- Home
-
- Luar Negeri
-
- Operasi Pencarian Korban B...
Operasi Pencarian Korban Banjir Bandang Nepal Terus Dilakukan
Selasa, 01 Sep 2026, 03:10 WIBISLAMABAD - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan longsoran lumpur yang melanda perbatasan Nepal-Tiongkok telah meningkat setidaknya menjadi 919 jiwa, sementara hampir 4.800 orang masih dinyatakan hilang, termasuk 853 warga asing, menurut pihak berwenang, Senin, enam hari setelah bencana terjadi.
Badan Nasional Pengurangan Risiko dan Penanganan Bencana Nepal menyampaikan bahwa 903 kematian telah dikonfirmasi di Nepal, dengan 4.247 orang, termasuk 592 warga asing, masih hilang.
Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung di seluruh wilayah terdampak, dengan pihak berwenang juga berupaya menjangkau pekerja yang terjebak di beberapa proyek pembangkit listrik tenaga air.
Di antara yang hilang di sisi Nepal terdapat 25 personel polisi Nepal, 45 dari tentara Nepal, 13 dari Pasukan Polisi Bersenjata Nepal, 14 dari Kantor Bea Cukai Nepal, tiga dari Kantor Imigrasi Nepal, serta 933 personel yang bertugas di berbagai stasiun pembangkit listrik tenaga air di Nepal, selain lainnya.
Ditambahkan pula bahwa 127 wisatawan Nepal termasuk dalam daftar orang hilang.
Di sisi Tiongkok, sebanyak 16 orang telah dikonfirmasi tewas dan 546 lainnya masih hilang di Kabupaten Gyirong di Provinsi Otonomi Xizang (Tibet) di barat daya Tiongkok, menurut laporan kantor berita pemerintah Xinhua.
Dari mereka yang hilang, 261 merupakan warga negara asing.
Jika digabungkan, jumlah korban tewas menjadi 919 jiwa dan jumlah orang hilang mencapai 4.793, termasuk 853 warga asing.
Tiongkok telah mengerahkan lebih dari 2.100 personel untuk operasi pencarian dan penyelamatan, bersama ratusan kendaraan dan ribuan peralatan penyelamatan.
Bencana banjir bandang melanda pada Rabu (26/8) ketika sebuah gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, retak pada ketinggian sekitar 5.200 meter, memicu longsoran es dan batu yang berkembang menjadi aliran puing besar dan menerjang lembah-lembah di sepanjang perbatasan.
Gelombang besar air, bersama dengan longsoran lumpur, menghancurkan wilayah Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Kavre, dan Lembah Kathmandu di Nepal, serta menimbun wilayah perbatasan Gyirong di sisi Tiongkok.
Lanjutkan Evakuasi
Dari belahan Amerika dilaporkan lebih dari 20 orang kemungkinan hilang atau belum diketahui keberadaannya setelah banjir bandang menerjang Grand Canyon National Park di Negara Bagian Arizona, Amerika Serikat (AS), demikian menurut otoritas setempat pada Minggu (30/8).
Peristiwa banjir bandang yang âsignifikanâ itu terjadi di Bright Angel Canyon dan area Phantom Ranch pada Sabtu (29/8), ungkap Layanan Taman Nasional AS dalam sebuah siaran pers. Pihak otoritas tersebut mengimbau siapa pun yang mengetahui adanya pendaki atau backpacker yang berada di bagian dalam ngarai sepanjang koridor Bright Angel Creek pada 29 Agustus, serta siapa pun yang memiliki reservasi perkemahan di koridor yang terdampak, untuk memberikan informasi kepada Cabang Layanan Investigasi Layanan Taman Nasional.
Pejabat taman nasional menyebutkan pihaknya terus melanjutkan upaya evakuasi dan tanggap darurat berkoordinasi dengan Departemen Keamanan Publik Arizona.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Waduh Banyak Sekali, Pemkab Sumenep Siagakan 20 Ambulans Antisipasi Korban Kapal Terbakar
-
BNPB: 4.000 Liter Air Bersih Dikirim untuk Atasi Kekeringan di Bandung Barat
-
Pastikan Stok BBM di NTT Aman, Komut Pertamina Tinjau Langsung Daerah Gempa
-
Komisi Yudisial Rekomendasikan 121 Hakim Dijatuhi Sanksi pada Semester I 2026
-
Gempa NTT Apakah Merembet ke Jawa? Sore Ini Bantul Jogja Digoyang Gempa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.