• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Berawal dari Modal Rp400 R...

Berawal dari Modal Rp400 Ribu, Arvin Store Kini Raih Omzet Rp98 Juta per Bulan

Rabu, 04 Nov 2026, 19:40 WIB

JAKARTA - Berawal dari usaha camilan rumahan dengan modal Rp400 ribu, Arvin Store di Karet Tengsin, Jakarta Pusat, kini berkembang menjadi toko serba ada dengan omzet mencapai Rp98 juta per bulan. Perubahan strategi penjualan, kemampuan membaca kebutuhan pasar, serta akses pembiayaan usaha menjadi bagian dari perjalanan bisnis yang dirintis Minarti, pemilik Arvin Store yang akrab disapa Ade.

Usaha tersebut mulai dibangun pada 2020, ketika pandemi Covid-19 menimbulkan ketidakpastian ekonomi. Setelah bekerja selama 15 tahun di bidang pemasaran, Ade memutuskan berhenti bekerja untuk mengurus keluarga. Namun, kondisi ekonomi keluarga berubah setelah suaminya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ket. Foto: Minarti, pemilik Arvin Store yang akrab disapa Ade, melayani proses pengambilan pesanan oleh mitra pengemudi Grab di Arvin Store, Karet Tengsin, Jakarta Pusat. Pemanfaatan kanal digital membantu Arvin Store menjangkau konsumen sekaligus mendukung pengembangan bisnisnya. — Sumber: Grab Indonesia

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keduanya kemudian merintis usaha mandiri. Sang suami bekerja sebagai mitra pengemudi GrabBike, sementara Ade mulai memproduksi dan menjual camilan rumahan melalui layanan GrabMart.

Penjualan awal belum menunjukkan hasil yang signifikan. Ade pun mengevaluasi produk dan strategi pemasaran yang dijalankan. Melihat lokasi rumahnya berdekatan dengan kawasan perkantoran Sudirman, Jakarta, ia kemudian mengalihkan fokus usaha dengan menjual perlengkapan alat tulis kantor (ATK) secara eceran.

Produk yang ditawarkan awalnya berasal dari barang-barang yang tersedia di rumah, seperti pulpen, buku, dan kertas HVS. Perubahan tersebut dilakukan setelah Ade melihat peluang dari kebutuhan pekerja dan masyarakat di sekitar kawasan perkantoran.

“Kami mengamati kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan perkantoran. Prinsip kami adalah menyediakan apa yang dibutuhkan pasar, bukan sekadar menjual apa yang ingin kami jual,” ujar Ade melalui keterangannya.

Mengembangkan Produk Berdasarkan Kebutuhan Pelanggan

Dalam mengembangkan Arvin Store, Ade menjadikan permintaan pelanggan sebagai salah satu acuan untuk menambah variasi barang. Pada masa awal berjualan melalui GrabMart, ia belum sepenuhnya memahami kebutuhan konsumen. Fitur komunikasi langsung dengan pelanggan juga belum tersedia saat itu.

Untuk mengetahui barang yang dicari pembeli, Ade terkadang meminta bantuan mitra pengemudi yang sedang menghubungi pelanggan agar ia dapat menanyakan kebutuhan mereka. Produk yang belum tersedia kemudian dicatat sebagai bahan pertimbangan untuk melengkapi persediaan toko.

Dari proses tersebut, katalog Arvin Store berkembang. Produk yang semula didominasi perlengkapan kantor kemudian bertambah dengan aksesori ponsel, barang elektronik, dan berbagai kebutuhan sehari-hari.

Seiring pertumbuhan usaha, Ade memanfaatkan fitur di aplikasi GrabMerchant untuk mengelola operasional toko. Fitur percakapan digunakan untuk berkomunikasi dengan pelanggan, sedangkan laporan performa penjualan menjadi bahan evaluasi. Ia juga memperhatikan kata kunci produk, menyesuaikan harga, dan memanfaatkan momentum tertentu, seperti hari besar nasional serta musim pendaftaran sekolah.

“Evaluasi performa toko dilakukan secara berkala. Jika terjadi penurunan penjualan, kami segera mengoptimalkan deskripsi produk dan strategi harga agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen,” jelasnya.

Konsistensi dalam mengembangkan katalog dan mengevaluasi penjualan turut mendorong pertumbuhan Arvin Store. Dari modal awal Rp400 ribu, usaha tersebut kini mencatat omzet hingga Rp98 juta per bulan. Untuk mengelola kategori produk yang semakin beragam, Ade membagi usahanya menjadi dua toko digital, yakni Arvin Store yang berfokus pada ATK dan kebutuhan umum serta Arvin Elektronik untuk produk elektronik.

