Wakil Ketua MPR Dorong Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Mental Siswa Sekolah

Rabu, 11 Mar 2026, 00:10 WIB

JAKARTA - Ancaman gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja dinilai perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya di lingkungan pendidikan. Upaya deteksi dini di sekolah dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah persoalan kesehatan jiwa siswa berkembang menjadi masalah yang lebih serius di masa depan.

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mendorong pemerintah memperkuat langkah deteksi dini terhadap masalah kesehatan mental peserta didik melalui kolaborasi lintas sektor.

Ket. Foto: Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat — Sumber: MPR RI

“Langkah kolaborasi sejumlah pihak terkait untuk mengatasi secara menyeluruh ancaman kesehatan jiwa siswa di sekolah harus mendapat dukungan bersama,” kata Lestari, Selasa (10/3).

Menurut Lestari, penguatan deteksi dini menjadi salah satu strategi penting untuk memastikan siswa yang mengalami gejala gangguan kesehatan mental dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Ia menilai peran sekolah sangat penting karena menjadi ruang interaksi utama bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pihaknya menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memperkuat deteksi dini gangguan kesehatan mental pada siswa.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui pembekalan kepada para guru agar mampu mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental pada peserta didik di lingkungan sekolah.

Menurut Lestari, pembekalan tersebut sangat penting untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengidentifikasi gejala awal gangguan kesehatan mental pada siswa. Dengan kemampuan deteksi dini yang baik, guru diharapkan dapat segera menindaklanjuti setiap temuan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Berdasarkan data survei Kementerian Kesehatan pada awal 2026, sekitar 5 persen anak dan remaja di Indonesia mengalami gejala gangguan jiwa, terutama depresi dan kecemasan. Lebih lanjut, tercatat sekitar 34,9 persen remaja usia 10 hingga 17 tahun berada dalam kelompok berisiko mengalami masalah kesehatan mental.

Namun dari jumlah tersebut, hanya sekitar 2,6 persen yang memperoleh penanganan profesional di bidang kesehatan mental.

Melihat kondisi tersebut, Lestari menilai kemampuan deteksi dini tidak hanya perlu dimiliki oleh guru, tetapi juga oleh para orang tua di lingkungan keluarga.

Menurut dia, guru yang setiap hari berinteraksi dengan siswa di sekolah memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam mengenali perubahan perilaku anak. Di sisi lain, orang tua juga memiliki peran penting karena lebih dekat dengan kehidupan anak di lingkungan rumah.

Karena itu, ia menilai peningkatan kapasitas guru dan orang tua dalam mendeteksi masalah kesehatan mental siswa harus menjadi bagian dari upaya bersama untuk melindungi generasi muda. Dengan deteksi dini yang baik di sekolah maupun di rumah, setiap gejala gangguan kesehatan mental pada anak diharapkan dapat dikenali lebih cepat.

Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat. Sehingga ancaman gangguan kesehatan jiwa pada generasi penerus bangsa dapat diminimalkan sejak dini. ils/I-1

  • MPR RI
  • Gangguan Kesehatan Mental

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.