Shi Han Bikin Kejutan di Wuhan, Tumbangkan Alexandra Eala Setelah Bangkit dari Ketertinggalan

Selasa, 13 Okt 2026, 09:35 WIB

WUHAN — Petenis kualifikasi tuan rumah, Shi Han, menciptakan kejutan di Wuhan Open setelah menyingkirkan unggulan ke-19, Alexandra Eala, Senin (12/10) malam waktu setempat. Shi bangkit dari ketertinggalan satu set untuk mengalahkan petenis Filipina tersebut dengan skor 4-6, 6-3, 6-3 dalam pertandingan yang berlangsung selama dua jam 27 menit.

Kemenangan itu menjadi pencapaian penting bagi Shi yang datang ke Wuhan tanpa pernah mengalahkan petenis peringkat 100 besar dunia. Dalam hitungan beberapa hari, petenis Tiongkok berusia 21 tahun tersebut justru mengukir tiga kemenangan, termasuk kemenangan pertamanya atas pemain 20 besar dunia.

Ket. Foto: Petenis Tiongkok Shi Han beraksi di Wuhan Open. — Sumber: WTA

“Saya sangat senang sekarang karena lawan saya berada di peringkat ke-19 dunia. Saya merasa bermain sangat baik hari ini dan kami juga menyuguhkan pertandingan yang bagus. Saya sangat bahagia bisa memenangi pertandingan ini,” kata Shi.

Petenis peringkat ke-217 dunia itu mengungkapkan bahwa kesabaran menjadi kunci keberhasilannya mengatasi perlawanan Alexandra Eala.

“Saya berusaha tetap sabar dan memainkan tenis terbaik saya. Saya memberikan yang terbaik di lapangan dan berusaha mengejar setiap bola,” ujarnya.

Perjalanan Shi menuju kemenangan tersebut tidak mudah. Ia lebih dahulu harus melewati babak kualifikasi sebelum tampil di babak utama turnamen level WTA 1000 itu.

Pada putaran pertama kualifikasi, Shi bangkit setelah kehilangan set pertama untuk mengalahkan Peyton Stearns. Ia kemudian menyingkirkan Kamilla Rakhimova yang sedang berada dalam performa bagus dengan kemenangan dua set langsung, sekaligus memastikan tempat di babak utama di hadapan publik sendiri.

Hasil positif ini melanjutkan perkembangan performanya dalam beberapa pekan terakhir. Dua minggu sebelumnya, Shi juga mampu memaksa Zheng Qinwen bermain hingga set ketiga pada putaran pertama turnamen di Beijing, meskipun akhirnya kalah dari petenis yang kemudian keluar sebagai juara.

Kemenangan atas Alexandra Eala menjadi kemenangan ketiganya di babak utama turnamen WTA Tour dan yang pertama sejak Hong Kong pada tahun 2024. Hasil tersebut juga menandai kemenangan pertamanya di babak utama turnamen WTA 1000.

Pertandingan berlangsung ketat pada 15 gim pertama. Alexandra Eala berhasil merebut set pembuka dengan skor 6-4 setelah memenangi lima poin terakhir ketika Shi sempat unggul dalam situasi 40-0 pada gim penentuan set.

Petenis Filipina itu kemudian melanjutkan tekanannya pada set kedua dan sempat unggul 3-2. Saat itu, momentum tampaknya berada di pihak Alexandra Eala.

Namun, Shi menunjukkan ketenangan untuk membalikkan keadaan. Ia memenangi empat gim berturut-turut dan mengamankan set kedua dengan skor 6-3, sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.

Dominasi Shi berlanjut pada set ketiga. Ia memperpanjang rentetan kemenangannya menjadi tujuh gim berturut-turut dan langsung unggul 3-0.

Alexandra Eala berusaha bertahan dengan menjaga servisnya, tetapi kesulitan menghentikan permainan agresif Shi. Dalam empat gim servis terakhirnya, Shi memenangi 16 dari 18 poin, sebuah catatan yang menunjukkan betapa solidnya permainan petenis tuan rumah itu pada fase krusial.

Setelah Alexandra Eala memenangi satu gim untuk menjaga peluang, Shi tetap tenang ketika melakukan servis untuk menutup pertandingan. Ia memastikan kemenangan 6-3 sekaligus mencatatkan kemenangan pertama dalam kariernya atas petenis peringkat 20 besar dunia.

Keberhasilan Shi tidak hanya ditentukan oleh ketenangannya ketika menghadapi tekanan. Statistik pertandingan juga menunjukkan keunggulannya dalam sejumlah aspek penting.

Shi menghasilkan empat ace, sedangkan Alexandra Eala tidak mencatatkan satu pun. Ia juga lebih efektif dalam memanfaatkan servis pertama, dengan persentase keberhasilan poin mencapai 78 persen, berbanding 64 persen milik lawannya.

Selain itu, Shi mencatatkan 31 pukulan winner, lebih banyak daripada Alexandra Eala yang membukukan 20 winner. Ia juga melakukan lebih sedikit kesalahan sendiri, yakni 33 berbanding 37.

Shi memperoleh sembilan peluang break point, sedangkan Eala hanya mendapatkan tiga. Dari keseluruhan poin yang dimainkan, Shi mengumpulkan 100 poin, sementara Alexandra Eala meraih 88 poin.

Statistik tersebut memperlihatkan bahwa Shi mampu meningkatkan kualitas permainan setelah kehilangan set pertama. Ia tidak hanya lebih agresif dalam menyerang, tetapi juga lebih konsisten dalam mempertahankan tekanan hingga akhir pertandingan.

Shi memiliki peringkat tertinggi dalam kariernya, yakni peringkat ke-200 tunggal dan ke-213 ganda. Ia telah mengoleksi tujuh gelar tunggal ITF, termasuk empat gelar sepanjang musim ini.

Pada Juni lalu, Shi bahkan berhasil meraih gelar tunggal dan ganda di turnamen W50 Elvas.

Ia menjalani debut di WTA Tour melalui fasilitas wildcard pada China Open 2024. Pada tahun yang sama, Shi mencatatkan kemenangan pertamanya di level tur utama ketika mengalahkan Jessika Ponchet di Guangzhou.

  • Alexandra Eala
  • Wuhan Open 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.