Bukan Kaleng-Kaleng! RI Targetkan Jadi Pusat Produksi Kapal Dunia

Rabu, 28 Mei 2025, 00:00 WIB

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya meningkatkan kemampuan industri galangan kapal. Sebab, industri tersebut memiliki peran strategis menopang perekonomian nasional, termasuk mendukung program hilirisasi.

Terlebih lagi, Indonesia menjadi negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu pulau. Secara alami, Indonesia memiliki posisi geostrategis dan geoekonomi sebagai kekuatan maritim utama di Asia Tenggara.

Ket. Foto: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) — Sumber: istimewa

“Sektor perkapalan menjadi salah satu andalan moda transportasi, seperti untuk menunjang logistik dalam mengangkut komoditas dan penumpang, tentu peran ini juga mendapat perhatian besar oleh pemerintah," kata Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza di sela-sela acara The 1st Indonesia Maritime Week 2025 di Jakarta, Selasa (27/5).

Saat ini, terdapat 342 galangan kapal aktif yang tersebar di 29 provinsi dengan kapasitas produksi bangunan mencapai 1 juta deadweight tonnage (DWT) per tahun dan kapasitas reparasi mencapai 12 juta DWT per tahun. Industri ini telah menyerap tenaga kerja lebih dari 46.000 orang.

Wamen Riza mengemukakan kemampuan inovasi industri galangan kapal nasional saat ini juga telah menunjukkan perkembangan signifikan, misalnya dengan mampu memproduksi berbagai jenis kapal seperti kapal niaga, kapal perikanan, kapal penumpang, kapal militer atau patroli, serta berbagai jenis kapal lainnya.

Dia mencontohkan PT PAL Indonesia berhasil memproduksi Kapal Cepat Rudal (KCR) yang digunakan oleh TNI AL, serta kapal Landing Platform Dock (LPD) yang telah diekspor ke Filipina.

"Capaian tersebut menunjukkan potensi industri galangan kapal nasional mampu memenuhi kebutuhan kapal berkualitas tinggi, baik untuk pasar domestik maupun internasional," ujarnya.

Saat ini, terdapat 127 perusahaan komponen bersertifikasi marine class dan lebih dari 560 sertifikat TKDN telah diterbitkan. Kandungan lokal dalam produksi kapal sudah mencapai lebih dari 40 persen untuk jenis kapal tertentu.

Di tingkat global, industri perkapalan tengah mengalami transformasi struktural, di mana teknologi digital mulai diadopsi dalam proses desain dan produksi. Di sisi lain, komitmen global terhadap dekarbonisasi mulai mendesak industri perkapalan dunia untuk bertransformasi menuju kapal berbasis energi ramah lingkungan (green ships).

“Indonesia harus berada di garis depan dalam mengadopsi dan mengembangkan teknologi ini," tegas Wamenperin.

  • Industri Perkapalan

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.