Imbas Erupsi Anak Krakatau, 117 Ribu Penumpang KA Tiba di Jakarta

Selasa, 08 Sep 2026, 15:45 WIB

JAKARTA - Kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat menuju Jakarta selama periode erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Hingga periode 6-9 September 2026, tercatat lebih dari 117 ribu penumpang tiba di wilayah operasional KAI Daop 1 Jakarta.

Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan operasional perjalanan kereta api selama periode tersebut berlangsung dengan baik dan terkendali. Untuk kereta api jarak jauh, KAI Daop 1 Jakarta menyediakan 157.160 tempat duduk dengan tingkat okupansi sementara sekitar 61 persen.

Ket. Foto: Kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat menuju Jakarta selama periode erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Hingga periode 6-9 September 2026, tercatat lebih dari 117 ribu penumpang tiba di wilayah operasional KAI Daop 1 Jakarta. — Sumber: Koran Jakarta/Retno Prayudati

“KAI Daop 1 Jakarta memastikan operasional perjalanan kereta api pada periode 6 sampai 9 September 2026 berjalan dengan baik dan terkendali. Untuk KA Jarak Jauh, kami menyediakan 157.160 tempat duduk dengan tingkat okupansi sementara sekitar 61 persen,” kata Franoto, Selasa (8/9/2026).

KAI memastikan sarana, pelayanan, dan operasional perjalanan kereta api tetap berjalan selama periode tersebut. Kereta api menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat setelah perjalanan udara terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung Selatan.

Secara kumulatif pada periode 6-9 September, sebanyak 98.191 penumpang tercatat berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta. Sementara itu, jumlah penumpang yang tiba mencapai sekitar 117.339 orang, meski data untuk 8 dan 9 September masih dapat berubah.

Sejumlah kota menjadi tujuan favorit penumpang kereta api selama periode tersebut. Beberapa di antaranya adalah Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Purwokerto, Bandung, dan Jember.

Untuk layanan kereta api lokal, KA Pangrango memiliki kapasitas 14.720 tempat duduk dengan jumlah pemesanan mencapai 10.005 tiket. Sementara itu, KA Siliwangi menyediakan 7.632 tempat duduk dengan jumlah tiket yang telah dipesan sebanyak 3.100 tiket untuk periode yang sama.

Meningkatnya kebutuhan perjalanan membuat KAI Daop 1 Jakarta menambah empat perjalanan kereta api menuju wilayah timur. Empat perjalanan tambahan tersebut melayani sejumlah tujuan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Khusus hari ini, 8 September, terdapat 21.696 penumpang yang berangkat dan 29.192 penumpang yang tiba di wilayah Daop 1 Jakarta,” kata Franoto. Jumlah tersebut menunjukkan arus penumpang yang masuk ke wilayah Jakarta lebih tinggi dibandingkan jumlah penumpang yang berangkat.

Pada Selasa (8/9), KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan 69 perjalanan kereta api jarak jauh reguler setiap hari. Selain perjalanan reguler, terdapat empat kereta api tambahan dari Stasiun Gambir dengan tujuan Yogyakarta, Semarang Tawang, Malang, dan Surabaya Pasarturi.

Secara keseluruhan, sebanyak 21.696 penumpang tercatat berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 1 Jakarta pada hari tersebut. Adapun jumlah penumpang yang tiba mencapai 29.192 orang.

Perbedaan tersebut menunjukkan arus kedatangan menuju Jakarta cukup signifikan selama periode penerbangan terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Kereta api pun menjadi salah satu moda transportasi yang dimanfaatkan masyarakat untuk tetap melakukan perjalanan menuju maupun dari Jakarta.

Stasiun Gambir menjadi salah satu titik dengan volume keberangkatan tertinggi pada hari tersebut. Dari stasiun tersebut tercatat 9.133 penumpang berangkat, sedangkan Stasiun Pasar Senen mencatat 7.171 penumpang.

KAI Daop 1 Jakarta menyatakan operasional kereta api tetap berlangsung dengan memperhatikan kesiapan sarana dan pelayanan kepada penumpang. Penambahan perjalanan dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat di tengah perubahan pola perjalanan akibat gangguan pada transportasi udara.

Dengan jumlah penumpang yang datang lebih tinggi dibandingkan keberangkatan, arus mobilitas menuju Jakarta terlihat cukup kuat selama periode tersebut. Data penumpang untuk 8 dan 9 September masih bersifat dinamis sehingga jumlah akhir perjalanan pada periode tersebut dapat mengalami perubahan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.