PT Wook dan Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Rp143 Juta untuk Penyintas Bencana
Senin, 05 Okt 2026, 15:40 WIBJAKARTA - PT Wook Global Technology bersama Dompet Dhuafa menyalurkan bantuan senilai Rp143.960.749 untuk mendukung pemulihan penyintas bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan. Bantuan tersebut merupakan hasil dukungan perusahaan serta partisipasi aktif karyawan PT Wook Global Technology.
Penyaluran bantuan dilakukan di Philanthropy Building Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, pada Kamis (24/9/2026). Dukungan tersebut diarahkan untuk membantu kebutuhan masyarakat terdampak yang masih menjalani proses pemulihan setelah bencana, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Dari total bantuan tersebut, Rp56.880.800 disalurkan dalam bentuk donasi alat tulis sekolah. Sementara itu, Rp87.079.949 merupakan donasi perusahaan yang terdiri dari Rp7.079.949 melalui kanal Dompet Dhuafa dan Rp80 juta dari perusahaan Wook.
Direktur Resources Mobilization Dompet Dhuafa Etika Setiawanti mengatakan fase setelah bencana kerap menjadi periode yang berat bagi penyintas. Ketika perhatian publik mulai beralih, kebutuhan masyarakat terdampak untuk membangun kembali kehidupan justru masih membutuhkan dukungan secara berkelanjutan.
"Di fase pemulihan inilah pendampingan berkelanjutan sangat krusial. Saat ini Dompet Dhuafa tengah berikhtiar menghadirkan 200 unit Rumah Sementara (Rumtara) bagi penyintas gempa NTT, yang peletakan batu pertamanya telah dimulai," tutur Etika.
Menurut Etika, pemulihan yang dilakukan Dompet Dhuafa tidak hanya berfokus pada tempat tinggal sementara bagi penyintas. Rekonstruksi sekolah, ruang kesehatan, sarana ibadah, serta penguatan ekonomi warga juga menjadi bagian dari upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana.
"Selain itu, kami juga memfokuskan pemulihan pada rekonstruksi sekolah, ruang kesehatan, sarana ibadah, serta pendorong ekonomi warga. Semoga donasi yang dipercayakan pada kami, bisa disalurkan dengan tepat, aman, dan baik," ujarnya.
Sementara itu, Manager Program Dompet Dhuafa Widodo mengatakan kondisi di lapangan masih membutuhkan penanganan yang cepat dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Tim Dompet Dhuafa hingga kini masih berada di sejumlah titik krisis, baik di wilayah Flores maupun di tengah kondisi Karhutla di Kalimantan.
"Di Kalimantan, dampak Karhutla masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Api yang belum sepenuhnya padam di kedalaman gambut serta semakin jauhnya sumber air bersih menjadi tantangan pemadaman," terang Widodo.
Kondisi tersebut turut berdampak pada warga, khususnya anak-anak dan lansia yang kesulitan mendapatkan udara yang layak untuk dihirup. Untuk membantu warga menghadapi kondisi tersebut, Dompet Dhuafa menghadirkan program Safe House berupa ruang aman yang dilengkapi filter udara.
"Hal ini juga membuat warga, terutama anak-anak dan lansia, kesulitan mendapatkan udara layak hirup. Untuk itu, kami menghadirkan program Safe Houseâruang aman berfilter udaraâsebagai tempat berlindung dan bernapas lega bagi warga terdampak ketika beraktivitas," kata Widodo.
Dukungan PT Wook juga diarahkan untuk memastikan anak-anak terdampak bencana tetap dapat menjalani kegiatan belajar di tengah keterbatasan. Bantuan alat tulis sekolah diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan selama proses pemulihan berlangsung.
Ketua Tim CSR dan Organizational Development & Training Management PT Wook Global Technology Junaidi mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana di NTT dan Kalimantan. Menurutnya, perusahaan juga ingin memberikan ruang bagi karyawan untuk ikut terlibat dalam kegiatan kemanusiaan.
"Seiring berjalan, tentu kami turut empati atas kejadian-kejadian yang menimpa masyarakat Indonesia terutama karena bencana. Dan kami mencoba mencari partner yang tepat, lalu kami melihat Dompet Dhuafa dimana-mana," ujar Junaidi.
Junaidi mengatakan perusahaan ingin pertumbuhan bisnis berjalan beriringan dengan kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, partisipasi karyawan dalam kegiatan sosial juga didorong sebagai bagian dari kepedulian terhadap sesama.
"Melalui hal seperti ini juga, kami melibatkan partisipasi aktif karyawan untuk saling peduli dengan kemanusiaan. Bantuan kami mungkin tidak bisa menyelesaikan masalah, tapi paling tidak bantuan ini bisa meringankan kebutuhan masyarakat yang berjuang dari bencana," katanya.
Menurut Junaidi, bantuan paket alat tulis sekolah diberikan karena pendidikan menjadi salah satu perhatian perusahaan dalam proses pemulihan pascabencana. Anak-anak sekolah dinilai menjadi kelompok yang membutuhkan dukungan agar tetap dapat belajar meski berada dalam kondisi yang berbeda akibat bencana.
"Bantuan paket sekolah ini kami gulirkan juga selain karena concern dengan bidang pendidikan, kami melihat dalam proses pemulihan ini para anak-anak sekolah rentan dalam pembelajaran. Maka kami ingin adik-adik tidak kesulitan belajar meski dalam situasi berbeda," tegas Junaidi.
Ia berharap kolaborasi dengan Dompet Dhuafa dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama membantu penyintas bangkit setelah menghadapi bencana.
Kolaborasi PT Wook Global Technology dan Dompet Dhuafa menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap masyarakat yang masih berada dalam fase pemulihan. Bantuan yang diberikan tidak hanya menyasar kebutuhan langsung, tetapi juga pendidikan dan dukungan bagi kelompok rentan agar masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara bertahap.
- Coorporate Sosial Responsibility (CSR)
- Dompet Dhuafa
- penyintas bencana
- Bantuan Bencana
- Karhutla
- Bantuan Gempa NTT
- Gempa NTT
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Kemenhut Berhasil Selamatkan 100 Satwa Liar Terdampak Karhutla
-
Terdampak Kabut Asap, Pemprov Kepri Terapkan Sekolah dari Rumah bagi Siswa SMA/SMK/SLB
-
Wira Usaha Baru Harapan Tingkatkan Ekonomi
-
Atas Nama Negara, Menhan Sjafrie Anugerahkan Satyalancana Dharma Samudera kepada Personel JMSDF yang Terlibat Penanganan Karhutla
-
Bantu Warga Terdampak Gempa, Pekerja PLN Sumbang 25 Rumah Untuk Korban Bencana di Flores
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.