- Home
-
- Luar Negeri
-
- Singapura Nyatakan 'Siap S...
Singapura Nyatakan 'Siap Siaga' Bantu Indonesia Atasi Kebakaran Hutan
Senin, 12 Okt 2026, 14:45 WIBSINGAPURA - Kabut asap masih menyelimuti Singapura. Kualitas udara di lima wilayah di negara itu masih berada dalam kisaran tidak sehat pada hari Senin (12/10), mendudukkan Singapura pada posisi kota dengan kualitas terburuk di dunia, menurut IQAir. Â
Menghadapi kabut asap yang tak kunjung reda, Singapura menyatakan siap membantu Indonesia memerangi kebakaran hutan di mana pun diperlukan di tengah kabut asap yang sedang berlangsung, kata Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu, pada hari Sabtu (10/10).
Dia mengatakan telah menghubungi Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Jumhur Hidayat, dan telah menawarkan dukungan serta menyatakan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan Indonesia dalam mengatasi kebakaran hutan.Â
"Kami menyadari bahwa berbagai upaya sedang dilakukan. Kami siap membantu sebisa mungkin," katanya.
"Saya juga mendukung setiap upaya regional untuk mengadakan diskusi tentang kerja sama regional terkait masalah kabut asap."
"Kami prihatin dengan kesejahteraan rakyat kami. Kami mengendalikan situasi. Kami telah menyiapkan rencana, dan kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi kesehatan masyarakat Singapura."Â
Fu berbicara kepada media pada hari Sabtu di Our Tampines Hub. Ia tidak menjawab pertanyaan dari wartawan.
Dalam unggahan media sosial pada hari Jumat, Fu mengatakan pemerintah Singapura memantau dengan cermat situasi kabut asap menjelang Grand Prix Formula 1 Singapura akhir pekan ini. Ia menambahkan bahwa saat ini tidak ada rencana untuk mengubah kegiatan hiburan di luar ruangan.
âKami memiliki rencana darurat yang akan diterapkan di berbagai tingkat PSI dan PM2.5, termasuk terus memberikan informasi terkini tentang perkembangan kabut asap kepada mereka yang berada di wilayah tersebut, dan menyediakan bantuan medis serta masker N95 di lokasi jika diperlukan.â
Udara Singapura Terburuk di Dunia
Lembaga pemantau udara berbasis di Swiss, IQAir, mencatat, Singupura menempati posisi pertama kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada hari Senin (12/10) yang dipantau pukul 13.00-14.00 WIB.Â
Indeks kualitas udara (AQIâº) dan polusi udara PM2.5 di negara itu menunjukkan angka 201 pada pukul 13.00-14.00 WIB. Sementara Pembacaan Indeks Standar Polutan (PSI) 24 jam berkisar antara 109 hingga 149 pada pukul 15.00 Waktu Singapura atau pukul 14.00 WIB. Semuanya berada dalam kisaran tidak sehat.
Dalam imbauannya pada Senin pagi, Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) Singapura mengatakan, titik-titik api yang tersebar luas terdeteksi di Kalimantan dan Sumatera, sementara kabut asap lintas batas dengan intensitas sedang hingga tebal terpantau di atas Singapura.
"Meskipun hujan dapat membawa sedikit perbaikan pada situasi titik api dan kabut asap, masih ada risiko terjadinya kabut lintas batas, terutama di daerah yang mengalami kondisi kekeringan berkepanjangan," kata NEA.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA
Berita Terkait:
-
2,4 Juta Lansia Terkena ISPA Selama Januari-Agustus 2026
-
Harga Cabai Rawit Rp95.000/Kg, Telur Ayam Rp30.000/Kg
-
Harga Daging Sapi di Gorontalo Stabil Rp150 Ribu Per Kilogram
-
BMKG Imbau Nelayan untuk Waspadai Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Perairan Sultra
-
Bukan Sekadar Komoditas, OJK-Pemkab Kolaka Utara Dorong Kakao Jadi Mesin Ekonomi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.