Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemiri NTB Dibidik Jadi Komoditas Ekspor Bernilai Tambah

📅 Minggu, 27 Sep 2026, 14:25 WIB | Oleh:

Peluang tersebut sekaligus menunjukkan tantangan yang harus dihadapi produsen kemiri Indonesia. Peningkatan volume produksi perlu diikuti dengan konsistensi mutu, modernisasi pengolahan, pemenuhan standar pasar, serta kemampuan menyediakan produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Kemiri juga tidak hanya berpotensi dipasarkan sebagai bahan mentah. Komoditas tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan, seperti kemiri kupas, kemiri sangrai, kemiri bubuk, pasta bumbu, hingga minyak kemiri.

Pengembangan produk turunan menjadi penting karena nilai ekonomi komoditas dapat meningkat ketika produk tidak lagi berhenti pada tahap bahan baku.

Dorong UMKM dan Produk Turunan

Selain program kemiri, rangkaian peluncuran juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara LPEI dan Pemerintah Provinsi NTB mengenai pengembangan kapasitas usaha kecil dan menengah (UKM), koperasi, serta badan usaha milik desa (BUM Desa) yang berorientasi ekspor.

LPEI juga menyerahkan Buku Potensi Ekspor NTB yang memuat kajian mengenai komoditas unggulan daerah yang berpotensi dikembangkan untuk pasar global.

Dalam kegiatan tersebut turut dilakukan simbolisasi penyerahan bibit kemiri dan pelepasan ekspor komoditas unggulan NTB. Kemiri dikirim ke Jepang dengan potensi pasar lanjutan ke Singapura, sementara vanila tujuan Amerika Serikat diekspor sebanyak 1,4 ton dengan nilai Rp3,8 miliar.

Sebanyak 16 pelaku usaha binaan SMV di NTB juga menampilkan produk unggulan mereka.

Rangkaian program tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan komoditas daerah membutuhkan intervensi pada lebih dari satu titik. Bagi kemiri NTB, peningkatan produksi di tingkat petani perlu berjalan beriringan dengan pengolahan pascapanen, pengembangan produk turunan, efisiensi energi, penguatan pelaku usaha, serta pembukaan akses pasar.

Dengan pendekatan tersebut, kemiri diharapkan tidak hanya menjadi komoditas pertanian yang dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi berkembang menjadi bagian dari rantai nilai industri yang mampu memberikan manfaat lebih besar bagi petani dan perekonomian daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Burkina Faso-Indonesia Teke...
Luar Negeri
Angka Pengangguran Makin Me...
Advertisement
Kerugian Sangat Besar , Peluang Medali Emas dari Juara Olimpiane Musnah karena Rizki Juniansyah Dilarang Bertanding

Kerugian Sangat Besar , Peluang Medali Emas dari Juara Olimpiane Musnah karena Rizki Juniansyah Dilarang Bertanding

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.