Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bebas Curhat Gratis, Menteri P2MI Luncurkan Layanan Telekonseling Buat PMI di Luar Negeri

📅 Senin, 12 Okt 2026, 21:14 WIB | Oleh:
Bebas Curhat Gratis, Menteri P2MI Luncurkan Layanan Telekonseling Buat PMI di Luar Negeri Doc: ANTARA/Kuntum Khaira Riswan
Ket. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin saat menyampaikan pernyataan kepada media usai meluncurkan Layanan Telekonseling KP2MI di Kantor P2MU di Jakarta, Senin (12/10/2026).

JAKARTA - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meluncurkan Layanan Telekonseling KP2MI untuk memberikan pendampingan psikologis gratis bagi pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri. 

Pernyataan itu disampaikan Menteri Mukhtarudin saat meluncurkan Layanan Telekonseling KP2MI di Jakarta, Senin (12/10), sebagai rangkaian peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia, serta perwujudan dari tekad pemerintah untuk meningkatkan perlindungan bagi pekerja migran.

“Perlindungan pekerja migran Indonesia perlu diberikan secara menyeluruh dengan memperhatikan tidak hanya aspek administratif dan keselamatan kerja, tetapi juga termasuk kondisi psikologisnya dan kesejahteraan mereka,” katanya.

Mukhtarudin menyampaikan bahwa kesehatan mental perlu mendapatkan perhatian yang setara dengan kesehatan fisik karena setiap pekerja migran merupakan individu yang membutuhkan dukungan selama menjalani pekerjaan jauh dari keluarga dan lingkungan asalnya.

“Pekerja (migran) jauh dari tanah air, jauh dari keluarga, menghadirkan tantangan tersendiri yang tentu tidak ringan. Mulai dari adaptasi budaya, bahasa, kemudian juga tentu tekanan pekerjaan yang berat, kerinduan ada keluarga, kerinduan akan tanah air, kampung halaman, hingga persoalan yang dapat mempengaruhi konsep psikologis,” katanya.

Oleh sebab itu, Muktarudin mengimbau para PMI untuk tetap menjalin komunikasi dengan keluarga, sahabat, dan sesama pekerja migran ketika menghadapi persoalan selama bekerja di luar negeri.

Dukungan dari orang-orang terdekat, katanya, dapat membantu pekerja migran menghadapi situasi sulit, terutama ketika mereka berada jauh dari keluarga. Dalam kondisi tersebut, orang-orang di lingkungan sekitar dapat menjadi pihak pertama yang memberikan bantuan.

Selain menjaga komunikasi, pekerja migran juga diimbau mengenali dan mengelola stres dengan baik, menjaga waktu istirahat, serta berolahraga secara cukup untuk membantu menjaga kesehatan mental.

Namun, Mukhtarudin menegaskan bahwa dukungan dari keluarga dan lingkungan terdekat tidak selalu cukup untuk menyelesaikan setiap persoalan. Dalam situasi tertentu, pekerja migran membutuhkan pendampingan dari tenaga profesional yang memiliki keahlian di bidang kesehatan mental.

“Dalam situasi seperti itu, maka kita butuh konseling yang ahlinya. Jadi, kalau memang teman juga tidak paham soalnya, ada ahlinya. Mereka memang sekolah untuk itu,” kata Mukhtarudin.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, KP2MI meluncurkan layanan telekonseling yang dapat dimanfaatkan pekerja migran untuk memperoleh pendampingan psikologis secara gratis.

Layanan itu diharapkan menjadi sarana bagi PMI untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi dan mendapatkan bantuan yang sesuai selama masa penempatan di luar negeri.

“Silakan bercerita tentang apa yang jadi masalahnya, jadi persoalannya, baik urusan pekerjaan, urusan pribadi, keluarga, dan lain-lain. Nanti kita siapkan psikolog-psikolog yang akan melakukan pelayanan,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.