Tobat Ekologis Perkuat Adiwiyata Sekolah Tangerang

Kamis, 15 Okt 2026, 01:05 WIB

TANGERANG – Beberapa satuan pendidikan diharapkan ambil bagian dalam “tobat ekologis” guna memperkuat implementasi Adiwiyata di lingkungan sekolah Kota Tangerang. “Gerakan Tobat Ekologis dicanangkan sebagai tindak kepedulian sejak dini untuk menguatkan program pembentukan kebiasaan cinta lingkungan. Selain itu, juga untuk meningkatkan sarana dan prasarana sekolah sejalan dengan visi pelestarian lingkungan secara berkelanjutan,” tandas Kepala DLH Kota Tangerang, Yudi Pradana, Rabu (14/10).

Selain itu, Gerakan Tobat Ekologis diarahkan menjadi aksi nyata pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah, sanitasi, konservasi air dan energy. Juga pembiasaan perilaku ramah lingkungan, khususnya di sekolah yang belum tersentuh program Adiwiyata. “Pelaksanaannya akan dirumuskan secara bertahap. Ini mulai dari sadar, refleksi, komitmen, perubahan, aksi, pembiasaan, hingga mengakar menjadi budaya di tengah masyarakat,” kata Yudi.

Ket. Foto: Seorang siswa sedang memberikan contoh dalam perawatan lingkungan di sekolah. — Sumber: ANTARA/HO-DLH Kota Tangerang.

Dia menambahkan gerakan ini menjadi program pengantar bagi satuan pendidikan sebelum masuk kategori Sekolah Adiwiyata. Tujuannya untuk mencetak peserta didik yang mampu menjadi agen perubahan dalam pelestarian lingkungan baik di sekolah, rumah, maupun tengah masyarakat.

“Pemkot Tangerang berharap dukungan yang diberikan dapat mewujudkan kolaborasi lintas sektor dan menumbuhkan kebiasaan menjaga lingkungan yang bersih, sehat serta berkelanjutan,” katanya.Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup mencanangkan Gerakan Pertobatan Ekologis secara nasional. Itu sebagai langkah komprehensif untuk memulihkan lingkungan hidup yang melibatkan dimensi moral, pendekatan keagamaan, dan penegakan hukum.

Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, menambahkan gerakan ini berakar dari konsep persaudaraan antarsesama. “KLH mencanangkan Gerakan Pertobatan Ekologis yang bertumpu pada perspektif utama: moral, kesadaran budaya, perspektif agama, serta penegakan hukum,” kata Jumhur Hidayat.

Dia menjelaskan, pertobatan ekologis dari sudut pandang moral dan kesadaran budaya sangat penting ditanamkan sejak dini di lingkungan pendidikan. Ini termasuk melalui Program Sekolah Adiwiyata agar siswa memiliki etika lingkungan yang tinggi.

Pameran

Sebelumnya, Dinas Indagkop UKM Kota Tangerang, menghadirkan beragam produk pilihan yang berkualitas dalam bentuk olahan pangan kemasan, camilan khas, hingga minuman olahan herbal dalam ajang pameran nasional Pangan Nusa Expo 2026 di ICE BSD.

Kepala Dinas Indagkop UKM Kota Tangerang Suli Rosadi menyampaikan, partisipasi dalam ajang nasional ini merupakan langkah nyata untuk mendorong promosi, perluasan jangkauan pasar, hingga membuka peluang ekspansi produk kuliner dan pangan kemasan ke tingkat internasional.

Pangan Nusa Expo ICE BSD dijadwalkan berlangsung tanggal 14-18 Oktober ICE BSD. Pameran bertema “Creating Business Through Local Cuisine.”

  • sekolah adiwiyata

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.