Antrean BBM Bali Mulai Normal, YLPK Desak Audit Distribusi
Selasa, 20 Okt 2026, 00:00 WIBDenpasar - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri berjanji kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali selama beberapa hari terakhir tidak akan terulang.
âKami berjanji dan berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terulang di kemudian hari,â kata Simon setelah mengikuti rapat koordinasi penanganan BBM di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, Bali, Senin (19/10).
Dikutip dari Antara, Simon kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas kendala pasokan dan distribusi BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
âSaya atas nama Pertamina Grup sebagai Direktur Utama dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,â ujarnya.
Ia juga berterima kasih atas kesabaran masyarakat serta dukungan berbagai pihak dalam menangani persoalan tersebut, termasuk Gubernur Bali Wayan Koster, Polda Bali, Kodam IX/Udayana, dan instansi terkait lainnya.
Dalam kondisi normal, konsumsi Pertalite di Bali rata-rata mencapai sekitar 2.200 kiloliter per hari, sedangkan Pertamax sekitar 1.000 kiloliter per hari. Namun, selama terjadi antrean panjang dalam beberapa hari terakhir, konsumsi Pertalite meningkat hingga sekitar 3.000 kiloliter per hari.
âKami telah melakukan evaluasi dan akan terus melakukan upaya-upaya terbaik agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik pada masa mendatang,â kata Simon.
Seiring dengan penanganan pasokan, antrean pembelian BBM di sejumlah SPBU di Bali dilaporkan telah berkurang signifikan. Kondisi di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung bahkan disebut sudah kembali normal.
Salah satu langkah yang diterapkan untuk mengurai antrean adalah pengaturan pembelian Pertalite berdasarkan nomor polisi kendaraan dengan skema ganjil-genap. Kebijakan yang sebelumnya berlaku pada 17-19 Oktober 2026 itu diperpanjang oleh Gubernur Bali Wayan Koster hingga 23 Oktober 2026 dan akan terus dievaluasi.
Koster mengatakan perpanjangan kebijakan tersebut diputuskan setelah melihat efektivitas penerapannya dalam mengurangi antrean di berbagai SPBU di Bali.
âKami akan memperpanjang pengaturan ganjil genap yang berakhir terakhir hari ini, itu akan ditambahkan mulai besok sampai hari Jumat tanggal 23 Oktober nanti,â kata Koster di Denpasar, Senin, seusai rapat koordinasi bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina.
Di tengah membaiknya kondisi antrean, Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali mengingatkan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan stok, kecukupan pasokan, kesiapan infrastruktur, dan distribusi BBM di Pulau Dewata.
Direktur YLPK Bali I Putu Armaya mengatakan penanganan persoalan BBM tidak cukup hanya mengandalkan percepatan pengiriman, tetapi juga harus mencakup perbaikan sistem distribusi dan pengawasan dari hulu hingga SPBU.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Pramuka Deli Serdang Dorong Anggota Jadi Konten Kreator untuk Sebarkan Informasi Positif di Medsos
-
Seperti Apa Akhir Kisah Manchester City? Apakah Degradasi dari Liga Premier? Sungguh Petir di Siang Bolong!
-
Dibangun Anak Bangsa, KRISTAInterFOOD Perkuat Posisinya sebagai Platform Industri F&B Indonesia Selama 27 Tahun
-
Pemanfaatan Rooftop di Kelurahan Tangki untuk Pertanian Perkotaan
-
PT Wook dan Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Rp143 Juta untuk Penyintas Bencana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.