Pembiayaan untuk Menjaga Perputaran Modal

Pertumbuhan transaksi membuat kebutuhan modal kerja semakin besar. Ade harus memastikan ketersediaan stok, terutama ketika menerima pesanan dalam jumlah besar yang membutuhkan dana pengadaan barang dalam waktu singkat.

Sejak 2023, ia memanfaatkan layanan pendanaan GrabModal Mantul by OVO Finansial untuk mendukung kebutuhan operasional. Dana yang diperoleh digunakan antara lain untuk membeli persediaan barang dan merenovasi area kerja toko agar proses pengambilan pesanan oleh mitra pengemudi dapat berlangsung lebih efisien.

Menurut Ade, akses pembiayaan tersebut membantu menjaga kelancaran arus kas usaha ketika kebutuhan operasional dan keluarga muncul dalam waktu berdekatan.

Salah satu pengalaman yang diceritakannya terjadi ketika ia harus membayar uang kuliah tunggal (UKT) anak sekitar Rp6 juta. Pada saat yang sama, terdapat kebutuhan sekitar Rp8 juta untuk pelunasan seragam dan pajak kendaraan. Di tengah kebutuhan tersebut, Arvin Store menerima pesanan sekitar 500 meterai yang memerlukan modal kurang lebih Rp5 juta.

Ade kemudian memanfaatkan pembiayaan sekitar Rp10 juta melalui GrabModal Mantul untuk memenuhi kebutuhan tersebut tanpa menghabiskan modal yang sedang digunakan untuk menjalankan usaha.

“Dana yang saya ambil memang sudah memiliki posnya masing-masing sejak awal. Jadi, bukan mengambil pembiayaan lalu menyimpannya tanpa tujuan. Dengan cara ini, kebutuhan keluarga tetap bisa dibayar, stok usaha tetap tersedia, dan cash flow bisa kembali berputar dari omzet berikutnya,” kata Ade.

Ia menilai perencanaan penggunaan dana dan kedisiplinan memenuhi kewajiban pembayaran menjadi hal penting dalam memanfaatkan pembiayaan usaha. Dengan perencanaan tersebut, pendanaan dapat diarahkan untuk kebutuhan produktif dan tidak mengganggu perputaran modal.

Akses Pendanaan bagi Mitra Usaha

GrabModal Mantul merupakan salah satu layanan pendanaan yang disediakan melalui ekosistem Grab dan OVO Finansial. Menurut perusahaan, sejak diluncurkan, lebih dari 600.000 mitra UMKM, yang terdiri atas mitra GrabMerchant dan mitra pengemudi Grab di seluruh Indonesia, telah mengakses pendanaan dengan nilai akumulasi lebih dari Rp9 triliun.

Layanan GrabModal by OVO Finansial ditujukan untuk membantu mitra memperoleh pendanaan bagi kebutuhan usaha. Perusahaan menyebut layanan tersebut telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan proses pengajuan praktis, cicilan ringan, serta skema pembayaran harian.

OVO Finansial menyatakan penyediaan akses pembiayaan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan bagi pelaku UMKM dan mitra dalam ekosistem digital. Pendanaan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif, termasuk pengadaan stok dan pengembangan operasional usaha.

Bagi Ade, akses pembiayaan menjadi salah satu faktor pendukung ketika usahanya harus memenuhi pesanan dalam jumlah besar. Namun, ia menekankan pentingnya memastikan dana yang diperoleh telah memiliki peruntukan yang jelas.

“Akses pembiayaan yang produktif memungkinkan kami menjaga perputaran stok barang dan memenuhi pesanan besar tepat waktu. Hal ini menjadi pondasi utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Berencana Memperluas Usaha

Perkembangan Arvin Store turut memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi keluarga Ade. Usaha yang bermula dari penjualan camilan rumahan itu kini menjadi sumber pendapatan sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan bisnis lebih jauh.

Selain memenuhi kebutuhan keluarga dan pendidikan anak, Ade mulai merencanakan perluasan jangkauan operasional Arvin Store ke lokasi yang dinilai lebih strategis. Ia juga ingin terus menambah variasi produk dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

“Pertumbuhan bisnis ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan,” kata Ade.

Perjalanan Arvin Store memperlihatkan bagaimana perubahan strategi berdasarkan kebutuhan pasar dapat membuka peluang pertumbuhan bagi usaha kecil. Dari modal awal yang terbatas, bisnis tersebut berkembang melalui penyesuaian produk, pengelolaan

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.