Targetkan Indonesia Jadi Penentu Harga Komoditas Strategis Dunia

Jumat, 25 Sep 2026, 00:00 WIB

Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) yang berada di bawah aturan dan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dibangun dengan tujuan membentuk harga acuan bagi mineral dan komoditas strategis sehingga tak lagi mengacu pada bursa luar negeri.

Terhitung mulai 4 Januari 2027 mendatang, perdagangan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) atau Indonesia Commodity Exchange (ICOMEX), resmi beroperasi di Indonesia. Di bawah aturan dan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lembaga/infrastruktur pasar terorganisasi ini dibangun dengan tujuan membentuk harga acuan bagi mineral dan komoditas strategis sehingga tak lagi mengacu pada bursa luar negeri serta dalam upaya meningkatkan nilai tambah demi memperkuat posisi tawar Indonesia sebagai produsen utama komoditas dunia di pasar global.

Ket. Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Otoritas Jasa Keuangan, Sarjito — Sumber: KORAN JAKARTA/M FACHRI

Pembentukan BMKS berkaitan erat dengan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen mineral terbesar dunia. Namun, Indonesia dinilai belum memiliki kendali yang memadai dalam menentukan harga komoditas strategis tersebut.

BMKS sendiri adalah sistem pasar yang terorganisasi dan terintegrasi yang menyelenggarakan perdagangan mineral strategis dan komoditas strategis termasuk derivatifnya, yang didukung oleh ekosistem pendanaan, instrumen keuangan berbasis digital dengan mekanisme harga, mutu, penyelesaian transaksi, dan manajemen risiko sebagaimana dimaksud dalam undang-undang mengenai pengembangan dan penguatan sektor keuangan.

Untuk mengetahui secara lebih lanjut mengenai peran, tantangan dan langkah-langkah apa saja yang akan dan telah dilaksanakan OJK terkait dengan pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS), wartawan Koran Jakarta, Frederikus W Sabini, merangkum pemaparan dari Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, Sarjito, yang sejak 9 September lalu dilantik menjadi Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK periode 2026-2031, dalam berbagai kesempatan.

Berikut petikan wawancaranya.

Dalam uji kelayakan dan kepatutan, Anda memaparkan sejumlah kebijakan strategis untuk membangun Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS). Bisa Anda paparkan kebijakan-kebijakan tersebut?

Kebijakan pertama adalah membangun trusted infrastructure yang mencakup pergudangan, lembaga survei, bursa, hingga lembaga kliring. Seluruh infrastruktur tersebut diarahkan agar aman, andal, serta terintegrasi.

Kedua, menyiapkan trusted market berupa pasar yang transparan, adil, teratur, dan likuid. Ketiga, mengembangkan trusted product yang dipastikan bersifat terstruktur, terstandar, transparan, serta mendukung kepentingan nasional.

Kebijakan keempat adalah trusted data melalui integrasi dan pertukaran data antarlembaga. Data mineral dan komoditas yang tersebar di berbagai institusi perlu dikelola secara terpadu untuk mendukung kebijakan dan pembentukan harga.

Kelima, menyiapkan trusted regulator dengan memperkuat pemahaman regulator terhadap perdagangan bursa mineral dan komoditas.

Keenam, trusted ecosystem yang melibatkan OJK, kementerian terkait, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan. Ekosistem ini nantinya harus saling terkoneksi. OJK tidak bisa sebagai sole regulator yang berjalan sendiri, tentu harus berharmonisasi dengan kementerian dan berbagai pihak lain.

Kebijakan ketujuh diarahkan untuk memperkuat kedalaman dan kapasitas pasar. Hal tersebut dilakukan dengan memperluas partisipasi pelaku serta mengembangkan berbagai produk mineral dan komoditas yang dapat diperdagangkan.

Kebijakan kedelapan adalah menjadikan BMKS sebagai referensi harga mineral dan komoditas strategis Indonesia secara bertahap. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan posisi Indonesia dalam menentukan harga komoditas global.

Strategi utama apa yang akan Anda ambil bagi pembangunan BMKS?

Strategi pembangunan BMKS akan mengutamakan arsitektur kepercayaan. Strategi tersebut mencakup penguatan delapan pilar utama, mulai dari infrastruktur, pasar, pelaku, produk, data, hingga regulasi yang tepercaya.

Penguatan tersebut diarahkan untuk mengatasi sejumlah persoalan perdagangan komoditas strategis Indonesia. Persoalan itu antara lain ketergantungan pada price benchmark luar negeri, risiko under-invoicing, transfer pricing, serta potensi pelarian devisa.

