Kementerian PU Bergerak Cepat Atasi Banjir Padang dan Longsor Jalur Tapan-Jambi

Selasa, 13 Okt 2026, 23:59 WIB

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan bencana banjir bandang di Kota Padang dan 14 titik longsor di ruas jalan nasional Tapan–Batas Jambi, Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).

Hingga Senin (12/10), tanggul darurat sepanjang 200 meter di Padang rampung dan akses jalan Tapan–Batas Jambi kembali fungsional satu jalur.

Ket. Foto: Tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi terhadap korban banjir di Kecamatan Koto Tangah, Padang, pada Sabtu (10/10/2026). — Sumber: ANTARA/HO-SARPadang.

Menteri PU Dody Hanggodo menginstruksikan jajaran balai teknis bergerak tanpa jeda untuk memulihkan infrastruktur dan memastikan keselamatan warga.

“Kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” kata Dody, Senin (13/10).

Di Kota Padang, banjir bandang pada 10 Oktober 2026 merendam sekitar 120 rumah, merusak irigasi, bendung dan tanggul sepanjang 50 meter, merusak dua bangunan intake SPAM, memutus pipa transmisi 1,5 kilometer, dan merusak satu masjid.

Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang merespon dengan membangun tanggul darurat setinggi 3 meter sepanjang 200 meter di aliran Sungai Batang Air Dingin yang berhadapan langsung dengan Perumahan Lumin Park.

Pembangunan yang dimulai Minggu (11/10) dengan mengerahkan 3 unit excavator ini ditargetkan mengurangi risiko banjir susulan.

Selain itu, BWS melakukan perbaikan alur sungai, pembersihan intake dari sedimen, dan menyuplai air bersih dengan 5 unit mobil tangki.

Untuk penanganan permanen, Kementerian PU menyiapkan normalisasi alur Sungai Batang Air Dingin dan Sungai Batang Kuranji, peninggian tanggul pengaman banjir, serta pembangunan sabo dam dan check dam.

“Mobilisasi alat berat tambahan akan dilakukan bertahap mulai 15 Oktober, pengerukan muara dimulai 13 Oktober dengan estimasi 2 bulan, dan pembangunan check dam direncanakan 6 bulan,” ungkap Menteri PU.

Dibuka Fungsional

Sementara itu, di ruas Tapan–Batas Jambi, banjir, longsor dan pohon tumbang pada 9-11 Oktober 2026 menimbun badan jalan nasional sepanjang 16,2 kilometer di 14 titik, mulai KM 219+100 hingga KM 235+300 di Nagari Jangki Ayam, Kecamatan Ranah Ampek Hulu.

Hingga 12 Oktober, jalan sudah fungsional satu jalur. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat masih melakukan pembersihan material dengan dukungan 4 unit excavator PC200, 1 excavator mini, 2 wheel loader, dan 1 dump truck, ditambah 1 wheel loader tambahan.

Untuk mencegah jalan terputus kembali, penanganan permanen berupa pembangunan retaining wall concrete (RWC) di KM 219+100 disiapkan melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Kementerian PU menegaskan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan darurat dan rehabilitasi infrastruktur terdampak di Sumatera Barat. 

  • Banjir Padang

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.