lingkungan.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan pertanggungjawaban pelaku usaha, termasuk perusahaan yang memiliki rantai kegiatan lintas negara. Ant/S-2

  • penanganan karhutla

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.