Kebijakan tersebut juga diarahkan agar BMKS menjadi likuid, terpercaya, dan memperkuat kedaulatan pasar Indonesia.

Pembangunan BMKS juga membutuhkan kepercayaan sejak awal karena waktu persiapannya relatif terbatas. Ini amanat yang sangat berat mengingat waktunya juga sudah sangat sempit, karena bursa khusus komoditas mineral dan strategis ini ditargetkan mulai menjalankan perdagangan pada awal 2027.

Saya berharap harga yang terbentuk melalui BMKS dapat menjadi referensi bagi pasar global. Langkah tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan mineral dan komoditas strategis dunia.

Penguatan BMKS pada akhirnya harus mengacu pada amanat konstitusi terkait pengelolaan kekayaan alam. Tujuannya untuk memastikan sumber daya Indonesia memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Lalu pembangunan BMKS sendiri arahnya ke mana?

BMKS tidak harus menjadi besar sejak hari pertama, tetapi harus dipercaya sejak transaksi pertama.

Bursa tersebut diarahkan untuk meningkatkan posisi Indonesia dari penerima harga menjadi pemberi pengaruh hingga BMKS harus mendorong transformasi dan meningkatkan posisi Indonesia secara bertahap dari penerima harga (price taker) menjadi pemberi pengaruh (price influencer), dan pada akhirnya menjadi pembentuk harga komoditas (price maker).

Pembangunan BMKS harus mendorong Indonesia menjadi price influencer hingga price maker. Hal tersebut penting agar Indonesia tidak hanya menjadi price taker di pasar mineral dan komoditas strategis global.

Anda menekankan pada aspek kepercayaan bagi pembangunan BMKS. Apa latar belakangnya?

BMKS dapat memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia dalam perdagangan komoditas global. Saya menilai kepercayaan terhadap bursa menjadi hal utama sejak transaksi pertama berlangsung.

OLeh karena itu BMKS tidak harus menjadi besar sejak hari pertama, tetapi harus dipercaya sejak transaksi pertama. BMKS harus mendorong transformasi Indonesia secara bertahap dari price taker menjadi price influencer, dan pada akhirnya price maker.

Apa saja tantangan yang dihadapi dalam pembangunan BMKS?

Ada tiga tantangan utama pembangunan BMKS. Tantangan tersebut mencakup kedaulatan harga, integritas perdagangan, serta integrasi dan kedalaman pasar.

Tantangan pertama berkaitan dengan kedaulatan Indonesia dalam menentukan harga komoditas. Menurut saya, Indonesia merupakan produsen besar sejumlah mineral, tetapi harga acuannya masih banyak ditentukan bursa global.

Bagaimana mungkin kita sebagai produsen atau penghasil timah terbesar di dunia, penghasil nikel terbesar di dunia tetapi harganya tidak ditentukan oleh negara kita sendiri, melainkan ditentukan di negara lain.

Pembentukan harga komoditas Indonesia sendiri masih mengacu pada sejumlah bursa global. Kondisi tersebut dinilai membuat besarnya produksi nasional belum sejalan dengan pengaruh Indonesia dalam pembentukan harga.

Tantangan kedua menyangkut integritas perdagangan dan potensi kebocoran ekonomi. Saya menyoroti risiko under invoicing dari sisi volume maupun harga serta praktik transfer pricing dapat mengurangi penerimaan negara.

Praktik transfer pricing juga perlu mendapat perhatian karena berpotensi menekan penerimaan pajak. Persoalan tersebut semakin kompleks ketika beneficial ownership pihak berelasi di luar negeri sulit ditelusuri.

Tantangan ketiga adalah integrasi dan kedalaman pasar yang belum optimal. Saya menilai ekosistem perdagangan komoditas Indonesia masih terfragmentasi sehingga keterlibatan pelaku dan kualifikasi produk perlu diperkuat dan diperluas serta produk-produk yang akan dijual juga perlu dikualifikasi.

Target yang Anda harapkan dalam pembangunan BMKS?

Saya menargetkan BMKS mampu mengubah posisi dan meningkatkan pengaruh Indonesia secara bertahap dalam perdagangan komoditas global terutama dalam pembentukan harga energi dan komoditas global.

Target tersebut akan ditempuh melalui pembentukan bursa komoditas nasional yang mampu menjadi referensi harga dan target tersebut akan diwujudkan melalui delapan kebijakan strategis sebagai fondasi pembangunan BMKS.

Seperti telah diungkapkan sebelumnya, Indonesia nantinya diharapkan tidak hanya menjadi price taker, tetapi berkembang menjadi price influencer hingga price maker. Dengan posisi tersebut, Indonesia diharapkan tidak sekadar mengekspor komoditas.

