Inflasi 2026 Bisa Tembus 3,13 Persen, Subsidi Energi Tak Cukup Redam Tekanan
📅 Jumat, 02 Okt 2026, 20:15 WIB | Oleh: Tim PenulisJika hal ini terjadi, maka inflasi dapat berada di atas proyeksi saat ini. Menurutnya, setiap kenaikan harga energi bersubsidi domestik pada gilirannya akan meningkatkan secara signifikan kemungkinan BI menaikkan BI-Rate secara lebih agresif.
Untuk 2027, tim ekonom PermataBank memperkirakan risiko El Nino yang tinggi dan risiko geopolitik di Timur Tengah akan berlanjut setidaknya hingga semester I 2027, sehingga inflasi diperkirakan tetap pada level yang relatif tinggi.
Namun, tekanan tersebut diproyeksikan berangsur mereda pada semester II 2027, didukung oleh perbaikan kondisi global dan prospek rupiah yang lebih positif, yang akan mengurangi risiko inflasi impor. Dengan demikian, inflasi cost-push berpotensi mulai melandai pada semester II 2027.
“Kondisi ini akan memberikan ruang yang lebih besar bagi pemerintah untuk mempercepat agenda pro-pertumbuhan, meski penguatan permintaan domestik dapat meningkatkan inflasi demand-pull. Secara keseluruhan, kami memperkirakan inflasi IHK akan turun sedikit di bawah 3 persen pada akhir 2027, menjadi sekitar 2,94 persen,” kata Faisal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!