Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mentan Siapkan Tiga Pabrik Pengolahan Tepung Telur dan Tepung Daging

1 Sabtu, 10 Okt 2026, 15:42 WIB | Oleh:
Mentan Siapkan Tiga Pabrik Pengolahan Tepung Telur dan Tepung Daging Mentan Siapkan Tiga Pabrik Pengolahan Tepung Telur dan Tepung Daging Doc: Kementan

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyiapkan pembangunan tiga pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging untuk memperkuat penyerapan hasil peternakan. Pembangunan tersebut ditargetkan mulai tahun depan dengan waktu penyelesaian sekitar 1,5 hingga dua tahun.

Amran mengatakan, rencana tersebut merupakan bagian dari pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pemerintah menyiapkan langkah ini untuk memperluas pasar hasil ternak, menjaga stabilitas harga, dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

“Kami sudah telepon Menteri BUMN dan Menteri Perdagangan. Kita sepakat membangun ekosistem ternak, terutama pembangunan pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging. Insyaallah, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa mulai. Targetnya 1,5 tahun selesai, maksimal dua tahun,” ujar Amran, Jumat (9/10).

Amran menegaskan, industri pengolahan diperlukan agar kelebihan produksi telur dan daging ayam dapat terserap. Dengan demikian, peternak tidak hanya bergantung pada penjualan produk segar yang rentan terhadap perubahan permintaan dan harga.

“Ini solusi permanen, fundamental. Kalau pabriknya berdiri, impor tepung telur kita hentikan. Kita sudah sepakat. Harapannya, setelah ekosistem ini berdiri, persoalan yang sama tidak terus berulang,” ucap dia.

Pemerintah akan menindaklanjuti rencana pembangunan tersebut melalui studi kelayakan atau feasibility study (FS). Kebutuhan investasi awal diperkirakan sekitar Rp200 miliar untuk setiap pabrik dan berpotensi meningkat menjadi Rp250 miliar untuk fasilitas yang mencakup pengolahan daging.

Amran meminta jajaran terkait mengawal persiapan, termasuk perencanaan, anggaran, dan pembangunan fasilitas. Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk memperkuat industri pengolahan hasil peternakan.

“Kalau ada swasta mau bergandengan, silakan. Tapi negara ada di sampingnya,” kata dia.

Menurut Amran, ekosistem terintegrasi akan memberikan manfaat bagi petani dan peternak. Petani memperoleh pasar untuk hasil panen jagung, peternak mendapat kepastian pasokan pakan, sedangkan industri pengolahan menyerap kelebihan produksi telur dan daging.

Hasil peternakan yang melimpah dapat diolah menjadi produk dengan daya simpan dan pemanfaatan lebih luas. Skema tersebut diharapkan mengurangi risiko kerugian peternak ketika pasokan meningkat dan harga produk segar tertekan.

“Keuntungannya adalah meningkatkan kesejahteraan peternak, mengurangi kerugian yang sering terjadi pada bulan-bulan tertentu, dan mengurangi belanja devisa untuk impor. Ini keputusan mendasar, kita bangun ekosistem peternakan yang terintegrasi satu sama lain,” ucap dia.

Dukungan terhadap rencana tersebut disampaikan Ii Cahyadi, anggota Pinsar sekaligus pelaku usaha peternakan melalui PT Bereh Poultry Indonesia di Subang. Ia menilai pembangunan pabrik pengolahan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pasar telur dari peternak lokal.

Cahyadi mengatakan, industri pengolahan berskala besar membutuhkan investasi dan kapasitas yang sulit dipenuhi secara mandiri oleh peternak kecil maupun koperasi. Karena itu, keterlibatan pemerintah diperlukan untuk membangun fondasi industri dan memperkuat daya saing produk dalam negeri.

“Industri itu tidak mungkin ditangani sendiri oleh swasta, peternak-peternak kecil, ataupun koperasi karena membutuhkan skala yang masif. Kita juga harus berhadapan dengan BUMN dari negara lain, baik India maupun Tiongkok,” ujar dia.

Ia mengapresiasi persetujuan Amran untuk menindaklanjuti rencana pembangunan pabrik tersebut. Menurut dia, langkah ini memberikan harapan bagi peternak dalam mengatasi persoalan pemasaran dan membangun kepastian penyerapan produksi.

“Alhamdulillah, hari ini beliau langsung memberikan persetujuan. Itu sangat melegakan bagi kami. Jadi, bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi lebih dari itu, program pabrik ini diharapkan bisa mengatasi persoalan penyerapan produk peternak,” kata Cahyadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

IMF: PDB Vietnam akan Lampaui Indonesia Tahun Ini

34 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
IMF: PDB Vietnam akan Lampa...
Olahraga
Marukawa Jadi Mimpi Buruk P...
Luar Negeri
Peretasan Kripto, Bagaimana...
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.