Pengembangan BMKS juga diarahkan agar Indonesia mampu menangkap nilai lebih besar dari kekayaan sumber daya alam nasional.

Selain itu pembentukan bursa komoditas juga berkaitan dengan penguatan pengawasan terhadap transaksi komoditas nasional. Pencatatan transaksi melalui bursa dinilai dapat membantu pemerintah memantau harga dan volume perdagangan secara lebih transparan.

Saya berharap mekanisme bursa komoditas nasional dapat membuat nilai transaksi Indonesia tercatat secara lebih optimal. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari perdagangan komoditas strategis diharapkan semakin besar bagi negara dan masyarakat.

Insyaallah negara kita menjadi makmur, not only beberapa pihak, tetapi adalah rakyat Indonesia. Karena tentu saja, devisa dan juga pajak akan masuk secara proporsional dan profesional.

Harapan Anda terhadap BMKS?

Saya berharap harga yang terbentuk melalui BMKS tentu saja nantinya dapat menjadi referensi bagi pasar global. Penguatan bursa juga diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan mineral dan komoditas strategis dunia.

Menurut saya, pembangunan BMKS pada akhirnya harus sejalan dengan amanat konstitusi. Pengelolaan kekayaan alam Indonesia harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Saya pun menilai besarnya kekayaan mineral Indonesia belum sepenuhnya diikuti kemampuan mempengaruhi pembentukan harga apalagi sejumlah harga komoditas strategis Indonesia masih mengacu pada bursa mineral di luar negeri.

Bagaimana mungkin kita sebagai produsen atau penghasil timah dan nikel, sementara di sisi lain harganya tidak ditentukan oleh negara kita sendiri.

Selain pembentukan harga, saya pun menyoroti potensi kebocoran ekonomi melalui under-invoicing dan transfer pricing. Menurut saya, praktik tersebut dapat menyebabkan penerimaan negara dari perdagangan komoditas menjadi tidak optimal.

Karena itu, BMKS perlu didukung ekosistem perdagangan yang terintegrasi, transparan, dan memiliki kedalaman pasar memadai. Ekosistem tersebut diharapkan memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi dari komoditas strategis Indonesia.

Menurut Anda mengapa risiko likuiditas dalam pengembangan BMKS patut disoroti?

Likuiditas menjadi tantangan penting dalam pembangunan bursa mineral. Menurut saya, pasar yang dangkal dan tidak berpotensi membuat trader enggan bertransaksi.

Persoalan likuiditas tidak terlepas dari tingkat kepercayaan pelaku terhadap pasar. Menurut saya, kepercayaan terhadap bursa juga akan mempengaruhi keyakinan terhadap produk dan ekosistem perdagangan.

Saya menggunakan aktivitas price arbitrage sebagai salah satu indikator untuk melihat tingkat kepercayaan terhadap bursa. Price arbitrage sendiri merupakan strategi memanfaatkan perbedaan harga komoditas pada dua pasar untuk mendapatkan keuntungan.

Praktik arbitrase juga dilakukan trader pada bursa komoditas global seperti London Metal Exchange. Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran pentingnya kepercayaan terhadap sebuah bursa.

Kalau bursa Indonesia tidak dipakai untuk arbitrage, artinya tidak trusted. Kalau pasarnya terpercaya, maka artinya produknya terpercaya, ekosistemnya terpercaya.

Saya juga menilai pengawasan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan terhadap BMKS. Pengawasan market conduct diperlukan agar seluruh pelaku pasar, termasuk pemain asing, mematuhi ketentuan yang berlaku.

Selain pengawasan, kepercayaan terhadap BMKS juga membutuhkan kesiapan seluruh rantai perdagangan. Infrastruktur pendukung mencakup pergudangan, penguji mutu, bursa, lembaga kliring, penyelesaian transaksi, hingga proses delivery.

POJK (Peraturan OJK) juga nantinya harus yang user friendly dan juga melindungi konsumen. Ekosistem di dalam bursa sendiri dari mulai pergudangan, penguji mutu, bursa, lembaga kliring dan penyelesaian sampai delivery itu harus meyakinkan.

Tindakan selanjutnya yang penting bagi BMKS menurut Anda seperti apa saja?

Pengawas BMKS harus memiliki fungsi yang jelas untuk menjaga kepercayaan seluruh pelaku pasar. Pengawasan terhadap market conduct dinilai penting agar bursa Indonesia mampu dipercaya pelaku domestik maupun internasional.

Untuk memastikan kepercayaan market, pengawasnya harus jelas. Ada market conduct untuk meyakinkan pemain dari luar negeri atau siapapun bahwa bursa di Indonesia dapat dipercaya.

