Proyek Renovasi Lapangan Golf Trump di Washington Digugat, Hakim Perintahkan Penebangan Dihentikan

Rabu, 14 Okt 2026, 06:14 WIB

Washington - Seorang hakim federal Amerika Serikat (AS) pada Selasa (13/10) memperpanjang penghentian penebangan pohon di lapangan golf di Washington hingga 26 Oktober, sehingga menghentikan sementara pekerjaan di lokasi bersejarah yang menjadi bagian dari rencana Presiden Donald Trump untuk mengubah wajah ibu kota.

Hakim Ana Reyes pada Senin (12/10)mengeluarkan perintah darurat untuk menghentikan penebangan pohon lebih lanjut. Keputusan tersebut menjadi kemenangan bagi para pegiat lingkungan yang memperkirakan sekitar 500 pohon telah ditebang di lokasi itu selama akhir pekan, sementara ratusan pohon lainnya dijadwalkan ditebang pada pekan ini.

Ket. Foto: Hains Point dan lapangan golf East Potomac Golf Links terlihat di Washington, DC, pada 1 September 2026. — Sumber: AFP

Hakim mengambil keputusan tersebut setelah menggelar sidang darurat. Dalam sidang itu, ia melontarkan kritik tajam kepada pemerintah karena tidak memberi tahu pengadilan maupun pihak lawan mengenai rencana penebangan tersebut hingga Jumat malam.

Reyes juga memerintahkan pemerintah memberikan pemberitahuan tiga hari kerja sebelum melakukan perubahan lebih lanjut yang berpotensi menimbulkan kerusakan permanen di lapangan golf East Potomac. Ia menjadwalkan sidang lanjutan pada 19 Oktober.

Trump, yang dikenal gemar bermain golf, ingin merenovasi lapangan golf milik pemerintah kota tersebut. Ia menyebut fasilitas itu telah terbengkalai dan mengatakan lapangan tersebut berpotensi menjadi lokasi penyelenggaraan turnamen-turnamen besar.

Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025, Trump telah menjalankan serangkaian proyek pembangunan dan renovasi untuk mengubah tampilan Washington. Ia mengatakan ingin mengembalikan kejayaan ibu kota setelah bertahun-tahun mengalami pengabaian oleh pemerintahan sebelumnya, menurut pandangannya.

Namun, Partai Demokrat menuduh Trump membuang uang pembayar pajak untuk proyek-proyek yang bertujuan meningkatkan citra pribadinya. Sejumlah proyek tersebut menghadapi gugatan hukum.

Proyek-proyek itu mencakup pembangunan ruang dansa berukuran besar di Gedung Putih yang mengharuskan pembongkaran seluruh satu sayap bangunan, serta renovasi Kennedy Center, yang namanya ingin ditambahkan Trump pada gedung pertunjukan seni tersebut.

Trump mengakui adanya unsur kepentingan pribadi dalam proyek-proyek itu melalui sebuah wawancara yang diterbitkan majalah New York Magazine bulan lalu.

Ketika ditanya apakah pemimpin AS tersebut pada dasarnya sedang membangun monumen untuk dirinya sendiri karena tidak akan ada pihak lain yang menghormatinya setelah ia meninggalkan jabatan, Trump menjawab, “Tidak akan ada yang melakukannya setelah saya pergi. Ketika saya meninggalkan tempat ini, tidak akan ada yang melakukannya.”

  • Presiden AS Donald Trump

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.