Ternyata Perut Bumi Jakarta Menyimpan Ribuan Artefak, Perlu Terus Digali

Jumat, 16 Okt 2026, 00:34 WIB

JAKARTA - Tentu tanpa sengaja ketika pembangunan jalur MRT Jakarta Fase 2A harus menggali bawah tanah Jakarta dan ditemukan ribuan artefak peninggalan masa lalu. Ini mestinya menggugah Pemprov Jakarta untuk menggali lokasi-lokasi yang dicurigai terdapat kandungan artefak. Caranya diteliti zaman dulu ada apa di suatu tempat. Lalu dianalisis kemungkinan-kemungkinan terkuburnya peninggalan masa lalu.

Perut jalur HI ke Kota ternyata mengandung begitu banyak artefak. Sedikitnya telah terkumpul 4.000 artefak. Ribuan peninggalan ini sudah diserahkan ke dinas kebudayaan. Sekretaris Dinas Kebudayaan Jakarta Retno Setiowati mengatakan pihaknya bekerja sama dengan tenaga ahli untuk memastikan benda-benda bersejarah dapat diteliti dan dilestarikan dengan baik.

Ket. Foto: peninggalan masa lalu — Sumber: ist

“Harus diteliti dan dimanfaatkan sebaik-baiknya karena memang cagar-cagar budaya ini adalah identitas bangsa,” kata Retno. Sementara itu, Tim Ahli Arkeologi proyek MRT Jakarta Fase 2A sekaligus Anggota Tenaga Ahli Cagar Budaya Nasional Junus Satria Atmodjo mengatakan kolaborasi antara MRT Jakarta, Dinas Kebudayaan, dan tim arkeologi menjadi kunci dalam menyelamatkan temuan sejarah.

Menurut Junus, sumber daya budaya tidak dapat diperbarui sehingga kerusakan terhadap temuan bersejarah dapat menyebabkan hilangnya data penting mengenai masa lalu. "Karena kalau kita bicara tentang resources ya, cultural resources ini kan tidak bisa diperbaharui. Sekali rusak ya rusak, dan datanya hilang. Dengan proyek yang sangat besar, kita bisa bekerjasama dan memanfaatkan data itu untuk kepentingan generasi ke depan," katanya.

Temuan-temuan tersebut nantinya akan melalui proses kurasi sebelum ditampilkan di galeri yang direncanakan berada di Stasiun Jakarta Kota dan terhubung dengan stasiun kereta rel listrik.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.