Baru terbentuknya BMKS merupakan tantangan tersendiri karena Anda yang harus mempelopori pembuatan kebijakan yang tepat. Tanggapan Anda mengenai tantangan ini?

Memang pembangunan BMKS harus dimulai dari nol. Langkah awal yang menjadi prioritas OJK adalah menerbitkan Peraturan OJK (POJK) sebagai landasan penyelenggaraan BMKS.

Selain POJK, pembentukan BMKS masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur daftar mineral dan komoditas strategis untuk diperdagangkan melalui bursa.

Saya tegaskan bahwa perdagangan nantinya tidak langsung mencakup seluruh komoditas strategis. OJK akan menerapkan pengembangan secara bertahap dengan memprioritaskan komoditas yang dinilai paling siap. Komoditas tersebut juga harus memiliki prospek besar untuk diperdagangkan melalui bursa domestik.

Kami tentu tidak ingin nanti banyak yang diperdagangkan, tapi it doesn't work. Tapi kita ingin gradual dan mana-mana yang bisa diperdagangkan terlebih dahulu.

Meski BMKS merupakan bursa baru, OJK tetap akan menjadikan pengalaman bursa komoditas yang telah beroperasi sebagai bahan evaluasi. Evaluasi tersebut mencakup kualitas dan interoperabilitas data serta kemampuan sistem dalam menangkap transaksi secara menyeluruh. Menurut saya, aspek tersebut penting agar BMKS memiliki sistem perdagangan dan pengawasan yang lebih kuat.

Karena bursanya ini kan benar-benar baru dari nol, kami akan lihat analisisnya dulu, kelemahannya, apa yang kita bisa perbaiki.Dengan pendekatan tersebut, pembentukan BMKS tidak dimaksudkan untuk mengesampingkan bursa komoditas yang sudah ada.

Pengalaman dari mekanisme sebelumnya justru dapat menjadi bahan pembelajaran dalam membangun sistem bursa yang lebih efektif.

Kita ini sebagai penghasil nikel terbesar di dunia, tetapi kita tidak pernah bisa menentukan harganya. Harganya ditentukan di yurisdiksi lain, oleh pihak-pihak lain, itu ironi. Karena itu, BMKS diarahkan untuk membangun price reference dari Indonesia dalam perdagangan komoditas strategis. Sasaran tersebut akan ditempuh secara bertahap, mulai dari price taker, menjadi price influencer, hingga memiliki kapasitas sebagai price maker.

Keberadaan bursa domestik juga diharapkan meningkatkan transparansi transaksi komoditas strategis. Sistem tersebut sekaligus dapat membantu pemerintah mengawasi potensi praktik transfer pricing dan under invoicing dari sisi harga maupun volume transaksi.

Jika mekanisme tersebut berjalan efektif, manfaat BMKS diharapkan tidak hanya dirasakan pelaku usaha. Keberadaan bursa domestik juga berpotensi memperkuat penerimaan negara melalui devisa dan pajak yang lebih optimal.

Tanggapan Anda dengan diresmikannya Indonesia Commodity Exchange (ICOMEX) sebagai Bursa Mineral dan Komoditas Strategis?

Pembentukan ICOMEX berjalan beriringan dengan pengesahan aturan penyelenggaraan BMKS. Saat ini OJK menyiapkan dua Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) sebagai dasar pembentukan dan operasional bursa tersebut.

RPOJK pertama mengatur tahapan peralihan tugas dan kewenangan pengaturan serta pengawasan transaksi BMKS. Sementara RPOJK kedua mengatur penyelenggaraan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis secara keseluruhan.

Setelah regulasi ditetapkan, OJK akan melakukan persiapan internal dan koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan. Tahapan tersebut dijadwalkan berlangsung pada September hingga November 2026, termasuk penyusunan aturan pendukung dan persiapan teknis.

Pemerintah selanjutnya dijadwalkan menerbitkan izin penyelenggaraan BMKS pada awal Januari 2027. Setelah izin diperoleh, bursa akan memasuki tahap operasional sebelum perdagangan komoditas melalui ICOMEX dimulai.

Dalam RPOJK penyelenggaraan BMKS, terdapat 12 bab yang menjadi kerangka pengaturan bursa komoditas tersebut. Ketentuan itu mencakup penyelenggaraan BMKS, infrastruktur, pelaku perdagangan, tahapan perdagangan, hingga mekanisme transaksi.

20260924231450_Screenshot-2026-09-24-231215.jpg

  • Bursa Komoditas

Redaktur: Sriyono

Penulis: Redaktur Pelaksana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.