Boikot Tiongkok Mengancam Bisnis Real Madrid, Kontroversi Mbappe Berujung Permintaan Maaf

Kamis, 29 Okt 2026, 03:04 WIB

Madrid – Menghadapi aksi boikot yang meluas di Tiongkok menyusul kontroversi yang dipicu komentar Kylian Mbappe tentang Mao Zedong, Real Madrid turut menyampaikan permintaan maaf pada Selasa (27/10).

Langkah tersebut secara luas dipandang sebagai upaya klub raksasa Spanyol yang telah 15 kali menjuarai kompetisi Eropa itu untuk melindungi kepentingan komersialnya di Tiongkok.

Ket. Foto: Para pemain Real Madrid saat menjalani tur ke Tiongkok pada 2011. Negara tersebut merupakan pasar yang sangat menguntungkan bagi klub raksasa Spanyol itu. — Sumber: AFP

Kontroversi mencuat setelah sebuah video pendek menampilkan meme yang menggambarkan Mbappe sebagai Mao Zedong, yang disebutnya sebagai "diktator Tiongkok".

Tiga sponsor telah memutuskan kerja sama dengan Mbappe, sementara stasiun televisi pemerintah Tiongkok menghentikan sementara siaran pertandingan Liga Spanyol. Situasi tersebut mengancam strategi pengembangan La Liga di pasar internasional.

Pasar Utama La Liga

Permintaan maaf yang disampaikan La Liga dan presidennya, Javier Tebas, serta Mbappe dan Real Madrid, sejauh ini belum berhasil meredakan situasi.

Namun, rangkaian permintaan maaf tersebut menyoroti betapa pentingnya pasar Tiongkok bagi sepak bola Spanyol.

Seorang sumber internal La Liga mengatakan kepada AFP bahwa Tiongkok dan Amerika Serikat saja menyumbang "mayoritas" pendapatan hak siar internasional, yang nilainya mencapai 748 juta euro (834 juta dolar AS) untuk musim 2024-2025.

Menurut La Liga, pertandingan yang disiarkan stasiun televisi pemerintah CCTV termasuk di antara acara olahraga yang paling banyak ditonton di negara tersebut.

Sejak 2016, La Liga bahkan menyesuaikan jadwal pertandingannya dengan zona waktu Asia. Kebijakan tersebut memungkinkan liga itu meningkatkan jumlah penonton secara signifikan dan, sebagai dampaknya, mendongkrak nilai hak siar televisi internasional.

Pada 3 Agustus, La Liga mengumumkan kesepakatan baru dengan perusahaan digital Migu, anak usaha China Mobile, untuk menyiarkan 380 pertandingan setiap musim hingga 2030. La Liga menyatakan kesepakatan tersebut menegaskan "komitmen jangka panjang liga untuk mengembangkan basis penggemarnya di Tiongkok".

Penjualan Jersey dan Sponsor

Selain kontrak global tersebut, dua raksasa sepak bola Spanyol, Real Madrid dan Barcelona, masing-masing memiliki investasi bernilai jutaan euro di Tiongkok.

Menurut surat kabar Marca yang berafiliasi dengan Real Madrid, klub ibu kota Spanyol itu memperoleh sekitar 10 hingga 15 persen penjualan jersey dan produk merchandise-nya dari pasar Tiongkok.

Real Madrid juga menjadikan sejumlah perusahaan Tiongkok sebagai sponsor utama, termasuk Hisense, perusahaan taruhan olahraga Kaiyun Sports, dan produsen ban Linglong Tire.

Presiden Real Madrid yang telah lama menjabat, Florentino Perez, meraup kekayaannya dari sektor konstruksi melalui grup perusahaan terbuka ACS. Perusahaan tersebut memiliki sejumlah anak usaha di Tiongkok dan Hong Kong.

Sebagai bagian dari kesepakatan pengembangan antara La Liga dan lembaga olahraga Tiongkok, Real Madrid dan Barcelona dalam beberapa tahun terakhir beberapa kali menjalani pertandingan persahabatan pramusim di Asia melawan tim dari Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Dalam pernyataan untuk merayakan Tahun Baru Imlek, Barcelona, yang telah membuka sejumlah akademi sepak bola di Tiongkok, memperkirakan jumlah pendukungnya di Asia "lebih banyak dibandingkan gabungan pendukungnya di Eropa dan Amerika".

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.