- Home
-
- Luar Negeri
-
- Penyakit Campak Meluas, Ne...
Penyakit Campak Meluas, New York Tetapkan Status Darurat
Kamis, 08 Okt 2026, 00:01 WIBNEW YORK â Negara bagian New York menetapkan status darurat bencana akibat meningkatnya kasus campak. Keputusan ini diambil ketika Amerika Serikat menghadapi lonjakan kasus penyakit yang sebenarnya telah dinyatakan tereliminasi dari penularan domestik sejak 2000.
Dari CBS, Gubernur New York, Kathy Hochul, menetapkan status darurat pada Senin, 5 Oktober 2026. Hingga 3 Oktober, sebanyak 108 kasus campak tercatat di seluruh negara bagian tersebut. Sebanyak 101 kasus berada di luar New York City, sementara tujuh lainnya tercatat di wilayah kota.
Lonjakan paling signifikan terjadi sejak pertengahan Juli. Sebanyak 92 kasus dilaporkan di 18 wilayah pedesaan dengan tingkat imunisasi yang relatif rendah. Kondisi ini membuat pemerintah negara bagian memperluas langkah vaksinasi dan pemeriksaan untuk menghentikan penularan.
Melalui status darurat tersebut, lebih banyak tenaga kesehatan kini diperbolehkan memberikan vaksin MMR atau vaksin campak, gondongan, dan rubela. Perawat terdaftar juga dapat memerintahkan pemeriksaan terhadap pasien yang dicurigai terinfeksi campak.
Apoteker, paramedis, dan bidan turut diberi kewenangan untuk memberikan vaksin. Kebijakan tersebut diharapkan mempercepat upaya vaksinasi, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki akses layanan kesehatan lebih terbatas. Status darurat berlaku hingga 4 November 2026.
Situasi di New York menjadi bagian dari persoalan yang jauh lebih besar. Amerika Serikat telah mencatat hampir 3.900 kasus campak sepanjang 2026 hingga awal Oktober. Angka tersebut menjadikan tahun ini sebagai periode terburuk dalam wabah campak di AS sejak 1991.
Pennsylvania, negara bagian yang berbatasan dengan New York, menghadapi situasi yang bahkan lebih serius. Lebih dari 1.000 kasus telah dilaporkan di sana, disertai lima kematian. Wabah tersebut menjadi yang terbesar di Pennsylvania dalam lebih dari tiga dekade.
Campak sebelumnya berhasil dikendalikan di Amerika Serikat. Pada 2000, negara tersebut menyatakan bahwa penularan campak secara domestik telah dieliminasi. Namun, penurunan cakupan vaksinasi dalam beberapa tahun terakhir membuat sejumlah komunitas kembali rentan terhadap wabah.
Departemen Kesehatan New York juga sebelumnya telah memperingatkan peningkatan kasus, terutama di wilayah Capital, Central, dan Western New York. Hingga pertengahan September, pemerintah negara bagian mencatat 57 kasus dan kemudian terus mengalami peningkatan.
Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular melalui udara ketika penderita batuk atau bersin. Gejala awalnya antara lain demam, batuk, pilek, serta mata merah dan berair. Ruam biasanya muncul beberapa hari kemudian, dimulai dari wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Dalam kondisi berat, campak dapat menyebabkan pneumonia, pembengkakan otak, komplikasi kehamilan hingga kematian. Vaksin MMR tetap menjadi perlindungan utama terhadap penyakit tersebut.
Lonjakan kasus ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap status eliminasi campak Amerika Serikat. Otoritas kesehatan negara-negara di kawasan Amerika dijadwalkan melakukan penilaian pada November untuk menentukan apakah AS dan Meksiko masih dapat mempertahankan status bebas campak atau perlu dilakukan perubahan status kesehatan masyarakat tersebut.
- Campak
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga
-
Lagi, Anak Hiu Paus Sepanjang Dua Meter Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Kendari
-
Peluang Terdekat Raih Emas Pertama Gagal
-
Anak Dua Korban Kecelakaan Kapal Ditanggung Biaya Pendidikannya, Keluarga Masih Menunggu Keajaiban
-
Sah! SKB 3 Menteri Resmi Ditetapkan, Simak Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027 Disini!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.