Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

G20 Tak Capai Kesepakatan soal Kelebihan Kapasitas Industri dan Kerja Paksa dalam Perdagangan

📅 Jumat, 02 Okt 2026, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dia menambahkan bahwa pernyataan para pemimpin Eropa yang menentang "agresi Rusia di Ukraina" terkait ekspor pangan hanya merupakan "kebenaran."

Forissier mengatakan hal tersebut tidak berarti suasana dalam pertemuan G20 buruk. "Sebaliknya, saya pikir pembahasannya cukup konstruktif," ujarnya.

"Ada konsensus bahwa tidak dapat diterima menggunakan pangan dan pertanian sebagai senjata," tambahnya.

Rusia dalam pertemuan G20 pekan ini diwakili Menteri Pembangunan Ekonomi Maxim Reshetnikov.

Dia mengkritik para pemimpin Eropa pada Rabu karena dinilai berbicara menggunakan slogan-slogan politik, menurut laporan jaringan yang dikendalikan pemerintah Rusia, Russia Today.

Memperluas Hubungan Perdagangan

Para menteri perdagangan dari sejumlah negara anggota G20 juga berupaya memperluas pembicaraan perdagangan dengan negara-negara di luar tuan rumah AS dalam pertemuan pekan ini.

Kanada, misalnya, tengah mengupayakan kesepakatan perdagangan bilateral dengan India, Turki, dan Arab Saudi, serta dengan Uni Eropa terkait perdagangan digital, kata Menteri Perdagangan Internasional Kanada Maninder Sidhu kepada wartawan pada Kamis.

Dia mengatakan Kanada dan India berharap dapat menyelesaikan perundingan "dalam beberapa bulan mendatang."

Sidhu juga bertemu dengan Greer di sela-sela pertemuan G20. Kepada AFP, dia mengatakan kedua pihak antara lain membahas kerja sama lebih lanjut antara Kanada dan AS.

Sejumlah negara berupaya menjalin kerja sama dengan Washington untuk menurunkan tarif.

Seorang pejabat Meksiko mengatakan pada Kamis bahwa negaranya membuat "kemajuan yang stabil" menuju kesepakatan tarif dengan AS.

"Kami memperkirakan akan ada penurunan tarif untuk baja, mobil, dan aluminium," tambah pejabat tersebut yang berbicara dengan syarat anonim.

Meksiko tidak ingin terburu-buru dalam perundingan, kata pejabat itu ketika ditanya apakah kesepakatan akan tercapai sebelum pemilihan paruh waktu AS yang penting.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Alih media digital manuskri...
Wisata
Kunjungan wisman periode Ja...

Inflasi nasional pada September 2026

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Inflasi nasional pada Septe...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.