Pasokan Listrik Batam Sudah Pulih, Blackout Diduga Akibat Gangguan Hewan Liar di Gardu Induk

Selasa, 13 Okt 2026, 09:18 WIB

BATAM - PT PLN Batam, Kepulauan Riau (Kepri) berhasil memulihkan pasokan listrik pelanggan yang terdampak di Kota Batam menyusul gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman meluas pada Senin (12/10) pukul 06.37 WIB.

Sekretaris Perusahaan (Sekper) PT PLN Batam Rudi Antono mengatakan pemulihan sistem ini merupakan hasil kerja intensif seluruh tim teknis dan operasional yang terus melakukan penormalan sistem kelistrikan secara bertahap.

Ket. Foto: Illustrasi - Petugas melakukan pengecekan terhadap sistem kelistrikan PLN Batam, Kepri. — Sumber: PLN Batam

“Berdasarkan indikasi awal, gangguan diduga dipicu oleh masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan yang menyebabkan gangguan pada instalasi kelistrikan hingga berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Selasa.

Ia mengatakan penyebab pasti gangguan masih dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh tim teknis dan pihak berwenang.

Lebih lanjut, katanya, proses pemulihan menunjukkan perkembangan signifikan sejak Senin (12/10) malam.

Seluruh gardu induk dan jaringan transmisi terdampak telah berhasil dinormalkan, diikuti dengan pemulihan jaringan distribusi hingga pasokan listrik kepada seluruh pelanggan terdampak di Kota Batam kembali menyala.

“Pemulihan dilakukan melalui tahapan teknis yang terukur, mulai dari pemeriksaan dan penormalan pembangkit, sinkronisasi unit, hingga pemulihan jaringan transmisi dan distribusi. Seluruh proses turut dilaksanakan dengan tetap mengutamakan keselamatan, kestabilan, dan keandalan sistem kelistrikan,” katanya.

Pada hari Selasa pukul 4.00 pagi, 98 persen kelistrikan pelanggan sudah menyala, dan 99 persen beban padam telah menyala. Selain itu, 100 persen kelistrikan untuk gardu induk dan transmisi di Kota Batam sudah kembali operasional.

Meski pasokan listrik telah kembali normal, PLN Batam tetap menyiagakan petugas teknis dan operasional untuk memantau kondisi sistem serta memastikan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat.

Selain memastikan pemulihan pasokan listrik, PLN Batam juga berkomitmen memenuhi hak pelanggan atas mutu pelayanan.

“Apabila gangguan yang terjadi melampaui standar Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) atau Service Level Agreement (SLA) yang diperjanjikan, PLN Batam akan memberikan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Rudi.

Bagi pelanggan reguler, kompensasi diberikan sebesar 10 persen dari biaya beban bulanan, mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017.

Sementara itu, bagi pelanggan layanan keandalan, kompensasi diberikan sebesar 15 persen hingga 25 persen dari Rupiah Pemakaian Tenaga Listrik (RPTL) sesuai dengan jenis layanan keandalan yang diperjanjikan.

Kompensasi akan diberikan secara otomatis melalui tagihan listrik berikutnya, tanpa perlu pengajuan klaim dari pelanggan.

PLN Batam menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan serta mengapresiasi kesabaran, pengertian, dan dukungan seluruh masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.

  • PLN Batam

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.