Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Impor Migas Kamboja Melonjak 54% dalam 9 Bulan, Apa Penyebabnya?

31 Sabtu, 10 Okt 2026, 07:50 WIB | Oleh:
Impor Migas Kamboja Melonjak 54% dalam 9 Bulan, Apa Penyebabnya? Impor Migas Kamboja Melonjak 54% dalam 9 Bulan, Apa Penyebabnya? Doc: Antara foto/Xinhua
Ket. Warga mengunjungi Istana Kerajaan untuk merayakan ulang tahun ke-73 Raja Kamboja Norodom Sihamoni di Phnom Penh, Kamboja, Kamis (14/5).

PHNOM PENH - Impor migas Kamboja melonjak hampir 54 persen dalam 9 bulan pertama 2026. Rincian data menunjukkan negara kerajaan tersebut menghabiskan 1,47 miliar dolar AS untuk bahan bakar solar dari Januari hingga September, meningkat 48 persen secara tahunan (year on year/yoy). Impor bensin melonjak 76 persen menjadi 1,04 miliar dolar AS, sementara pengeluaran untuk gas pembakaran naik 23 persen menjadi 314 juta dolar AS.

Thong Mengdavid, Wakil Direktur Pusat Studi Tiongkok-ASEAN di Universitas Teknologi dan Sains Kamboja, mengaitkan lonjakan tersebut dengan kombinasi faktor domestik dan internasional.

"Meningkatnya produksi industri, perluasan jaringan transportasi dan logistik, serta tingginya permintaan listrik merupakan pendorong utama lonjakan ini," katanya kepada Xinhua.

Dia menyebutkan bahwa momentum ekonomi Kamboja yang sedang menguat kini terbentur lonjakan harga bahan bakar global yang dipicu oleh konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan negara itu, pada Jumat, harga eceran bensin reguler per liter tercatat 5.150 riel (100 riel Kamboja = Rp441), atau 1,27 dolar AS, melonjak 33,7 persen dibandingkan tingkat harga sebelum konflik Timur Tengah. Sementara itu, harga bahan bakar solar per liter mencapai 5.650 riel, atau 1,39 dolar AS, yang mencerminkan lonjakan 46,7 persen.

Kamboja saat ini sepenuhnya bergantung pada impor minyak bumi, mengingat negara di Asia Tenggara itu belum memanfaatkan cadangan minyak dan gas (migas) lepas pantainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Main di Kandang, Arema FC Digulung Bali United

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Main di Kandang, Arema FC D...
Luar Negeri
Bandung Bondowoso Pindah ke...

Subuh Keliling untuk Mencari Masukan Warga

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Subuh Keliling untuk Mencar...
Daerah
Rapat Anggota Tahunan Sebua...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.