Regenerasi Dalang, Cara Gunungkidul Jaga Wayang di Tengah Gempuran Budaya Asing

Selasa, 20 Okt 2026, 13:30 WIB

GUNUNGKIDUL—Regenerasi pelaku seni pedalangan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Gunungkidul di tengah kecenderungan sebagian generasi muda yang lebih tertarik pada seni dan budaya luar negeri. Festival Pedalangan Anak dan Remaja 2026 pun menjadi salah satu ruang untuk mengenalkan kembali pewayangan sekaligus menjaring calon dalang muda potensial.

Festival yang digelar Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul tersebut berlangsung selama empat hari, 19–22 Oktober 2026, di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menilai minat generasi muda terhadap kesenian tradisional masih perlu diperkuat. Sebagian anak muda dinilai lebih tertarik terhadap budaya dari luar, sedangkan kesenian tradisional terkadang dipandang kurang sesuai dengan perkembangan zaman.

Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam menjaga keberlanjutan seni tradisional. Menurut Endah, pewayangan bukan hanya memiliki nilai sebagai seni pertunjukan, tetapi juga membawa pesan moral yang dapat diwariskan antargenerasi.

“Seni pedalangan bukan sekadar tontonan, melainkan juga tuntunan. Di dalam setiap kisah pewayangan terkandung berbagai nasihat luhur mengenai budi pekerti, keutamaan, dan kebaikan,” ujar Endah saat membuka Festival Pedalangan Anak dan Remaja 2026, Senin (19/10).

Menurut dia, wayang kulit dan wayang golek merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan internasional. Karena itu, pelestariannya membutuhkan keterlibatan generasi muda agar tidak kehilangan penerus.

Festival pedalangan anak dan remaja juga diarahkan sebagai sarana pembelajaran serta pengembangan kemampuan calon dalang. Para peserta diharapkan tidak hanya menguasai keterampilan pertunjukan, tetapi juga memahami nilai budaya yang terkandung dalam pewayangan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Agung Danarto, mengatakan pembinaan seni pedalangan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga keberadaan kesenian tersebut di tengah perubahan zaman.

Pembinaan sejak usia muda juga diharapkan dapat kembali melahirkan dalang asal Gunungkidul yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional maupun internasional.

Agung mengingatkan Gunungkidul pernah meraih juara umum dalam ajang pedalangan internasional pada 2017. Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi dalang-dalang muda untuk meningkatkan kemampuan dan mencatatkan prestasi serupa.

Melalui festival tersebut, regenerasi pelaku seni pedalangan diharapkan terus berjalan sehingga pewayangan tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi tetap hidup dan berkembang bersama generasi baru.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.