Mendag Dorong UMKM Gunakan Barcode
Selasa, 06 Okt 2026, 18:58 WIBJAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mendorong pelaku UMKM melengkapi produknya dengan barcode agar lebih mudah masuk ke jaringan ritel modern. Peluang tersebut didukung oleh luasnya jaringan minimarket di Indonesia yang kini berjumlah lebih dari 50.000 gerai.
Bagi UMKM, barcode menjadi salah satu bentuk adaptasi terhadap digitalisasi perdagangan. Kode tersebut juga membantu pengelolaan produk dalam proses layanan, penyimpanan, dan penyaluran melalui jaringan ritel.
âKita terima kasih kepada GS1 Indonesia (penyedia kode batang) yang telah bekerja sama. Untuk melakukan sertifikasi barcode untuk produk pangan kemasan dan beauty care,â kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa (6/10).
Budi menilai penggunaan barcode merupakan salah satu persyaratan yang perlu diperhatikan UMKM ketika menyasar ritel modern. Meski demikian, produk tetap harus memiliki kualitas yang memenuhi standar dan daya saing yang memadai.
âKalau produk tidak punya daya saing, tidak bagus, ya tidak bisa masuk. Karena konsumen punya standar, ritel juga punya standar,â ujar Budi.
Ia menambahkan, kualitas produk menjadi perhatian baik bagi konsumen maupun pihak ritel. Karena itu, penggunaan barcode perlu diikuti dengan upaya menjaga mutu dan meningkatkan kemampuan produk untuk bersaing.
Pemanfaatan barcode dapat menjadi salah satu cara bagi UMKM untuk meningkatkan kemampuan produk lokal bersaing di pasar. Budi menyebut akses melalui ritel modern sebagai salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran produk dalam negeri.
Budi juga menyoroti besarnya jaringan minimarket yang tersedia di Indonesia. Saat ini, jumlah gerai minimarket di dalam negeri telah mencapai lebih dari 50.000.
âKalau semua bisa diisi produk-produk lokal kan luar biasa. Kalau semua produk lokal bisa masuk pasar dalam negeri berarti ketergantungan terhadap impor juga semakin kecil karena diisi oleh produk-produk lokal,â ujar dia.
Menurut Budi, banyaknya jaringan ritel tersebut membuka ruang bagi produk lokal untuk mengisi pasar dalam negeri. Ia berharap semakin banyak produk Indonesia yang dapat dipasarkan melalui jaringan tersebut.
Pada program sertifikasi barcode, Kemendag bekerja sama dengan GS1 Indonesia untuk memberikan fasilitasi kepada produk UMKM. Pada tahap awal, program tersebut diarahkan kepada 50 perusahaan yang memiliki produk pangan dalam kemasan dan beauty care.
Budi berharap cakupan fasilitasi sertifikasi barcode tidak berhenti pada tahap awal. Perluasan program diharapkan membuat lebih banyak produk UMKM memenuhi standar yang dibutuhkan untuk memasuki ritel modern. ils/I-1
Berita Terkait:
-
DPRD DKI Minta Warga Lokal Dilibatkan dalam Transformasi Transjakarta
-
Styles AsikFest 2026 Hadirkan Nostalgia 2000-an dan Panggung bagi Brand Lokal
-
BI Jakarta Fasilitasi UMKM di ISEF 2026, Perkuat Daya Saing dan Akses Pasar
-
Manisnya Laris Manis, Madu Muara Enim Tembus Pasar Singapura, Catat Rekor Baru
-
Airlangga Ungkap I-EU CEPA Diharapkan Diajukan Ratifikasi ke Uni Eropa pada Oktober 2026
-
Gebrak Pertahanan Houthi, Yaman Sukses Rebut Bandara dan Wilayah Strategis
-
Yili Indonesia Perkuat SDM UMKM Daerah melalui Kolaborasi Keamanan Pangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.