Gunung Ibu di Maluku Utara Meletus Lima Kali dalam Hitungan Jam

Selasa, 20 Okt 2026, 13:47 WIB

JAKARTA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Gunung Ibu yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, meletus sebanyak lima kali berturut-turut hanya dalam hitungan jam pada Selasa (20/10).

Kepala Badan Geologi Lana Saria di Jakarta, Selasa, mengatakan rangkaian aktivitas vulkanik tersebut tercatat berlangsung sejak dini hari hingga siang ini dengan tinggi kolom abu bervariasi antara 300 hingga 500 meter di atas puncak.

Ket. Foto: Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara meletus. — Sumber: antara foto

Berdasarkan laporan pos pengamatan, erupsi pertama terjadi pada pukul 03.52 WIT dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 300 meter berwarna kelabu dengan intensitas sedang yang condong ke arah timur. Letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 37 detik.

Aktivitas letusan kembali berulang pada pukul 09.55 WIT dengan ketinggian kolom abu yang sama yakni 300 meter di atas puncak, condong ke arah timur laut serta terekam beramplitudo maksimum 28 milimeter dengan durasi 1 menit 24 detik.

Tidak lama berselang, menurut Lana, letusan ketiga tercatat pada pukul 10.30 WIT dengan elevasi kolom abu mencapai 500 meter di atas puncak yang mengarah ke barat laut. Letusan ini memiliki durasi 1 menit 13 detik dengan amplitudo maksimum 28 milimeter.

Dia menambahkan intensitas erupsi berlanjut pada siang hari, masing-masing tercatat pada pukul 13.10 WIT dengan tinggi kolom abu 300 meter condong ke arah barat, serta erupsi kelima pada pukul 14.39 WIT dengan tinggi kolom abu 300 meter mengarah ke timur laut. Sebagian besar letusan terekam dengan karakteristik amplitudo maksimum yang seragam, yakni 28 milimeter.

Menyusul rangkaian aktivitas tersebut, Badan Geologi menyatakan status Gunung Ibu saat ini masih berada pada Level II atau Waspada.

Badan Geologi memperketat rekomendasi keselamatan dengan melarang masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan, beraktivitas di dalam radius dua kilometer serta perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif.

Selain itu warga yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk mengenakan pelindung pernapasan berupa masker serta pelindung mata apabila terjadi hujan abu vulkanik di sekitar kawasan terdampak.

Masyarakat juga diminta untuk tetap menjaga kondusivitas lingkungan, tidak menyebarkan informasi atau narasi bohong (hoaks), serta senantiasa merujuk pada arahan resmi dari Pemerintah Daerah maupun Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici, Halmahera Barat.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.