Keunggulan 190 Sekolah Binaan Astra Jadi Fondasi Lahirnya Festival Generasi Cerdas 2026
📅 Rabu, 30 Sep 2026, 06:24 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA– Di balik kemeriahan Festival Generasi Cerdas (FGC) 2026 yang digelar Astra melalui Yayasan Astra - Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA MDR) di Menara Astra, Jakarta, pada 29 September hingga 1 Oktober 2026, ada cerita panjang tentang keunggulan 190 sekolah binaan yang tersebar di 9 provinsi dan 18 kabupaten di Indonesia.
Sekolah binaan YPA MDR bukan sekolah biasa. Sebagai bagian dari sembilan Yayasan Astra - YPA MDR secara khusus didirikan PT Astra International Tbk untuk melaksanakan tanggung jawab sosial di bidang pendidikan di daerah tertinggal dan strategis.
Pembinaannya dilakukan dengan tahapan 5 Tahun yang terdiri dari Empat Pilar, yaitu Karakter, Akademik, Kecakapan Hidup, dan Seni Budaya yang diterapkan dalam pembelajaran intrakurikuler berupa pelatihan serta pendampingan intensif.
Model pembinaan inilah yang menjadi keunggulan utama. Yayasan Astra - YPA MDR tidak hanya membantu pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, tetapi juga pengembangan kurikulum, manajemen sekolah, serta penyediaan sarana prasarana sesuai Standar Mutu Pendidikan Nasional. Hasilnya, seluruh elemen pendidikan mampu meningkatkan kualitas dari segi akademik, intelektual, kompetensi kecakapan hidup, seni budaya, serta karakter yang didasarkan pada nilai luhur bangsa.
Keunggulan pada pilar akademik terlihat jelas. Guru dan siswa binaan mampu menciptakan inovasi media pembelajaran interaktif berbasis digital maupun nondigital untuk mendukung proses belajar yang lebih kreatif. Bahkan sepanjang 2026, sekolah binaan Yayasan Astra - YPA MDR mencatatkan prestasi tingkat nasional. SDN Kertosari, Lampung Selatan, dan SMPN 1 Borong, Manggarai Timur, berhasil meraih Juara 3 Lomba Inovasi Karya Guru tingkat nasional. Sementara Ferdy Souwalla, siswa SDN Hatusua, Seram Bagian Barat, berhasil melaju ke tingkat nasional Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 pada bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Pada pilar kecakapan hidup, keunggulan sekolah binaan terlihat dari kemampuan siswa mengolah potensi lokal menjadi karya bernilai. Pengunjung festival dapat melihat ragam kain hasil karya sekolah binaan, mulai dari batik khas Daerah Istimewa Yogyakarta, tenun khas Nusa Tenggara Timur, hingga tapis khas Lampung Selatan. Setiap karya dibuat dengan mengangkat kekayaan budaya dan identitas daerah masing-masing. Salah satunya adalah karya SDN Jigudan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang menghadirkan Tugu Yogyakarta sebagai salah satu inspirasi motif batik.
Keunggulan pilar seni dan budaya juga tidak kalah kuat. Guru dan siswa binaan menampilkan pertunjukan musik dengan instrumen tradisional, seperti sape dari Kalimantan dan sasando dari Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penampilan tersebut semakin beragam dengan kehadiran siswa binaan dari Seram Bagian Barat, Maluku, yang memainkan ukulele dalam aransemen musik bersama. Ini menjadi bukti bahwa sekolah binaan mampu menjaga warisan budaya sambil berkreasi secara modern.
Keunggulan pada pilar karakter dan kepemimpinan juga tercermin dari sosok kepala sekolah berprestasi. Metodius Rodian, Kepala Sekolah SD Negeri Kembur, area binaan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, peraih juara sebagai kepala sekolah berprestasi tahun 2026 mengatakan.
“Untuk bisa meraih prestasi seperti yang saya dapatkan pada kesempatan ini dengan terus melibatkan semua dalam proses memimpin. Semua guru memiliki peran yang sama yaitu bagaimana mereka mengambil sebuah keputusan dilakukan secara bersama. Mari terus belajar. Saya mendapat prestasi seperti ini bukan berarti saya berhenti belajar. Tetapi bagi saya bahwa ini adalah awal bagaimana saya akan terus maju. Sehingga nanti saya akan terus berkembang. Demi sekolah binaan Yayasan Astra - YPA MDR menjadi lebih baik ke depan.”
Berbagai keunggulan dan pencapaian tersebut kemudian mendapatkan ruang apresiasi tertinggi melalui Festival Generasi Cerdas (FGC) 2026 bertajuk “Cerdas Berprestasi, Kreatif Menginspirasi”. Festival ini menjadi panggung bagi karya, kreativitas, dan prestasi sekolah binaan.
“Astra memandang pendidikan sebagai salah satu fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, sekolah, dunia usaha, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan. Semangat kolaborasi ini juga terus dijalankan melalui Yayasan Astra - Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Direktur Astra sekaligus Ketua Pembina Yayasan Astra - Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim, Gita Tiffani Boer di Jakarta, Selasa (29/9).
Dedikasi serta capaian sekolah binaan turut mendapatkan apresiasi melalui Forum Komunikasi Sekolah Binaan (FKSB) XIII, yang tahun ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Generasi Cerdas 2026. Lebih dari 1.600 peserta terlibat dalam enam kategori lomba, yaitu BISA, KIMIPA, PIGUR, Karya Kreasi Nusantara, Seni Tari Nasional, dan Menulis.
“Tahun ini, rangkaian Festival Generasi Cerdas berhasil melibatkan lebih dari 1.600 peserta dalam enam kategori lomba. Antusiasme tersebut menjadi semangat bagi Yayasan Astra - YPA MDR untuk terus menyediakan ruang bagi sekolah binaan dalam mengembangkan potensi, menunjukkan prestasi, serta membagikan karya yang dapat menginspirasi,” ujar Ketua Pengurus Yayasan Astra - Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim, Gunawan Salim.
Terus berkembang
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!