Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Papua Barat Kembali Perpanjang Status Darurat

29 Kamis, 08 Okt 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Papua Barat Kembali Perpanjang Status Darurat Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Papua Barat Kembali Perpanjang Status Darurat Doc: Antara foto
Ket. Pemerintah Provinsi Papua Barat menggelar rapat untuk membahas penanganan terhadap karhutla dan kabut asap di Manokwari, Rabu (7/10).

MANOKWARI - Pemerintah Provinsi Papua Barat memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk mengoptimalkan penanganan secara terintegrasi sekaligus mengatasi dampak kabut asap yang menghambat mobilitas masyarakat.

Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani di Manokwari, Rabu, mengatakan perpanjangan status diperlukan karena kebakaran belum sepenuhnya tertangani dan kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah lebih dari sepekan.

“Setelah menerima banyak masukan, pemerintah daerah memperpanjang status tanggap darurat,” kata Lakotani.

Dia menjelaskan, upaya percepatan penanganan karhutla dan kabut asap di wilayah Papua Barat membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah pusat, aparat keamanan, maupun sektor swasta.

Pemerintah daerah kemudian menginisiasi rapat yang melibatkan sejumlah instansi, antara lain Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta SKK Migas.

“Karhutla ini dampaknya sudah sangat luas, makanya kami membahas strategi lanjutan dalam menangani masalah kebakaran dan kabut asap,” ujarnya.

Menurut Lakonai, kabut asap akibat karhutla di sejumlah wilayah telah berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat maupun rute transportasi udara karena jarak pandang (visibilitas) tidak sesuai standar keamanan penerbangan.

Pemerintah kabupaten seperti Kaimana dan Manokwari juga telah mengeluarkan kebijakan pembelajaran jarak jauh menggantikan kegiatan tatap muka di sekolah sebagai respon untuk mencegah peserta didik terpapar infeksi saluran pernapasan.

“Kaimana sudah sejak Jumat pekan lalu, dan diikuti Manokwari yang menerapkan sekolah daring. Rute penerbangan juga terganggu karena kabut asap,” ucap Lakotani.

Berdasarkan data pada aplikasi SiPongi+ (Sistem Pemantauan Karhutla) Kementerian Kehutanan, terdapat 199 titik panas pada 1-6 Oktober 2026 yang tersebar di Kaimana 99 titik, Fakfak 76 titik, Teluk Bintuni 15 titik, dan Pegunungan Arfak 3 titik.

Citra Himawari-9 BMKG mencatat angin timuran membawa asap karhutla dari Provinsi Papua Selatan dan transboundary hase Papua Nugini hingga ke wilayah Manokwari, ditambah asap karhutal di Kaimana, Fakfak, dan Teluk Bintuni.

BMKG juga memprediksi kualitas udara di Kaimana dan Teluk Bintuni berada pada kategori sangat tidak sehat selama tiga hari, yakni 7-9 Oktober 2026 berdasarkan hasil pemantauan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5.

Kategori sangat tidak sehat menunjukkan konsentrasi PM2.5 berada pada kisaran 150,5-250,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³), jauh melampaui nilai ambang batas PM2.5 selama 24 jam sebesar 55 µg/m³.

Selain Kaimana dan Teluk Bintuni, kualitas udara di Teluk Wondama pada 7 Oktober 2026 berada pada kategori tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 berkisar 55,5-150,4 µg/m³, kemudian memburuk menjadi sangat tidak sehat pada 8-9 Oktober.

Sementara kualitas udara di Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, dan Pegunungan Arfak diprediksi konsisten berada pada kategori sedang selama 7-9 Oktober 2026 dengan konsentrasi PM2.5 berkisar 15,6-55,4 µg/m³.

Dengan demikian, dari tujuh kabupaten di Papua Barat, Kaimana, dan Teluk Bintuni mengalami kualitas udara sangat tidak sehat selama tiga hari, sedangkan Teluk Wondama dan Fakfak mengalami perubahan kategori.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Megapolitan
Penertiban 17 Bangunan Liar...
Olahraga
Satria Muda Juara Grup A IB...
Advertisement
Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.