Pemerintah Aceh Minta Peternak Manfaatkan Pembiayaan Murah untuk Ubah Kandang Konvensional ke Sistem Closed House

Selasa, 20 Okt 2026, 13:46 WIB

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh meminta pengusaha peternakan di provinsi setempat dapat memanfaatkan pembiayaan murah guna memperbaharui kandang konvensional ke sistem closed house guna meningkatkan produksi. 

“Berdasarkan pertemuan Dinas Peternakan Aceh dengan pihak perbankan, tahun 2026 tersedia pembiayaan berbiaya murah untuk sektor peternakan yang merupakan bagian pemulihan dari dampak bencana banjir akhir November 2025,” kata Asisten II Setda Aceh, T Robby Irza, di Banda Aceh, Senin (19/10).

Ket. Foto: Kandang ayam petelur di UPTD BTNR Saree, Aceh Besar. — Sumber: ANTARA

Pembiayaan berbiaya murah tersebut harus segera dimanfaatkan oleh para pengusaha peternakan agar usaha yang ditekuni saat ini dapat naik kelas sekaligus meningkatkan produksi guna memenuhi permintaan pasar. 

“Saya sudah sampaikan ke Kadisnak (Kepala Dinas Peternakan) agar informasi ini dapat segera disampaikan kepada seluruh pengusaha peternakan, sehingga kesempatan tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan guna mendukung peningkatan produksi dan tentu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Menurut dia, sistem closed house bisa mengontrol suhu dan kelembapan, sirkulasi udara bisa terjaga dan kapasitas muat bisa lebih banyak. Kandang biasa 8 ekor per meter persegi tapi kalau close house bisa 14 sampai 18 ekor per meter persegi.

Pihaknya optimistis dengan penerapan sistem closed house dalam budi daya ayam pedaging akan mampu memenuhi permintaan pasar sekaligus menjaga stabilitas harga.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh mendorong para pelaku usaha peternakan dan kelompok binaan UPTD BTNR Saree dapat memanfaatkan sistem closed house guna menggenjot produksi dan memenuhi permintaan ayam pedaging di provinsi setempat.

“Pemerintah Aceh tidak hanya melakukan intervensi pada harga dan distribusi, tetapi juga mulai mendorong penguatan produksi. Salah satu langkah adalah peningkatan kapasitas dan kualitas kandang, termasuk mendorong peningkatan dari kandang konvensional menjadi sistem closed house,”kata Asisten II Setda Aceh, T Robby Irza.

Ia menjelaskan upaya intervensi harga dan juga peningkatan kapasitas dan kualitas kandang merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Aceh dalam memenuhi ketersediaan menyusul tingginya permintaan ayam pedaging di provinsi itu.

  • Pemerintah Aceh
  • Peternak Ayam

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.