Pembangunan Karakter Harus Berisi Nilai-nilai Toleransi
Senin, 05 Okt 2026, 00:35 WIBBOGOR â Negeri ini sangat memerlukan nilai-nilai toleransi. Di mana-mana banyak pembubaran orang beribadah. Ini membuktikan orang tidak menghargai kepercayaan orang lain. âUntuk itu, nilai-nilai toleransi dan saling menghargai harus menjadi isi saat membangun karakter masyarakat di Kota Bogor,â tandas Wali Kota Bogor Dedie A Rachim.
"Karakter Kota Bogor adalah orang-orang yang punya toleransi tinggi. Mereka saling menghargai. Siapa pun yang ada di Kota Bogor terjaga, aman, damai, bahkan sejahtera," kata Dedie di Bogor.
Hal itu disampaikan Dedie saat menghadiri open house Together for The Future bertema "Great Futures Begin with Great Partnership" di Sekolah Kristen Tunas Harapan, Kecamatan Bogor Selatan. Menurut dia, pendidikan yang ditempuh seseorang pada akhirnya tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter.
Ia mengatakan manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri sehingga perlu belajar hidup berdampingan dengan saling menghormati, menghargai, menyayangi, menolong, dan bergotong royong. Pemkot Bogor, kata Dedie, terus berupaya memperkuat nilai toleransi melalui berbagai kegiatan masyarakat agar kehidupan di Kota Bogor tetap berlangsung aman dan damai.
"Ujung-ujungnya bagaimana kemudian kita bisa membangun kota kita sebagai tempat untuk kita melaksanakan kehidupan dari pagi sampai pagi lagi secara aman, damai," ujarnya. Dedie mengapresiasi Sekolah Kristen Tunas Harapan yang membuka kegiatan tersebut bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan agama maupun latar belakang.
"Kebetulan hari ini Sekolah Kristen Tunas Harapan membuka kesempatan kepada semua warga Kota Bogor untuk tampil, tanpa terkecuali," kata Dedie. Ia juga menilai pendidikan tidak harus selalu ditempuh di sekolah negeri. Dedie menceritakan pengalamannya mengenyam pendidikan di sekolah swasta atau yayasan sebagai contoh bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita.
Menurut dia, harapan dan cita-cita dapat diwujudkan dengan usaha serta kemampuan membangun jejaring dan reputasi yang baik di tengah masyarakat. Sementara itu, Ketua Yayasan Tunas Harapan Daniel Yosafat mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang perlombaan dan pertunjukan, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan kesempatan bagi masyarakat.
"Kami percaya bahwa hari ini bukan saja untuk perlombaan, tetapi juga sama seperti Kota Bogor sebagai rumah dan tempat bagi pendidikan untuk tumbuh, berkembang, maju serta berkarakter," kata Daniel. Kegiatan open house tersebut juga menampilkan berbagai potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) warga Kota Bogor serta pertunjukan seni dan kreasi sebagai ruang kolaborasi antara sekolah dan masyarakat.Â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Gubernur DKI Minta Tindak Tegas Pelaku Pelecehan Seksual di PT Transjakarta
-
Lando Norris Kena Penalti 10 Posisi di GP Belgia karena McLaren Ganti Komponen Mesin
-
Pemberdayaan Pemuda Menjadi Program Strategis Tanah Laut
-
BNPB Salurkan Bantuan Logistik ke Aceh Timur
-
Fans Australia Rela Terbang ke Jakarta, Konser YE di GBK Bakal Guncang Ibu Kota
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.