BMKG Tetapkan Tujuh Kabupaten di Jateng Berstatus Awas Kekeringan Meteorologis

Senin, 12 Okt 2026, 13:29 WIB

PURWOKERTO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan tujuh kabupaten di Jawa Tengah (Jateng) masih berstatus awas kekeringan meteorologis pada Dasarian II Oktober 2026 atau periode 11-20 Oktober di tengah peralihan musim kemarau menuju musim hujan.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jateng Goeroeh Tjiptanto saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (12/10), mengatakan masa transisi musim berlangsung bertahap sehingga masyarakat perlu mewaspadai kekeringan yang masih terjadi di sejumlah wilayah, meskipun hujan mulai berpotensi turun.

Ket. Foto: Peta peringatan dini kekeringan meteorologis di wilayah Jawa Tengah periode 11-20 Oktober atau dasarian II Oktober 2026. — Sumber: ANTARA

Berdasarkan peta peringatan dini BMKG periode 11-20 Oktober 2026, tujuh kabupaten berstatus awas meliputi Brebes, Tegal, Pemalang, Jepara, Pati, Rembang, dan Wonogiri.

“Status awas merupakan tingkat peringatan tertinggi dalam pemetaan dini kekeringan meteorologis,” katanya.

Menurutnya, sejumlah daerah lainnya di Jateng berstatus siaga, yakni Kota Tegal, Kota Magelang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, serta Kabupaten Purworejo, Magelang, Semarang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Demak, dan Kudus.

Adapun wilayah berstatus waspada meliputi Kota Semarang, Kabupaten Cilacap, Kebumen, Temanggung, dan Kendal.

Sejumlah wilayah lainnya di Jateng tidak masuk kategori peringatan dini kekeringan meteorologis karena diprakirakan segera memasuki masa transisi dari musim kemarau menuju musim hujan pada Dasarian II Oktober 2026.

Sebelumnya BMKG memprakirakan awal musim hujan 2026/2027 di Jateng bertahap, terutama pada November hingga Desember 2026.

Goeroeh mengatakan perbedaan waktu awal musim hujan tersebut dipengaruhi kondisi iklim setempat, sehingga tidak seluruh wilayah mengalami peningkatan curah hujan pada waktu yang bersamaan.

Sebagian wilayah diprakirakan mulai memasuki musim hujan pada Dasarian I November atau awal November 2026, antara lain sebagian besar Kabupaten Wonosobo, bagian timur Banjarnegara, serta sebagian kecil Temanggung, Kebumen, Banyumas, Brebes, Pemalang, Purbalingga, dan Tegal.

Sementara itu sebagian wilayah Kabupaten Jepara, Pati, Rembang, serta sebagian kecil Demak, diprakirakan baru memasuki musim hujan pada Dasarian II Desember atau pertengahan Desember 2026.

Goeroeh mengatakan BMKG juga memperkirakan awal musim hujan di seluruh zona musim di Jateng mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normal berdasarkan periode klimatologis 1991–2020.

Menurutnya, masa peralihan musim perlu diwaspadai karena hujan yang turun sesekali belum tentu menandakan musim hujan telah dimulai.

“Masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan tetap mengantisipasi dampak kekeringan, terutama terhadap ketersediaan air bersih dan kebutuhan air sektor pertanian, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa transisi,” kata Goeroeh.

  • Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
  • Ancaman Kekeringan

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.