Kesemutan Tangan Sering Muncul Malam Hari? Bisa Jadi Gangguan Saraf
Rabu, 07 Okt 2026, 00:45 WIBJakarta - Dokter spesialis neurologi menyampaikan bahwa kesemutan atau kebas pada tangan yang terjadi berulang, terutama pada malam hari, dapat menjadi indikasi gangguan saraf seperti Carpal Tunnel Syndrome (CTS) atau gangguan saraf yang berasal dari leher.
"Keluhan CTS biasanya berupa kesemutan atau kebas pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis. Keluhan ini sering lebih terasa pada malam hari dan bahkan dapat membuat pasien terbangun dari tidur," kata dr. Puspasari, Sp.N, FIOM, FEEG, FPSG, F.Neurosomnologi, FEMG, KHS dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (6/10).
Ia menjelaskan CTS terjadi ketika saraf yang melewati pergelangan tangan mengalami tekanan pada jalurnya yang sempit. Pada kondisi yang lebih lanjut, gangguan tersebut dapat menyebabkan tangan terasa lemah sehingga penderita mudah menjatuhkan benda atau mengalami kesulitan melakukan gerakan halus.
Keluhan CTS, menurut dia, terkadang dapat berkurang setelah tangan digoyangkan atau dikibaskan.
Namun, Dokter Puspasari mengingatkan kesemutan pada tangan tidak selalu disebabkan gangguan saraf di pergelangan tangan. Keluhan tersebut juga dapat berasal dari gangguan saraf di area leher yang dikenal sebagai radikulopati servikal.
"Jika sumber gangguan berasal dari leher, keluhan dapat berupa nyeri yang berawal dari leher kemudian menjalar ke bahu, lengan, hingga jari-jari tangan. Kesemutan atau kebas juga dapat muncul pada area tertentu sesuai dengan saraf yang mengalami gangguan," katanya.
Gangguan saraf di leher dapat berkaitan dengan perubahan pada tulang belakang, penyempitan jalur saraf, maupun gangguan pada bantalan tulang atau diskus. Kondisi tersebut tidak selalu disertai nyeri leher yang berat.
Dokter Puspasari mengatakan lokasi kesemutan dapat menjadi petunjuk awal untuk mengetahui sumber gangguan, tetapi belum cukup untuk memastikan diagnosis. Dokter perlu menilai pola keluhan, kondisi saraf, kekuatan otot, refleks, serta bagian tangan atau lengan yang mengalami gangguan rasa.
Pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan Electromyography/Nerve Conduction Study (EMG/NCS) untuk mengevaluasi fungsi saraf dan otot.
"NCS membantu menilai bagaimana sinyal listrik berjalan melalui saraf, sedangkan EMG membantu mengevaluasi aktivitas listrik pada otot. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi mengenai lokasi dan tingkat gangguan saraf," katanya.
"Pada kondisi tertentu, pemeriksaan klinis, MRI, dan EMG/NCS dapat saling melengkapi. Tujuannya bukan hanya menemukan kelainan, tetapi memahami apakah kelainan tersebut sesuai dengan keluhan pasien," jelasnya.
Kesemutan yang sesekali terjadi setelah tangan tertindih saat tidur umumnya dapat membaik setelah posisi tubuh diubah. Namun, pemeriksaan medis disarankan apabila keluhan terjadi berulang, semakin sering, membuat penderita terbangun pada malam hari, tidak kunjung membaik, disertai nyeri yang menjalar atau kelemahan tangan, serta mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
"Kesemutan merupakan gejala, bukan diagnosis. Mengetahui sumber dan lokasi gangguan saraf merupakan langkah penting untuk menentukan penanganan yang sesuai," kata dr. Puspasari.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.