Jakarta Kini Jadi Pusat Kolaborasi Pendidikan Digital Internasional

Senin, 12 Okt 2026, 15:30 WIB

JAKARTA - Ratusan pendidik, pemimpin sekolah, dan inovator pendidikan dari 13 negara menghadiri FOLSEA 2026 di Jakarta. Kegiatan tersebut berlangsung di Bina Bangsa School PIK pada 10–11 Oktober 2026 dengan semangat kolaborasi pendidikan.

Konferensi Future Learning Southeast Asia (FOLSEA) 2026 mengangkat tema Humanising Technology dengan fokus manusia sebagai pusat pembelajaran. Forum ini membahas pemanfaatan teknologi, kecerdasan buatan, dan inovasi digital untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

FOLSEA 2026 menegaskan teknologi harus menjadi pendukung pembelajaran yang bermakna bagi siswa dan pendidik. Penggunaan teknologi diarahkan untuk memperkuat hubungan manusia serta menciptakan pengalaman belajar lebih efektif.

Selama dua hari, peserta mengikuti berbagai agenda seperti sesi utama, lokakarya, pameran inovasi, dan diskusi pendidikan. Para pendidik berbagi pengalaman, praktik terbaik, serta tantangan menghadapi perubahan dunia pendidikan modern.

Salah satu sesi utama menghadirkan Douglas Kiang dari Menlo School dengan berbagai wawasan teknologi pendidikan. Ia mengajak pendidik berpikir kritis dalam memanfaatkan teknologi untuk membangun masa depan pembelajaran.

Kehadiran pendidik dari 13 negara menunjukkan pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan.

FOLSEA menjadi ruang berbagi gagasan mengenai inovasi, strategi pembelajaran, dan tantangan sekolah masa kini.

Co-Chair FOLSEA sekaligus Head of Educational Technology Bina Bangsa School, Alvin Soliman Miclat, menyampaikan pandangannya. Menurut dia, FOLSEA bukan hanya membahas teknologi, tetapi mempertemukan pendidik untuk belajar dan berkolaborasi.

Alvin mengatakan teknologi akan terus berkembang, namun pendidikan tetap harus berorientasi pada nilai kemanusiaan. “Inovasi pendidikan harus memperkuat hubungan guru dan siswa, bukan menggantikan peran manusia,” tegas dia.

Selain kegiatan konferensi, FOLSEA 2026 juga menjadi wadah membangun jejaring profesional antarpendidik dunia. Hubungan tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama dan pertukaran pengalaman pendidikan berkelanjutan.

FOLSEA 2026 menegaskan masa depan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi semata. Peran pendidik dan siswa tetap menjadi faktor utama dalam membentuk pembelajaran kreatif serta bermakna.

Para peserta membawa pulang gagasan baru, pengalaman, dan komitmen meningkatkan kualitas pembelajaran. Konferensi ini menjadi langkah memperkuat pendidikan berbasis teknologi yang tetap mengutamakan nilai kemanusiaan.

Future Learning Southeast Asia merupakan forum pendidik untuk berbagi praktik dan inovasi pembelajaran masa depan. FOLSEA mendorong kolaborasi pendidikan dengan pemanfaatan teknologi yang tetap menempatkan manusia sebagai pusat.

Bina Bangsa School merupakan institusi pendidikan Indonesia yang mengutamakan akademik, inovasi, dan pengalaman belajar bermakna. Sekolah ini mengembangkan pembelajaran profesional melalui integrasi teknologi yang terarah bagi pendidik dan siswa. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.