UEFA Nations League: Tuchel Menuntut Standar Baru Permainan Inggris saat Hadapi Ceko

Selasa, 06 Okt 2026, 07:00 WIB

LONDON — Tim nasional Inggris datang dengan kepercayaan diri tinggi saat menjamu Ceko dalam lanjutan UEFA Nations League, Rabu (7/10)) dini hari WIB. Kemenangan telak 7-0 atas Kroasia menjadi modal berharga bagi tim asuhan Thomas Tuchel untuk melanjutkan momentum sekaligus mempertegas posisi mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara.

Kemenangan atas Kroasia bukan sekadar tiga poin. Hasil tersebut merupakan kemenangan terbesar Inggris atas negara yang masuk 50 besar dunia sejak 1992. Lebih luar biasa lagi, Kroasia belum pernah mengalami kekalahan sebesar itu sejak berdiri sebagai negara merdeka.

Ket. Foto: Thomas Tuchel. — Sumber: UEFA

Harry Kane dan Bukayo Saka masing-masing mencetak dua gol, sementara Jude Bellingham, Morgan Rogers, dan Anthony Gordon melengkapi pesta di Rijeka. Inggris bahkan menjadi tim pertama yang mampu mencetak sedikitnya lima gol dalam pertandingan tandang melawan Kroasia.

“Para pemain menunjukkan kualitas, intensitas, dan mentalitas yang luar biasa. Kami tidak hanya mencetak gol, tetapi juga bertahan dengan sangat baik. Itu adalah penampilan yang sangat lengkap,” ujar Tuchel.

Kini Inggris menempati posisi kedua Grup 3 Liga A. Mereka mengoleksi sembilan gol tanpa kebobolan dalam dua pertandingan terakhir. Jika mampu mengalahkan Ceko, Inggris berpeluang semakin dekat dengan tiket ke perempat final.

Tuchel juga menghadapi persoalan menarik dalam menentukan susunan pemain. Trent Alexander-Arnold dan Myles Lewis-Skelly berpeluang kembali masuk starting XI. Sementara Kane menjadi sorotan utama karena satu penampilan saja akan membuatnya menyamai rekor Peter Shilton sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk Inggris, yakni 125 caps.

Situasi Ceko berbanding terbalik. Tim asuhan Santi Denia belum meraih satu poin pun di Nations League musim ini setelah kalah dari Inggris, Kroasia, dan Spanyol. Kekalahan 0-2 dari Inggris pekan lalu memperpanjang puasa kemenangan mereka menjadi enam pertandingan, termasuk empat kekalahan beruntun.

“Kami tahu Inggris sedang berada dalam kondisi terbaiknya. Namun, kami harus berani bermain dan menunjukkan bahwa kami masih memiliki karakter. Kami tidak datang hanya untuk bertahan,” ujar Denia.

Kekalahan dari Spanyol juga meninggalkan masalah baru. Ladislav Krejci mendapat kartu merah sehingga harus menjalani skors. Martin Vitik diperkirakan menggantikannya di lini belakang. Pavel Sulc yang telah menyelesaikan masa skorsing juga berpeluang kembali mengisi posisi nomor 10.

Ceko memiliki catatan buruk ketika bermain di Inggris. Sejak 1998, mereka belum pernah menang di kandang Inggris, dengan dua kekalahan dan satu hasil imbang.

Dengan kondisi kedua tim yang kontras, pertandingan ini berpotensi menjadi ujian berikutnya bagi konsistensi Inggris. Tuchel memiliki skuad yang sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi, sementara Ceko datang dengan tekanan besar untuk menghentikan rangkaian hasil buruk.

Bagi Inggris, kemenangan bukan sekadar menjaga posisi di klasemen. Mereka ingin menunjukkan bahwa pesta tujuh gol atas Kroasia bukan ledakan sesaat, melainkan tanda lahirnya Inggris yang lebih matang, agresif, dan efisien di bawah Tuchel. Sebaliknya, Ceko membutuhkan keajaiban untuk menghentikan laju tuan rumah sekaligus menyelamatkan langkah mereka di UEFA Nations League

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.