Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Subsidi dan Kompensasi Energi Tembus Rp376,8 Triliun, Beban APBN Membengkak

30 Jumat, 09 Okt 2026, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Subsidi dan Kompensasi Energi Tembus Rp376,8 Triliun, Beban APBN Membengkak Subsidi dan Kompensasi Energi Tembus Rp376,8 Triliun, Beban APBN Membengkak Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Menteri Keuangan Suahasil Nazara (tengah) menyampaikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Oktober 2026 di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara melaporkan realisasi pembayaran subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp376,8 triliun hingga September 2026.

Realisasi tersebut meningkat 54,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu, setara dengan 84,3 persen dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

“Tahun lalu baru dibayarkan Rp244,6 triliun, tahun ini sudah kita bayarkan Rp376,8 triliun,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (9/10).

Suahasil menjelaskan peningkatan pembayaran subsidi dan kompensasi membuat arus kas badan usaha penyalur barang bersubsidi menjadi lebih sehat sehingga mendukung kelancaran operasional mereka.

Kenaikan pembayaran tersebut juga diiringi peningkatan konsumsi sejumlah barang bersubsidi.

Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) tercatat mencapai 13.408,6 ribu kiloliter, tumbuh 9,1 persen secara tahunan. Sementara itu, realisasi konsumsi LPG tercatat sebesar 5.761 juta kilogram, naik 2,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Listrik meningkat jumlah pelanggannya 2,1 persen, pupuk meningkat jumlah realisasi volume pupuknya 15,7 persen, dan juga KUR meningkat 7,9 persen,” jelas Bendahara Negara itu.

Suahasil menerangkan realisasi pembayaran subsidi dan kompensasi energi dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak mentah Indonesia (ICP), nilai tukar rupiah, serta peningkatan volume konsumsi BBM, LPG, dan listrik bersubsidi.

Selain itu, volatilitas harga minyak akibat dinamika geopolitik global berpotensi meningkatkan kebutuhan anggaran subsidi energi. Indonesia, menurut dia, memiliki pengalaman menghadapi tekanan serupa saat konflik Rusia-Ukraina terjadi pada 2022.

Sementara itu, realisasi subsidi nonenergi terutama dipengaruhi oleh peningkatan pembayaran subsidi pupuk.

Adapun secara keseluruhan dari sisi belanja negara, realisasi belanja hingga September 2026 mencapai Rp2.660,5 triliun atau 69,2 persen dari pagu APBN. Angka ini tumbuh 19 persen secara tahunan.

Belanja pemerintah pusat (BPP) terealisasi sebesar Rp2.061,3 triliun, setara 65,4 persen dari pagu APBN, dengan pertumbuhan 29,6 persen secara tahunan.

Realisasi tersebut terdiri atas belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp1.069,4 triliun atau 70,8 persen dari pagu APBN, tumbuh 33,5 persen secara tahunan. Adapun belanja non-K/L mencapai Rp991,9 triliun atau 60,5 persen dari pagu APBN, meningkat 25,7 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Daerah
Sebuah Boat Terbakar di Nus...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada LANY, UNGU hingga Jakarta Fashion Week 2027

7 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada LANY, UNGU hingga Jakarta Fashion Week 2027

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.