Rupiah Dibayangi Pelemahan - 13 Oktober 2026
Selasa, 13 Okt 2026, 08:52 WIBJAKARTA â Rupiah berpotensi kembali tertekan pada perdagangan, hari ini (13/10) seiring meningkatnya ketiÂdakpastian global akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah dan spekulasi arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.
Kombinasi sentimen tersebut daÂpat membatasi ruang penguatan rupiah dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan domestik.
Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi memproyeksikan kurs rupiah terÂhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarÂbank, Selasa (13/10), bergerak fluktuatif namun cenderung melemah di kisaran 17.910 - 17.960 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan Senin (12/10), bergerak meleÂmah 14 poin atau 0,08 persen dari akhir pekan lalu menÂjadi 17.913 rupiah per dollar AS.
âPernyataan terbaru dari pejabat The Fed juga membuka peluang bagi kenaikan suku bunga lebih lanjut,â ucap Ibrahim dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Presiden The Fed St.Louis, Alberto Musalem telah mengÂungkapkan kebutuhan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut guna mengembalikan inflasi ke tingkat target 2 perÂsen bank sentral.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.