Bikin Haru! Kapten Honour Minta Maaf Tak Bisa Bawa Pulang 5 ABK

Rabu, 07 Okt 2026, 00:10 WIB

TANGERANG - Kapten Kapal Tanker MT Honour, Ashari Samadikun (34) menyampaikan permohonan maaf terhadap keluarga ke lima orang anak buah kapal (ABK) yang gugur dalam insiden penyanderaan oleh perompak di Somalia sejak April 2026.

Dalam pernyataan itu, kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Sulsel tersebut pun tak kuasa menahan kesedihan dan rasa kecewa yang dirasakan olehnya karena tidak mampu membawa seluruh awaknya pulang dengan selamat.

"Dan saya selaku kapten, memohon maaf sebesar-besarnya kepada kelima keluarga kru saya yang telah meninggal. Saya tidak bisa menepati janji saya membawa semua kru saya dengan keadaan selamat. Saya memohon maaf sebesar-besarnya," ucap Ashari setelah kembali ke tanah air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Selasa.

Ia mengaku terpukul karena merasa gagal memenuhi janji terbesarnya dalam memastikan keamanan dan keselamatan seluruh kru dalam kondisi apapun agar bisa berkumpul kembali dengan keluarganya.

Pada kesempatan itu, Ashari juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) serta Kementerian Perhubungan (Kemenhub), yang bergerak cepat merespons situasi darurat sejak hari pertama penyanderaan.
​
Ia mengenang momen krusial pada hari pertama penyanderaan ketika dirinya diberikan kesempatan untuk melakukan kontak luar kapal, dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Nairobi sebagai pihak pertama yang dihubunginya.

"Saya berterima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, terkhususnya Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perhubungan. Pada hari pertama saya mendapatkan kesempatan untuk menghubungi di luar kapal, yaitu yang pertama saya hubungi adalah Kedutaan Besar Nairobi," ujar Ashari.

Berkat sinergi diplomasi pemerintah Indonesia di luar negeri, dan pihak terkait lainnya Kapten Ashari bersama para kru yang selamat dan tiga diantaranya seperti Adi Faizal 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Wahudinanto selaku Chief Officer asal Pemalang, Jawa Tengah dan Fiki Mutakin asal Bogor, Jawa Barat.

Mereka, berhasil dibebaskan dari sanderaan perompak dan kini berkumpul kembali dengan keluarga masing-masing usai ketibaan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, pada Selasa malam.

Dalam kesempatan itu, Menko PMK Sugiono menyampaikan pemulangan WNI menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada warga negaranya.

Selain itu, pemerintah juga memastikan pemulihan fisik dan mental para korban berjalan optimal dengan memberikan perhatian penuh pada aspek kesehatan pasca-penyanderaan.
​
"Pada kesempatan ini, saya selaku Menko PMK ingin memastikan bahwa kelanjutan dari proses ini di mana perawatan kesehatan bagi saudara-saudara kita ini juga bisa terlaksana dengan baik," katanya.
​
Atas keberhasilan pembebasan tersebut, Menko PMK Sugiono menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada berbagai pihak yang berjibaku selama proses penyelamatan.

Selain itu, apresiasi khusus ditujukan kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Komisi I DPR RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaunde, serta seluruh unsur yang terlibat.
​
"Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, kemudian seluruh anggota Komisi I DPR RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia, Yaunde, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemulangan, pembebasan dan pemulangan saudara-saudara kita ini," kata dia.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.