Atlet Disabilitas Intelektual DIY Bidik Prestasi di PESONAS 2026

Jumat, 09 Okt 2026, 17:30 WIB

YOGYAKARTA — Sebanyak 12 atlet penyandang disabilitas intelektual dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan berlaga dalam Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II SOIna 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Menjelang keberangkatan, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, berpesan agar kondisi kesehatan seluruh atlet dan pendamping tetap terjaga selama mengikuti kompetisi hingga kembali ke Yogyakarta.

Pesan tersebut disampaikan Sri Paduka saat menerima pamitan kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) DIY di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (9/10). Dalam kesempatan itu, Sri Paduka menyambut baik keikutsertaan kembali atlet-atlet DIY dalam ajang olahraga bagi penyandang disabilitas intelektual. Ia juga berharap masyarakat, khususnya orang tua, memberikan ruang bagi anak-anak mereka untuk mengembangkan potensi tanpa menyembunyikan kondisi disabilitasnya.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemda Yogyakarta

“Tentu kami selalu berharap, bagaimana mereka (anak disabilitas intelektual) harus bisa mengembangkan diri. Lewat ajang seperti PESONAS inilah mereka bisa menunjukkan kemampuan dan berprestasi. Saya hanya nderek titip, tolong kesehatan mereka dijaga, apalagi sekarang cuaca sedang panas-panasnya, jadi jangan sampai dehidrasi,” imbuh Sri Paduka.

Menurut Sri Paduka, keberanian dan kesempatan untuk berpartisipasi merupakan hal utama dalam kompetisi tersebut. Raihan gelar juara menjadi nilai tambah, sementara pengalaman bertanding dapat menjadi sarana bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan diri.

Ia juga mengingatkan para pelatih dan ofisial agar memahami kebutuhan setiap atlet, termasuk kebiasaan yang perlu diperhatikan selama mengikuti kegiatan.

“Tentu ada kebiasaan-kebiasaan mereka yang sudah diketahui pelatih masing-masing. Minta tolong bisa diperhatikan. Selamat berkompetisi, semoga semuanya lancar, dan dapat kembali pulang dengan sehat,” ungkap Sri Paduka.

Ketua SOIna DIY, Danang Maharsa, mengatakan partisipasi tahun ini merupakan keikutsertaan kedua DIY dalam PESONAS. Sebelumnya, kontingen DIY turut mengikuti PESONAS I yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada 2022.

PESONAS II SOIna 2026 dijadwalkan berlangsung di Kota Kupang pada 14–18 Oktober 2026. Kontingen DIY terdiri atas 12 atlet yang akan didampingi enam pelatih dan dua ofisial. Mereka akan bertanding dalam empat cabang olahraga, yakni atletik, boccia, bulu tangkis, dan tenis meja.

“Tahun ini kami mengirim 12 atlet yang didampingi oleh enam pelatih dan dua official. Mereka akan mengikuti empat cabang olahraga, yakni atletik, boccia, bulutangkis, dan tenis meja. Karenanya, kami datang untuk meminta doa restu agar semuanya bisa lancar, sukses, dan bisa membawa nama DIY ke prestasi yang maksimal,” ungkapnya.

Danang menjelaskan, kontingen DIY tidak menetapkan target kemenangan secara khusus. Meski demikian, peluang menembus 10 besar tetap diharapkan, berkaca pada hasil PESONAS 2022 ketika DIY berhasil menempati posisi tiga besar.

“Tentu kami tidak ingin membebani atlet dengan target kemenangan. Namun, kami berharap mereka dapat memberikan penampilan terbaik dan, jika memungkinkan, masuk 10 besar,” ujarnya.

PESONAS II diperkirakan diikuti 25 provinsi dengan jumlah atlet lebih dari 1.000 orang. Melihat potensi atlet yang dimiliki DIY, Danang juga berharap daerah tersebut suatu saat dapat dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan PESONAS.

“PESONAS II ini rencananya akan diikuti oleh 25 provinsi dengan jumlah atlet lebih dari 1.000 orang. Melihat potensi DIY yang cukup besar, kami berharap suatu saat DIY dapat menjadi tuan rumah PESONAS juga,” imbuhnya.

SOIna merupakan gerakan yang berkembang menjadi organisasi untuk membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas intelektual agar dapat berperan aktif di masyarakat. Organisasi ini mendorong mereka menjadi pribadi yang produktif, diterima, dihargai, serta memperoleh pengakuan atas kesetaraan sebagai bagian dari masyarakat. Salah satu kriteria atlet SOIna adalah memiliki skor IQ 70 atau di bawahnya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.