Pemkot Bandung dan Kota Cuenca Jajaki Kerja Sama Budaya, Ekonomi Kreatif dan Olahraga
📅 Kamis, 15 Okt 2026, 16:25 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjajaki pengaktian kembali kerja sama dengan Kota Cuenca, Ekuador, di sejumlah bidang potensial, mulai dari kebudayaan, ekonomi kreatif, pelestarian bangunan bersejarah, pendidikan hingga olahraga.
Peluang kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dengan Duta Besar Republik Ekuador untuk Indonesia, HE Luis Guillermo Arellano Jibaja, di Pendopo Kota Bandung, Rabu (14/10).
Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Ekuador menyampaikan keinginan untuk mengaktifkan kembali kerja sama Bandung dengan Cuenca yang sebelumnya telah dijajaki melalui penandatanganan letter of intent (LoI) Kerja Sama Kota Sahabat pada 10 Agustus 2017.
Wali Kota Farhan menyambut baik penjajakan tersebut. Menurut dia, hubungan antarkota dapat dikembangkan melalui pertukaran pengalaman dan kolaborasi yang sesuai dengan potensi masing-masing.
“Kerja sama ini perlu diarahkan pada bidang-bidang yang konkret dan dapat dilaksanakan, sehingga memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Wali Kota Farhan.
Salah satu bidang yang dibahas adalah pengembangan kebudayaan dan ekonomi kreatif. Pihak Ekuador menawarkan sejumlah kegiatan yang dapat dijajaki di Bandung, antara lain pameran cokelat, kopi, kerajinan tangan, dan tekstil, serta pemutaran film dan pertunjukan seni maupun musik tradisional Ekuador.
Wali Kota Farhan juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha cokelat artisan di Bandung. Kerja sama tersebut dapat dijajaki melalui pengenalan produk, pertukaran pengalaman, dan promosi produk cokelat dari kedua negara.
“Kota Bandung memiliki potensi di bidang musik, seni rupa, film dan berbagai kegiatan kebudayaan yang dapat dikembangkan bersama,” kata dia.
Untuk menindaklanjuti peluang tersebut, Pemkot Bandung akan menjajaki keterlibatan pusat kebudayaan, ruang pertunjukan, teater, dan komunitas seni yang berpotensi menjadi mitra penyelenggaraan kegiatan kebudayaan Ekuador di Bandung.
Pelestarian bangunan bersejarah juga menjadi salah satu bidang yang berpotensi dikembangkan melalui pertukaran pengetahuan antara Bandung dan Cuenca.
Wali Kota Farhan menjelaskan, rumah dinas Wali Kota Bandung memiliki sejarah panjang sejak dibangun pada 1875. Pengalaman dalam penataan bangunan dan pendokumentasian sejarah tersebut dapat menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan mengenai pelestarian bangunan bersejarah.
Di sisi lain, pengalaman Cuenca dalam melestarikan kawasan bersejarah dinilai dapat menjadi referensi bagi Bandung dalam memperkuat upaya perlindungan dan pengelolaan bangunan cagar budaya.
“Kota Bandung dapat belajar dari pengalaman Cuenca dalam pelestarian kawasan bersejarah, sekaligus bertukar pengetahuan mengenai pengelolaan dan perlindungan bangunan cagar budaya,” ungkap Wali Kota Farhan.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak menjajaki kemungkinan menggelar konferensi video dengan melibatkan institusi terkait di Ekuador. Forum tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi bidang pertukaran pengetahuan dan bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!