Denmark Open, Alwi Farhan Melaju dan Berharap Bertemu Jojo, Raymond/Joaquin Langsung Keok

Kamis, 15 Okt 2026, 00:23 WIB

JAKARTA - Alwi Farhan susah payah melaju usai menundukkan pemain India di Denmark Open 2026. Dalam babak pertama di SJF Arena, Odense, Denmark, Rabu, Alwi mengatasi perlawanan tunggal putra India Ayush Shetty lewat drama rubber gim 21-11, 13-21, 21-10.

"Syukurlah, senang bisa memenangkan pertandingan lagi melawan Ayush meskipun itu tidak mudah. Saya tahu jangkauannya, tingginya, dia sangat-sangat menyusahkan. Tapi, saya mencoba fokus mencari cara walaupun ada tekanan yang datang sebagai bagian dari permainan," kata Alwi seusai pertandingan dikutip dari keterangan resmi PBSI, Rabu.

Ket. Foto: alwi farhan — Sumber: ist

Alwi mengevaluasi permainannya masih belum tampil maksimal karena proses adaptasi dengan kondisi angin sepanjang pertandingan. "Ketika pindah ke sisi sebelah sangat sulit untuk mengontrol angkatan bola karena hembusan angin yang sangat kencang. Sangat beresiko untuk terus melambungkan shuttlecock di posisi itu," kata juara Indonesia Masters 2026 tersebut.

Pada babak selanjutnya, jawara Australia Open 2026 itu akan menunggu calon lawan yakni seniornya Jonatan Christie, atau wakil Chinese Taipei Lin Chun-Yi. "Besok bertemu Jonatan Christie atau Lin Chun-Yi (Chinese Taipei). Lebih baik bertemu senior sendiri karena menampilkan Indonesia. Tapi, siapa pun lawannya saya ingin mempersiapkan diri saya dulu, fokus ke diri sendiri saja," ujar Alwi​​​​​​​.

Langsung Tumbang

Sementara itu, pebulu tangkis ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin langsung tumbang di babak pertama, keok dari pasangan Inggris. Dalam babak pertama di SJF Arena, Odense, Denmark, Rabu, Raymond/Joaquin mengakui ketangguhan ganda Inggris Ben Lane/Sean Vendy dalam dua gim langsung 19-21 dan 17-21.

"Menurut saya, hari ini benar-benar jadi pelajaran buat kami. Sebelumnya, saya bilang saat turnamen terakhir dalam Kejuaraan Dunia, kami sedang dalam tren menurun dan kami pelan-pelan ingin naik lagi. Kami bersyukur, hari ini tetap ada hal positif yang bisa diambil," kata Joaquin dikutip dari PBSI, Rabu. Menurut Indra, permainan pada pertandingan itu memang tidak berjalan dengan baik setelah ganda unggulan kedelapan tersebut membuatnya begitu tertekan sejak awal permainan.

"Lawan lebih berpengalaman, sangat matang, kami terlalu mengikuti tempo mereka. Pada gim akhir ketika mencoba nothing to lose malah bisa banyak mengejar poinnya. Selain itu kami kurang cepat beradaptasi dengan kondisi lapangan dan shuttlecock," ungkap Indra. Joaquin mengevaluasi dari segi komunikasi dan permainan, mereka sudah menunjukkan perkembangan namun memang proses adaptasi dalam turnamen itu berjalan lambat.

"Kami merasa lebih enjoy namun tetap kami harus bisa lebih cepat lagi dalam beradaptasi mengikuti permainan lawan. Kami tidak puas, kami pasti kecewa jadi semoga ke depannya bisa lebih baik," ujar Joaquin.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.